Ada sesuatu yang magis ketika warna biru-hijau turquoise berpadu dengan emas, berlian, dan sejarah panjang sebuah maison. Tahun ini, Piaget mengajak dunia luxury untuk kembali merayakan keanggunan batu mulia yang sejak ribuan tahun dipuja sebagai simbol kemewahan dan spiritualitas.
Sejak 1963, Piaget dikenal berani menghadirkan turquoise sebagai dial pada jam tangannya—sesuatu yang saat itu dianggap revolusioner. Dengan visi kreatif yang menembus batas, maison asal La Côte-aux-Fées itu berhasil menjadikan jam bukan sekadar instrumen waktu, melainkan perhiasan yang hidup di pergelangan tangan dan menjadi statement gaya yang tak ada duanya.
Kini, warisan tersebut lahir kembali dalam koleksi Sixtie, Essentia, dan Swinging Sautoirs. Piaget menyebutnya sebagai simfoni yang terus berubah bentuk—sebuah eksplorasi bentuk, proporsi, dan warna yang menggoda imajinasi.
Sixtie: Gema Era Pop Art

Koleksi Sixtie terinspirasi dari garis geometris tegas dan semangat kebebasan tahun 1960-an. Trapezoidal dial berlapis turquoise tampil tanpa indeks, menegaskan bahwa waktu dapat dirayakan dengan gaya, bukan sekadar angka. Gelang emas lima baris yang terjalin halus mengikuti kontur dial, menghadirkan harmoni antara struktur arsitektural dan sensualitas feminin.
Swinging Sautoirs: Perhiasan yang Bernyanyi

Lebih dari sekadar jam tangan, Swinging Sautoirs adalah karya haute joaillerie yang bergerak bebas. Dilengkapi tassel emas dan berlian yang berkilau seperti riak air, desain ini mengekspresikan semangat glamor kasual yang pernah diabadikan oleh para ikon mode. Inilah wujud nyata ketika horologi bertemu dengan fashion—berani, ringan, namun tak pernah kehilangan keanggunan.
Essentia: Haute Couture untuk Pergelangan Tangan

Sementara itu, Essentia menghadirkan case dengan bentuk organik tak beraturan, membungkus dial turquoise yang kaya karakter. Bingkai emas dan berlian mengalir mulus ke rantai emas yang terasa seperti jimat mewah di pergelangan tangan. Ini adalah jam yang bukan hanya dipakai, tetapi dirasakan.
Warisan Kreativitas Tanpa Batas
Dari warisan ultra-thin movement hingga eksplorasi warna batu mulia, Piaget terus menegaskan dirinya bukan sekadar pembuat jam, tetapi rumah kreativitas. Koleksi turquoise tahun ini adalah bukti bahwa kemewahan sejati lahir dari keberanian melampaui pakem.
Bagi para kolektor dan pencinta seni, Piaget kembali membisikkan satu pesan: kemewahan bukan sekadar dimiliki, tetapi dirayakan—seperti warna turquoise yang tak lekang oleh waktu.

