Geneva kembali berdenyut dalam ritme waktu yang paling halus pada Kamis malam, 13 November 2025. Tadi malam di Geneva, Switzerlang, Grand Prix d’Horlogerie de Genève (GPHG) merayakan edisi ke-25—seperempat abad perjalanan yang merayakan inovasi, kecermatan, dan impian manusia untuk mengabadikan waktu di pergelangan tangan.
Di atas panggung, Antoine de Caunes memandu acara dengan kecerdasan dan elegansi khasnya. Setiap kalimat yang ia lontarkan terasa seperti jarum detik yang meluncur halus, menghubungkan satu momen ke momen berikutnya. Suasana ruangan dipenuhi harapan, karena tak hanya jam-jam terbaik tahun ini yang dipertaruhkan, tetapi juga reputasi puluhan pembuat jam yang menghabiskan hidup mereka pada seni mikromekanik ini.
Puncak malam tiba ketika Akademi dan Juri 2025, yang diketuai oleh jurnalis serta sejarawan Nick Foulkes, mengumumkan penghargaan paling prestisius: “Aiguille d’Or” Grand Prix. Tepuk tangan panjang mengisi ruangan ketika nama Breguet disebut sebagai pemenang berkat Classique Souscription 2025, sebuah mahakarya yang memadukan ketepatan klasik dengan sentuhan inovatif zaman ini. Breguet, rumah horologi yang sarat sejarah, sekali lagi membuktikan bahwa tradisi bukanlah beban, melainkan fondasi bagi kreasi masa depan.
Namun GPHG tak pernah berdiri pada satu pemenang. Tahun ini, deretan merek—Angelus, Anton Suhanov, Audemars Piguet, Bovet 1822, Bvlgari, Chopard, Daniel Roth, Dennison, Dior Montres, Fam Al Hut, Gérald Genta, Greubel Forsey, L’Épée 1839, M.A.D. Editions, Urban Jürgensen, Voutilainen, hingga Zenith—ikut bersinar. Masing-masing membawa interpretasi unik tentang bagaimana waktu boleh dan seharusnya dirayakan: lewat desain yang berani, teknologi yang semakin radikal, dan mekanisme yang tak sekadar presisi, tetapi juga puitis.
Di antara gemerlap itu, satu momen emosional terasa saat Special Jury Prize dianugerahkan kepada Alain Dominique Perrin, presiden Fondation Cartier pour l’art contemporain. Penghargaan ini bukan sekadar pengakuan atas kontribusi individual, melainkan penghormatan terhadap visi yang telah membuka jalan bagi penghargaan lebih luas terhadap seni pembuatan jam berkualitas tinggi.
Dari daftar pemenang, tampak jenama jam tangan banyak didominasi oleh nama-nama indipenden yang tidak umum. Yang mungkin adalah nama yang belum pernah didengar oleh publik tapi memiliki daya kreatifitas tanpa batas, baik pada desain, komplikasi dan craftsmanship. Dan yang mana ini adalah kesempatan besar untuk lebih dikenal luas, bukan agar diproduksi besar-besaran, tapi agar masyarakat juga lebih mengetahui bahwa peta horoligie Swiss begitu besar.


