Fashion berganti dengan cepat—trend datang dan pergi secepat pergantian musim—ada satu nama yang tetap berpegang pada makna sejati dari sophistication: Mario Minardi. Untuk koleksi Fall/Winter 2025, rumah sepatu premium asal Indonesia ini mempersembahkan “Eterna”, sebuah perayaan akan keabadian craftsmanship dan keindahan yang tak lekang oleh waktu.
“Eterna”—berarti abadi—bukan hanya sekadar nama, melainkan filosofi hidup bagi Mario Minardi. Di balik setiap pasang sepatu, tersimpan kisah panjang tentang dedikasi, kesempurnaan teknik, dan cinta terhadap proses. Sejak berdiri pada tahun 1982, Mario Minardi menjadi simbol sinergi antara heritage Italia dan sentuhan tangan perajin Indonesia, melahirkan karya yang berpadu antara tradisi dan modernitas.

Handiman Ali, CEO PT Mario Minardi Indonesia, menyebut koleksi ini sebagai bentuk penghormatan terhadap proses. “Eterna adalah wujud nyata bahwa craftsmanship sejati akan selalu abadi. Setiap pasang sepatu kami rancang bukan hanya untuk satu musim, tapi untuk seumur hidup—bahkan untuk diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Koleksi ini hadir untuk mereka yang memilih substansi dibanding sensasi. Kulit yang hand-finished, jahitan presisi, dan siluet yang sederhana namun kuat menjadi bahasa desain Mario Minardi kali ini. Tidak ada ruang untuk berlebihan—yang ada hanyalah keseimbangan sempurna antara elegansi klasik dan karakter modern. Setiap detailnya berbicara tentang kepercayaan diri yang tenang; keindahan yang lahir dari konsistensi dan ketekunan, bukan dari kebisingan trend.
Lebih dari sekadar sepatu, “Eterna” adalah refleksi dari nilai yang kian langka di era cepat ini: durabilitas, dedikasi, dan desain yang melintasi waktu. Ia mengingatkan kita bahwa dalam dunia yang terus berubah, hanya yang abadi—yang dibuat dengan hati dan tangan manusia sejati—yang akan terus bertahan.
Dengan “Eterna”, Mario Minardi tidak hanya melangkah di atas landasan fashion, tetapi juga menapaki perjalanan menuju warisan gaya hidup yang berkelanjutan dan berkelas. Sebab, pada akhirnya, kemewahan sejati bukan tentang memiliki yang terbaru, tetapi merawat yang tak tergantikan.



