Luxina, Dalam sebuah pengakuan besar di kancah horologi internasional, Bvlgari berhasil merebut penghargaan untuk kategori Tourbillon Watch di Grand Prix d’Horlogerie de Genève (GPHG) 2025, berkat prestisiusnya Octo Finissimo Ultra Tourbillon. Keberhasilan ini menjadi salah satu tonggak paling penting bagi rumah jam asal Roma tersebut, sekaligus mempertegas reputasi teknisnya dalam seni ultra-tipis.
Menembus Batas Tipis: Prestasi Teknis yang Revolusioner

Octo Finissimo Ultra Tourbillon bukan sekadar jam berkomplikasi, ia adalah manifesto rekayasa. Dengan ketebalan hanya 1,85 mm (termasuk case, movement, kristal, dan tali), jam ini memecahkan rekor sebagai tourbillon paling tipis di dunia.
Jam ini digerakkan oleh kaliber manual BVF 900, yang berdenyut pada 4 Hz (28.800 vph) dengan cadangan daya sekitar 42 jam. Struktur movement-nya juga bersifat skeleton (kerangka), sehingga pengguna bisa melihat mekanisme tourbillon berputar, membiarkan cahaya menari di sepanjang komponen yang dirancang dengan dekorasi geometris kontemporer.
Bahan-bahan pun dipilih dengan sangat cermat: case dari titanium sandblasted, main-plate dari tungsten carbide, serta tali terintegrasi titanium setipis 1,50 mm. Semua elemen ini menunjukkan bahwa Bvlgari tidak hanya mengejar rekor, tetapi juga mengutamakan estetika minimalis sekaligus kekuatan struktural.
Kemenangan yang Bermakna di GPHG 2025
Penghargaan GPHG membawa dampak signifikan. Menurut juri GPHG, model ini adalah “pencapaian luar biasa dalam watchmaking, menggabungkan komplikasi paling ikonik — tourbillon — dalam kerangka yang mengejutkan tipis.”
Sementara kompetitor lain di kategori Tourbillon datang dari merek-merek niche dan prestisius, kemenangan Bvlgari menegaskan bahwa inovasi teknik tinggi (high horology) kini bukan monopoli brand-brand tradisional Swiss, melainkan juga milik maison yang berani menembus batas-batas desain dan engineering.
Latar Belakang Evolusi Octo Finissimo Menuju Ultra

Kesuksesan Ultra Tourbillon tidak lepas dari akar sejarah koleksi Octo Finissimo. Sejak versi Tourbillon Manual pertama diluncurkan pada 2014 dengan movement setipis 1,95 mm, Bvlgari sudah menanamkan ambisi ultra-tipis dalam DNA jamnya.
Seiring waktu, Bvlgari terus mematahkan batasan: dari automatic tourbillon, chronograph, hingga desain ultra-tipis tercepat. Dan dengan Ultra Tourbillon, mereka mencatat rekor dunia ke-10 dalam ultra-thin watchmaking, sebuah prestasi yang sangat langka dalam industri jam.
Signifikansi & Pesan Masa Depan
Penghargaan GPHG bagi Octo Finissimo Ultra Tourbillon bukan cuma soal rekor teknis, tetapi juga sinyal strategis dari Bvlgari. Seperti pengakuan sebagai pembuat jam yang serius karena Bvlgari lebih dikenal sebagai rumah perhiasan. Namun dengan kemenangan ini, Bvlgari semakin diakui sebagai jenama horologi papa atas, tidak sekedar fashion. Selain itu, inovasi konsisten di ultra-thin memperlihatkan bahwa ini bukan sekedar trend, tetapi disiplin teknis yang terus digarap dan dikembangkan oleh Bvlgari sebagai kekuatan kompetitif. Dan yang terakhir adah desain dan teknik dalam harmoni, skeletonisasi, material modern, serta perhitungan mekanik yang cermat menunjukann bahwa fungsi dan estetika dapat berjalan seimbang, yang mana inovasi teknis tidak mengorbankan keindahan.
Kemenangan Bvlgari Octo Finissimo Ultra Tourbillon di GPHG 2025 adalah berita besar — bukan hanya karena rekor yang dipecahkan, tetapi karena ini adalah pernyataan ambisi: Bvlgari tidak datang ke arena jam luxury hanya sebagai pendatang gaya, tetapi sebagai inovator tinggi dengan akar teknis dalam watchmaking.



