Di dunia kecantikan, ada warna yang tidak hanya memoles bibir—tetapi menghidupkan kembali sejarah, suasana, dan gestur-gestur halus dari sebuah rumah mode legendaris. Gucci Rosso Ancora adalah warna itu. Sebuah merah yang tidak sekadar tegas, namun penuh karakter: dalam, berlapis memori, sekaligus modern. Kini, kisahnya dilanjutkan melalui tiga tekstur yang memeluk bibir dengan cara berbeda, namun tetap menyuarakan DNA estetika Sabato De Sarno: bold, refined, dan timeless.
Merah yang Menggema dari Masa Lalu, Berpendar ke Masa Kini
Rosso Ancora bukan sekadar pigmentasi merah. Ia adalah arsip hidup. Warnanya mengingatkan pada dinding elevator The Savoy—hotel tempat Guccio Gucci pernah bekerja sebagai porter pada akhir abad ke-19. Di ruang kecil itu, sang pendiri menyaksikan denyut kemewahan dari dekat; dan kini pengalaman tersebut menyelinap ke dalam sebatang lipstik.

Pigmen merah ini juga pernah menghiasi lining dalam tas arsip Gucci, menjadikannya semacam benang merah yang mengikat perjalanan rumah mode ini: dari masa lalu yang penuh ambisi, ke masa kini yang berani, dan masa depan yang sarat identitas.
Setiap versi Rosso Ancora hadir dalam kemasan merah memesona—bagaikan artefak kecil dalam tas makeup, yang siap dibuka seperti membuka kisah.
Tiga Tekstur, Satu Intensi: Confidence, Passion, Elegance
1. Rouge à Lèvres Mat – Keindahan yang menegaskan diri
Matte pada formula ini bukan sekadar tekstur: ia seperti bisikan lembut yang berubah menjadi pernyataan. Kombinasi minyak, pigmen kaya, dan gelling waxes menciptakan lapisan velvety yang penuh presisi. Satu sapuan sudah cukup untuk melukis keberanian—dengan hasil yang tahan lama.
2. Rouge de Beauté Brillant – Kelembutan yang memantulkan cahaya
Tekstur ini adalah simfoni antara perawatan dan kemewahan. Diperkuat Peony Oil Complex dan Black Rose, ia memeluk bibir selama 24 jam dengan kilau pigmented yang polished, membuat bibir tampak lebih penuh dan hidup. High-shine yang tidak berlebihan—justru elegan, halus, dan mengilap dengan kecerdasan tersendiri.
3. Rouge à Lèvres Liquide Mat – Transformasi lembut yang dramatis
Cair ketika menyentuh bibir, lalu berubah menjadi soft powdery matte: inilah kecantikan yang bergerak. Kombinasi Black Rose Oil, Rice Powder, Hyaluronic Acid, dan Vitamin E membuatnya terasa ringan namun intens—memberikan coverage optimal tanpa smudge.

Ketiganya adalah interpretasi berbeda dari satu karakter merah, bagaikan tiga aktris yang memerankan tokoh sama dalam versi film yang berbeda.
Ekspansi Warna: Valeria Rose & Lucy Dark Orange
Selain Rosso Ancora, dua warna favorit—#217 Valeria Rose dan #308 Lucy Dark Orange—kini juga dihadirkan dalam tiga tekstur, memperluas palet yang merayakan keindahan personal.

Valeria Rose menyapa lembut seperti bisikan romansa: pink dengan sentuhan rosewood yang halus, menghadirkan femininity yang chic dan modern, sepenuhnya selaras dengan visi elegan Sabato De Sarno. Sementara itu, Lucy Dark Orange hadir sebagai kehangatan yang memancar—sebuah amber yang memadukan vibrasi orange dengan nuansa brown, menciptakan warna yang mengundang percaya diri, keceriaan, dan spontanitas artistik.
Dua warna ini bukan sekadar pilihan tambahan, melainkan jawaban atas kebutuhan perempuan kontemporer: palet yang tidak mengatur, tidak memaksa, tetapi memberi ruang untuk berekspresi dan menemukan jati diri melalui warna.
Sebuah Kampanye yang Menyentuh Inti Estetika Gucci
Disutradarai oleh Sabato De Sarno, kampanye ini memancarkan kesederhanaan yang sophisticated. Visual close-up menonjolkan tekstur bibir, kecemerlangan pigmen, dan natural beauty dari model Sheila Bawar. Setiap warna tampak seperti tokoh utama dalam frame minimalis—seakan melayang dalam ruang yang bersih, terpoles, dan penuh keanggunan.
Dalam dunia di mana lipstik sering dianggap aksesori kecil, Gucci menghadirkan perspektif baru: bahwa sebatang lipstik adalah pernyataan identitas, sebuah artefak emosi, dan gerakan kecil yang dapat mengubah keseluruhan narasi seorang perempuan.


