Di jantung kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), berdiri satu nama baru dalam dunia kuliner dan hiburan malam Jakarta: KYRO. Berlokasi strategis di Pacific Place Mall, KYRO menghadirkan perpaduan sempurna antara desain modern, cita rasa global, dan atmosfer yang hidup — menciptakan ruang yang bukan hanya untuk bersantap, melainkan juga untuk terhubung, berinteraksi, dan menikmati momen.

Luxina mendapat kesempatan istimewa untuk merasakan langsung pengalaman dining di KYRO, dari tur eksklusif ke area privat, melihat proses kreatif di balik bar, hingga mencicipi hidangan-hidangan khas yang dipresentasikan dengan sentuhan artistik oleh tim kuliner KYRO yang dipimpin Chef Rifa Munawar.
Sebuah Filosofi tentang Koneksi dan Kehangatan
Nama “KYRO” bukan sekadar kombinasi huruf yang terdengar modern. Ia terinspirasi dari nama anak sang pendiri, Cairo, yang melambangkan awal baru, kehangatan, dan hubungan antar manusia. Dari sanalah filosofi “a space for the curious — where connection, design, and flavor intertwine” lahir dan menjadi jiwa dari seluruh konsep restoran dan lounge ini.
“Melalui KYRO, kami ingin menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar restoran, namun sebuah ruang di mana orang dapat merasa terinspirasi, terhubung, dan benar-benar hidup,” ujar Alexa Savitri, Founder KYRO Jakarta. “Setiap elemen, mulai dari desain, musik, hingga cita rasa, diciptakan untuk membangkitkan emosi dan merayakan keindahan momen yang dibagi bersama.”


Dalam kunjungan Luxina, filosofi itu terasa nyata sejak langkah pertama memasuki ruangannya. Atmosfer hangat dan menenangkan langsung menyambut, dengan paduan baja hitam, kayu bernuansa earth tone, dan kaca bening yang menciptakan kesan seperti berada di dalam sebuah modern glasshouse. Pencahayaan lembut dari langit-langit melengkung berpadu dengan refleksi cahaya dari meja marmer, menciptakan permainan bayangan yang menenangkan dan sensual.
KYRO tidak hanya menawarkan ruang makan — ia membangun pengalaman multisensori, di mana arsitektur, rasa, dan suara berpadu dalam satu alur cerita yang dirancang dengan detail.
Eksplorasi Pertama: Demonstrasi “Mint & Matcha” di Bar
Sore itu, perjalanan Luxina dimulai di bar utama KYRO, yang menjadi pusat kehidupan malam tempat ini. Di balik meja bar melengkung dengan pencahayaan keemasan yang hangat, berdiri Dimas Suryanto, Head Mixologist KYRO, yang memperkenalkan koktail khas mereka: Mint & Matcha.
Dengan gerakan presisi dan tenang, Dimas memulai demonstrasi yang lebih menyerupai pertunjukan seni cair. Ia menyiapkan shaker, menakar infused gin yang telah direndam dengan daun mint segar, lalu menambahkan sirup matcha yang dibuat dari bubuk matcha Jepang premium. Aroma mint yang segar berpadu dengan keharuman lembut matcha, menghadirkan keseimbangan antara rasa manis, pahit, dan earthy.


Satu tegukan Mint & Matcha menghadirkan sensasi menyegarkan di lidah — ringan, lembut, dan sekaligus memancing rasa ingin tahu. Menurut Dimas, matcha menjadi minuman yang sangat digemari belakangan ini. Karena itulah KYRO menghadirkan menu ini sebagai salah satu signature cocktail KYRO.
The Iconic Centerpiece: Wine Cellar Silindris yang Memikat
Setelah sesi bar, Luxina diajak menyusuri area utama restoran hingga tiba di wine cellar berbentuk silinder, yang sekaligus menjadi pusat desain interior KYRO. Instalasi ini tidak hanya menampung koleksi wine pilihan dari berbagai wilayah dunia, tetapi juga menjadi simbol dari ketenangan dan keanggunan yang merepresentasikan karakter KYRO itu sendiri.

Ratusan botol tersusun melingkar secara artistik di antara pipa logam dan pencahayaan temaram, menciptakan efek visual yang dramatis. Saat cahaya siang menembus kaca, refleksi botol dan label wine menari lembut di dinding sekitarnya — sebuah pemandangan yang menenangkan namun tetap memancarkan daya tarik elegan.
Tim KYRO menjelaskan bahwa kurasi wine di sini selalu diperbarui setiap musim, mengikuti karakter menu dan bahan segar yang digunakan oleh Chef Rifa. Artinya, pengalaman bersantap di KYRO akan selalu menghadirkan sesuatu yang baru bagi para tamu, seiring pergantian waktu dan suasana.
Menyusuri Ruang Privat yang Penuh Karakter
Perjalanan Luxina berlanjut ke area private dining rooms, yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi KYRO. Ada tiga ruang berbeda dengan kapasitas dan karakter unik: Emerald Room (16 tamu), Ruby Room (8 tamu), danSapphire Room (8 tamu).

