Luxina, TAG Heuer sudah menguasai permainan tribute untuk Ayrton Senna, sang legenda Formula 1, sejak lama. Tapi dua TAG Heuer Formula 1 Chronograph x Senna terbaru yang baru diluncurkan bertepatan dengan São Paulo GP ini, bukanlah nostalgia . Ini adalah demonstrasi positional dominance dan statement dari TAG Heuer. Dan ini juga mengirim sinyal bahwa Formula 1 adalah luxury culture primary, bukan kegiatan olahraga seperti pada umumnya. Formula 1 adalah sebuah luxury media dan komunitas, dan tidaklah mudah untuk berada di dalam komunitas ini.
TAG Heuer 44 mm Automatic “Designed To Win”.

Dengan case sebesar 44mm DLC Titanium dan Forged Carbon bezel serta automatic Calibre 16 yang dihiasi yellow enamel accents dari helmet heritage Senna, jam tangan ini hadir dengan model strap rubber dengan warna kuning menyala yang dibuat lebih sporty dan pop.

Yang menarik buat saya bukan carbon bezel, bukan DLC titanium, itu semua sudah natural territory TAG Heuer modern materials. Yang menarik dari jam tangan ini adalah bisa menghadirkan attitude TAG Heuer pada pemakainya. Jam tangan ini sangat terasa design to win saat dipakai, bukan terlihat seperti pembalab dan bukan pula mereferensikan estetika racing. Tapi esensi dari kompetisi yang absolut, menang atau kalah. Dan TAG Heuer Formula 1 44mm ini paling berhasil meng-capture spirit tersebut.
The 43mm Quartz Stainless Steel

Sementara untuk versi 43mm steel, stainless steel bracelet heritage Senna, rantai strap dibuat dari referensi TAG Heuera Formula 1 generasi pertama. Kemungkinan besar, jam tangan ini yang akan banyak dipakai orang di jalanan luxury Asia / Middle East / Jakarta, karena model rantainya yang memorable terutama untuk generasi tertentu yang sempat mengalami masa keemasan Sena. Versi ini dibuat dalam jumlah sebanyak 3000 buah, yang sudah pasti akan diburu oleh para kolektor dan pencinta TAGG Heuer, Formula 1 dan Ayrton Senna.
Ini adalah partnership brand terlama dari TAG Heuer secara ambassador, dan Senna bukan sekedar poster boy motorsport. Ia memiliki filosofi dan value serta intelektualitas performance. Yang mana hal tersebut jauh lebih langka dari apapun di dunia ambassador luxury.
This is performance psychology — in form of chronograph.



