Singapura kembali mencatatkan sejarah baru dalam peta pariwisata dunia. Pada Selasa malam, 17 Juli 2025, Las Vegas Sands (NYSE: LVS) menggelar acara peletakan batu pertama untuk proyek resor dan destinasi hiburan ultramewah terbarunya senilai US$ 8 miliar. Acara yang berlangsung di Marina Bay Sands ini menjadi simbol ambisi besar sekaligus komitmen jangka panjang perusahaan terhadap masa depan Singapura sebagai salah satu pusat pariwisata, hiburan, dan perhotelan paling prestisius di dunia.
Hadir dalam acara bersejarah tersebut Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Singapura Lawrence Wong, Menteri Pembangunan Berkelanjutan dan Lingkungan Hidup sekaligus Menteri Hubungan Perdagangan Grace Fu, salah satu pendiri Las Vegas Sands Dr. Miriam Adelson, Chairman & Chief Executive Officer Robert Goldstein, serta President & Chief Operating Officer Patrick Dumont. Lebih dari 220 tamu undangan hadir, termasuk tokoh-tokoh penting di industri hiburan dan perhotelan. Momen ini semakin istimewa dengan penampilan musisi asal Singapura Jasmine Sokko dan multi-instrumentalis asal Kanada Henry Lau, disertai sajian kuliner dari sejumlah restoran unggulan Marina Bay Sands, termasuk hidangan dari restoran khas Kanton yang segera dibuka, Jin Ting Wan.

Robert Goldstein menegaskan bahwa sejak Marina Bay Sands resmi dibuka pada 2010, pendiri Las Vegas Sands, mendiang Sheldon G. Adelson, telah memiliki visi untuk mengubah wajah industri pariwisata Singapura. Lima belas tahun kemudian, visi tersebut tidak hanya terwujud, tetapi juga melampaui ekspektasi, menjadikan Marina Bay Sands sebagai resor bersepadu tersukses di dunia dan standar emas dalam industri perhotelan global. Proyek baru ini, kata Goldstein, adalah langkah lanjutan untuk memperkuat warisan tersebut dan menghadirkan ikon baru yang akan menjadi kebanggaan Singapura, sekaligus menetapkan babak baru bagi destinasi wisata mewah di Asia.
Properti ini akan menjadi karya arsitektur visioner yang dirancang oleh Safdie Architects, di bawah arahan Moshe Safdie, sosok yang juga berada di balik desain ikonik Marina Bay Sands. Menara hotel setinggi 55 lantai ini akan memiliki lekukan 45 derajat menghadap Teluk Marina dan Selat Singapura, dengan sayap kembar yang melengkung keluar, menghadirkan siluet memukau di garis langit kota. Terinspirasi oleh lanskap perkotaan hijau khas Singapura, bangunan ini akan menyatu harmonis dengan alam, dilengkapi taman-taman hijau di berbagai area, termasuk teras privat pada setiap suite.

Fitur yang menjadi sorotan utama adalah Skyloop seluas 76.000 kaki persegi—sebuah mahakarya arsitektur berbentuk elips yang tumpang tindih dan berputar berlawanan arah, menciptakan tampilan unik sekaligus memberikan pemandangan 360 derajat. Bagian bawah Skyloop akan menjadi area publik yang menghadirkan observatorium, restoran, dan taman atap, sementara bagian atasnya akan dikhususkan bagi tamu hotel, lengkap dengan cabana pribadi, kolam renang tanpa batas, teras berkanopi untuk yoga, ruang seni, serta area untuk acara eksklusif. Skyloop ini dirancang untuk melengkapi ikon Marina Bay Sands SkyPark yang sudah terkenal di seluruh dunia, sekaligus menambahkan dimensi baru bagi panorama Singapura.
Tidak hanya memanjakan tamu dengan akomodasi mewah, proyek ini juga akan menjadi pusat hiburan kelas dunia. Arena dengan kapasitas 15.000 kursi akan dibangun di podium yang berdampingan dengan menara hotel. Dirancang oleh Populous, biro desain di balik venue terkenal seperti Sphere di Las Vegas dan O2 Arena di London, arena ini akan mengusung teknologi akustik mutakhir, garis pandang optimal, dan fleksibilitas produksi untuk konser, pertunjukan live, serta acara skala internasional. Dengan lokasi yang strategis, arena ini diproyeksikan menjadi destinasi hiburan terkemuka di Asia, membawa nama Singapura ke peta global industri live entertainment.

Dari sisi aksesibilitas, proyek ini dirancang untuk terintegrasi dengan mulus ke dalam kawasan Marina Bay. Konektivitas pejalan kaki yang efisien, akses langsung ke stasiun MRT Bayfront, serta jalur penghubung menuju Gardens by the Bay akan memastikan para pengunjung dapat berpindah dari satu atraksi ke atraksi lainnya dengan mudah. Integrasi ini akan semakin mengukuhkan Marina Bay sebagai kawasan yang memadukan bisnis, rekreasi, dan hiburan dalam satu destinasi premium.
Las Vegas Sands juga menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan melalui penerapan strategi global Sands ECO360. Bangunan baru ini akan mengusung desain hemat energi dengan fasad peneduh otomatis yang mampu menghalau panas matahari, penggunaan semen rendah karbon, baja daur ulang, serta pemanfaatan spesies pohon asli Asia Tenggara untuk memperkuat nuansa hijau di sekitar properti. Selama tahap konstruksi, sistem pengolahan limbah yang terintegrasi akan memastikan minimal 7 persen limbah dialihkan dari tempat pembuangan akhir. Dengan pendekatan ini, proyek tidak hanya berfokus pada kemewahan dan keindahan, tetapi juga menjaga keseimbangan dengan lingkungan.
Dampak ekonomi dan sosial yang dihasilkan pun sangat signifikan. Marina Bay Sands saat ini mempekerjakan lebih dari 12.000 orang secara langsung dan mengalokasikan 92 persen anggaran pengadaan barangnya untuk perusahaan lokal Singapura. Kehadiran properti ultramewah terbaru ini akan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan, memperluas dukungan untuk UKM, dan menggerakkan perekonomian lokal. Patrick Dumont menambahkan bahwa total investasi Las Vegas Sands di Singapura sejak 2010 akan mencapai US$ 15 miliar setelah proyek ini rampung, sebuah bukti nyata optimisme perusahaan terhadap potensi masa depan Singapura.
Lebih dari sekadar sebuah proyek, pembangunan destinasi ultramewah ini adalah pernyataan visi jangka panjang Las Vegas Sands—untuk terus menetapkan standar tertinggi di dunia perhotelan, menghadirkan pengalaman yang menggabungkan inovasi, kemewahan, dan keberlanjutan, serta memperkuat peran Singapura sebagai salah satu pusat pariwisata dan hiburan paling bergengsi di dunia.