Setiap ruang menampilkan konsep interior yang berbeda, namun semuanya memancarkan kemewahan yang understated. Sapphire Room, misalnya, memiliki nuansa biru kelam dengan pencahayaan lembut, dilengkapi televisi besar dan kamar mandi pribadi— sebuah detail langka yang menunjukkan betapa serius KYRO memperhatikan kenyamanan privasi para tamunya.
Ruang-ruang ini cocok untuk makan malam bisnis, intimate celebration, hingga pertemuan keluarga yang ingin mengutamakan kehangatan dan eksklusivitas.
Hidangan Khas KYRO: Ekspresi Rasa oleh Chef Rifa Munawar
Kembali ke ruang makan utama, Luxina disambut dengan rangkaian hidangan yang memperlihatkan keahlian Chef Rifa Munawar dalam menafsirkan cita rasa Asia dengan teknik kuliner Barat.
Hidangan pembuka dimulai dengan Caesar Salad, yang tampil klasik namun terasa lebih segar dengan dressing yang lembut dan kejutan tekstur dari crouton buatan sendiri.


Berlanjut dengan Tuna Taco, paduan sempurna antara crispy taco shell dan tuna belly segar yang dilumuri spicy mayo dan ikura. Dalam satu gigitan, rasa gurih, asin, dan sedikit pedas berpadu dengan kerenyahan kulit taco, menciptakan sensasi playful namun tetap refined.
Tak kalah menarik, Beef Brisket Pizza menjadi bentuk ekspresi kasual dari dapur KYRO. Lapisan beef brisket empuk berpadu dengan BBQ sauce manis-asam, mozzarella, red onion, dan Parigiano yang gurih, memberikan keseimbangan rasa yang menyenangkan di setiap potongannya.
Selanjutnya, Rahang Tuna Woku menjadi bintang utama. Potongan rahang tuna dipanggang perlahan di atas arang hingga menghasilkan aroma smoky yang menggoda. Disajikan bersama dabu-dabu salsa segar dan lime jasmine rice, hidangan ini memadukan pedas khas Manado dengan teknik pemanggangan modern. Hasilnya: daging tuna yang lembut, juicy, dan penuh karakter.


Lalu ada dua hidangan pasta yang sama-sama memukau. Yang pertama yaitu Creamy Chili Oil Linguini, dengan perpaduan tiger prawn, garlic, cured egg yolk, dan ikura. Rasa creamy yang kaya berpadu dengan minyak cabai yang pedas ringan, menghasilkan kombinasi rasa umami yang elegan. Kemudian ada Truffle Butter Bucatini, yang menghadirkan mushroom truffle oil dan beef bacon parmigiano dalam harmoni lembut yang creamy dan aromatik.



Menu utama lainnya, Roast Half Chicken, menggunakan ayam organik yang dipanggang hingga kulitnya renyah, disajikan dengan chicken gravy, pilaf rice, dan sentuhan lemon segar yang menambah dimensi rasa. Sedangkan Dry Aged Duck memperlihatkan sisi teknikal Chef Rifa dalam menjaga keseimbangan tekstur — kulitnya renyah, dagingnya tetap lembut, dengan cita rasa mendalam hasil proses dry aging yang sempurna.
Sebagai penutup, Mille Feuille menjadi simbol kelembutan yang manis. Lapisan puff pastry tipis berpadu dengan pineapple jam, vanilla diplomat cream, dan passion fruit sorbet menghadirkan rasa tropis yang segar, manis, dan sedikit asam — sebuah akhir yang cerah setelah perjalanan rasa yang kaya dan berlapis.
Sebuah Ruang untuk Koneksi dan Inspirasi
Dengan total luas 759 meter persegi dan kapasitas hingga 158 tamu, KYRO dirancang untuk menghadirkan fleksibilitas bagi berbagai suasana. Baik untuk makan siang elegan, pesta malam, maupun private event, KYRO mampu beradaptasi dengan energi tamunya tanpa kehilangan karakter dan kehangatan.


Ke depan, KYRO juga akan menghadirkan beragam program pengalaman seperti wine-pairing dinner, kolaborasi dengan guest chef, dan acara bertema musik, memperkuat posisinya sebagai destinasi gaya hidup modern di Jakarta.


