Industri alas kaki Indonesia tengah berada pada momentum yang menjanjikan. Di tengah meningkatnya minat pasar global terhadap produk yang autentik, berkelanjutan, dan sarat nilai budaya, para pelaku industri nasional didorong untuk memanfaatkan kekayaan warisan lokal sebagai kekuatan kompetitif. Pesan tersebut menjadi sorotan utama dalam webinar bertajuk Designing for the World: What Global Footwear Trends Mean for Indonesian Designers, Brands, and Buyers in 2026 yang diselenggarakan bersama MICAM Milano, salah satu pameran dagang alas kaki paling berpengaruh di dunia.

Alas Kaki Menuju Spring Summer 2027
Menghadirkan Matteo Scarparo, Head of Global Trade & Business Services MICAM & Italian Footwear Manufacturers’ Association, serta Orietta Pelizzari sebagai Global Macro Trend Forecaster, webinar ini mengupas arah perkembangan industri alas kaki internasional menuju Spring/Summer 2027. Keduanya menyoroti bagaimana perubahan perilaku konsumen global membuka peluang besar bagi negara dengan kekayaan budaya dan kemampuan produksi yang kuat, termasuk Indonesia.

MICAM Milano Sebuah Ekosistem
Dalam pemaparannya, Matteo Scarparo menegaskan bahwa MICAM Milano bukan sekadar ajang pameran dagang, melainkan sebuah ekosistem yang mempertemukan brand, buyer, retailer, distributor, manufaktur, hingga pengambil keputusan dari berbagai negara. Menurutnya, semakin terhubungnya industri alas kaki global menciptakan peluang besar bagi desainer dan brand Indonesia untuk memperkenalkan kualitas craftsmanship serta kreativitas lokal kepada pasar internasional yang lebih luas.
Global Buyer
Menariknya, pasar Eropa saat ini tidak lagi hanya mencari produk yang menarik secara visual. Buyer global semakin memperhatikan autentisitas, kualitas pengerjaan, serta cerita yang melatarbelakangi sebuah produk. Dalam konteks ini, Indonesia memiliki modal yang sangat relevan, mulai dari talenta kreatif, kemampuan manufaktur yang kompetitif, hingga tradisi kerajinan yang telah berkembang selama generasi.

Lanskap Footwear
Sementara itu, Orietta Pelizzari mengungkapkan bahwa lanskap luxury footwear menuju 2027 akan semakin dipengaruhi oleh nilai emosional dan keterhubungan budaya. Konsumen premium kini mulai bergeser dari ketertarikan terhadap nama besar sebuah merek menuju rasa ingin tahu tentang siapa pembuat produk tersebut, bagaimana proses pembuatannya, dan nilai apa yang terkandung di dalamnya. Transparansi produksi, material alami, serta asal-usul yang dapat ditelusuri menjadi faktor yang semakin menentukan keputusan pembelian.
Kekayaan Material dan Teknik Tradisional
Pandangan tersebut membuka ruang besar bagi Indonesia yang memiliki kekayaan material dan teknik tradisional yang unik. Dari tenun khas daerah, pewarna alami, kerajinan kulit, hingga pemanfaatan serat tropis, seluruh elemen tersebut memiliki potensi untuk diterjemahkan menjadi produk kontemporer yang relevan bagi pasar global. Kunci keberhasilannya terletak pada kemampuan brand dalam mengemas kekayaan lokal menjadi narasi yang kuat, modern, dan mudah dipahami oleh konsumen internasional.

Perspektif dan Kualitas
Diskusi panel yang menghadirkan Naviri Ray, Founder Renav Goods Co, Patrick, CEO Axel Shoe Co, serta Mujib Titian, Footwear Designer PT Prabu Indonesia Melangkah, turut memperkaya perspektif mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi brand lokal. Salah satu isu yang mengemuka adalah bagaimana mempertahankan identitas Indonesia sambil tetap memenuhi standar kualitas, desain, dan ekspektasi pasar global yang semakin kompetitif. Bagi banyak brand lokal, keseimbangan antara akar budaya dan kebutuhan pasar menjadi faktor penting dalam membangun relevansi internasional.
Craftmanship dan Kekayaan Budaya
Melalui webinar ini, MICAM Milano kembali menegaskan bahwa masa depan industri alas kaki tidak hanya ditentukan oleh desain yang menarik, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan cerita, identitas, dan nilai yang autentik. Di tengah tren global yang semakin menghargai craftsmanship dan asal-usul produk, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain penting dalam industri alas kaki dunia. Saat konsumen global mencari produk yang memiliki makna lebih dalam, kekayaan budaya Indonesia justru berpotensi menjadi keunggulan yang paling berharga.



