Dalam dunia parfum, istilah niche fragrance sering merujuk pada rumah parfum yang mengutamakan kreativitas, kualitas bahan, dan karakter aroma yang distingtif. Dua nama yang merajai kategori ini adalah Montale dan Mancera. Keduanya berasal dari Paris dan lahir dari visi pengindraan yang sama yaitu Pierre Montale.
Pengalaman tersebut membentuk DNA parfumnya. Ia berhasil memadukan kekayaan bahan aromatik khas Timur Tengah dengan estetika parfum Paris yang elegan, modern, dan struktural.
Montale lebih dulu hadir pada tahun 2003, sementara Mancera menyusul pada 2008. Meski memiliki identitas visual yang berbeda, keduanya berada dalam satu keluarga kreatif. Pierre Montale sendiri dikenal memiliki pengalaman panjang bekerja di Timur Tengah, khususnya di Arab Saudi, di mana ia menciptakan wewangian eksklusif untuk keluarga kerajaan dan kalangan bangsawan.
Inspirasi dari Timur Tengah

Salah satu elemen kunci dalam karya Montale dan Mancera adalah penggunaan Oud. Bahan ini sering dijuluki sebagai “liquid gold” karena kelangkaan dan proses aromatiknya yang kompleks.
Oud berasal dari resin pohon Aquilaria yang tumbuh di Asia Selatan dan Tenggara, termasuk Indonesia. Ketika kayu tersebut terinfeksi jamur tertentu, pohon akan menghasilkan resin aromatik yang kemudian disuling menjadi minyak oud dengan karakter aroma yang dalam, smoky, dan sangat tahan lama.
Di Timur Tengah, oud adalah bagian dari gaya hidup. Pierre Montale melihat potensi ini dan menjadi salah satu pionir yang mempopulerkan aroma oud di pasar Barat pada awal 2000-an, saat bahan tersebut masih dianggap terlalu eksotis bagi hidung masyarakat Eropa.
Karakter Berbeda, DNA yang Sama

Meski lahir dari kreator yang sama, Montale dan Mancera memiliki pendekatan visual dan karakter yang kontras.
Montale terkenal dengan botol aluminium khasnya. Selain menjadi identitas industrial yang minimalis, material ini bersifat light-proof untuk melindungi cairan parfum dari cahaya dan panas, menjaga kualitas aroma tetap stabil dalam waktu lama. Karakter aromanya cenderung lebih intens, berani, dan linear.
Mancera dikembangkan bersama putri Pierre, Amélie Montale, brand ini mengusung estetika Art Deco. Botolnya menggunakan kaca berkualitas tinggi yang klasik dan mewah. Secara aromatik, Mancera menghadirkan interpretasi yang lebih halus, berlapis, dan sering kali memiliki sentuhan gourmand atau floral yang lebih luas.
Empat Aroma Baru yang Memukau

Dalam peluncuran terbaru di Jakarta, kedua rumah parfum ini memperkenalkan empat koleksi yang merepresentasikan karakter khas masing-masing.
Montale – Bubble Forever menghadirkan sisi playful dengan inspirasi bubble gum. Perpaduan pear, lemon, neroli, dan rose di bagian awal berkembang menjadi sentuhan orange blossom yang segar, lalu ditutup dengan kehangatan vanilla dan white musk. Sangat cocok untuk aktivitas harian yang ceria.
Montale – Beast Love adalah perwujudan sisi gelap dan sensual. Aroma dark plum dan pear bertemu dengan ketajaman leather (kulit) dan amber. Ini adalah parfum yang bold, misterius, dan meninggalkan jejak yang kuat.

Mancera – Xplicit Vanilla berbeda dengan aroma vanilla yang biasanya hanya sekadar manis, Xplicit Vanilla menonjolkan sisi vanilla yang lebih dewasa dan eksotis. Menggunakan perpaduan Mexican vanilla dengan sentuhan dark chocolate, amber, dan sedikit oud, parfum ini menghadirkan aroma gourmand yang dalam, smoky, dan sangat elegan.
Mancera – Intense Instant Crush adalah versi yang lebih pekat (Extrait) dari salah satu varian best seller-nya. Dengan konsentrasi yang lebih tinggi, perpaduan saffron, mawar, dan amber di dalamnya terasa lebih megah dengan daya tahan (longevity) yang lebih lama di kulit.
Montale dan Mancera menunjukkan bahwa tradisi parfum Timur Tengah bisa “berbicara” dalam bahasa Paris yang modern. Bagi pencinta parfum niche, kedua brand menghadirkan budaya dan kualitas bahan yang melampaui tren sesaat.


