Wastra dan fashion Indonesia saat ini semakin menuju masa keemasan, berkelebat di perpaduan antara pelestarian tradisi dan modernitas yang relevan. Di tengah geliat wastra tersebut, desainer yang berbasis di Yogyakarta, Phillip Iswardono menghadirkan sebuah refleksi mendalam dengan wastra sembari rayakan 20 tahun perjalanannya berkarir. 74 set rancangan ia tampilkan untuk mengajak publik menyelami relasi antara tradisi dan inovasi yang selama ini menjadi napas dari setiap karyanya.

Kontemplasi Artistik
Pergelaran ini tidak sekadar menjadi penanda waktu, melainkan sebuah bentuk kontemplasi artistik. Phillip menggali inspirasi dari tujuh daerah di Indonesia, merangkai fragmen budaya menjadi koleksi yang merepresentasikan perjalanan panjang eksplorasi tekstil Nusantara. Setiap busana tampil sebagai dialog yang halus antara akar tradisi dan pendekatan kontemporer yang relevan

“Menyuluh Wastra, Menoreh Jejak”
Yang menjadikan pergelaran ini berbeda adalah pendekatan presentasinya. Untuk pertama kalinya di Yogyakarta, konsep fashion show dipadukan dengan fashion art installation, performing arts, dalam satu narasi berjudul “Menyuluh Wastra, Menoreh Jejak”. Presentasi yang membuat wastra semakin menjadi bintang utama dan fokus. Pendekatan ini terasa nyaris kuratorial, menempatkan setiap karya sebagai entitas yang berdiri sendiri namun bersinergi. Tidak ada distraksi, hanya cerita yang mengalir dari satu karya ke karya berikutnya.

Wastra dan Memori Phillip Iswardono
Bagi Phillip Iswardono, wastra bukan sekadar material. Ia adalah ruang penyimpanan memori, identitas, dan perjalanan budaya yang kompleks. Pendekatan ini menjadikan setiap koleksi bukan hanya hasil eksplorasi visual, tetapi juga refleksi intelektual dan emosional yang berakar kuat pada nilai tradisi.

Senangnya Siswa SMK dan Mahasiswa Tata Busana Yogyakarta
Pergelaran ini juga dirancang dengan dimensi edukatif. Hari pertama diperuntukkan bagi tamu undangan, sementara hari kedua dibuka untuk publik dengan fokus pada siswa SMK dan mahasiswa tata busana. Sebuah langkah yang terasa penting dalam memastikan regenerasi, sekaligus mempertegas bahwa masa depan fashion Indonesia akan terus bertumpu pada wastra yang hidup, berkembang, dan menemukan makna baru di setiap generasi.




















