Salah satu jam tangan yang paling ditunggu di Watches And Wonders tentu saja jam tangan dengan logo mahkota yang ikonik, Rolex. Tahun ini Rolex mengeluarkan beberapa generasi baru jam tangannya yang salah satunya paling mencolok: Rolex watches Oyster Perpetual 36. Dengan dial full-color, Rolex seolah memberikan pesan “our watch can be fun!“. Memang pada saat saya memegang jam tangan ini, sangat terasa Rolex menghadirkan pendekatan yang lebih segar dan sebuah eksplorasi visual yang berakar pada arsip desainnya sendiri, namun diterjemahkan dengan sensibilitas kontemporer.

Melihat ke belakang sebenntar, motif Jubilee, yang pertama kali muncul pada akhir 1970-an dengan tone emas, kembali hadir dengan interpretasi yang jauh lebih ekspresif. Dial menjadi panggung utamanya, tempat huruf-huruf “Rolex” berulang dalam komposisi blok grafis penuh warna. Sepuluh warna berbeda saling bertaut, menciptakan ritme visual yang dinamis sekaligus presisi. Proses pembuatannya menuntut ketelitian ekstrem: setiap warna diaplikasikan satu per satu, memastikan setiap elemen berada pada posisi yang sempurna. Hasilnya bukan sekadar dekorasi, melainkan pernyataan teknis yang dibalut estetika.
Pendekatan ini mempertegas bagaimana Rolex memperlakukan dial sebagai elemen sentral, bukan sekadar pelengkap. Ia menjadi wajah, identitas, sekaligus medium eksperimen—menghubungkan masa lalu dengan masa kini tanpa kehilangan koherensi desain.
Material yang digunakan memperkuat karakter jam tangan ini adalah Oystersteel, paduan eksklusif berbasis 904L, dipilih bukan hanya karena kilauannya, tetapi juga karena ketahanannya terhadap korosi. Material yang lazim ditemukan dalam industri berteknologi tinggi ini memastikan jam tetap mempertahankan integritas visualnya dalam jangka panjang. Permukaan yang dipoles menghadirkan refleksi cahaya yang halus dan luxury, menegaskan kesan bersih dan modern.

Struktur Oyster case tetap menjadi fondasi yang tak tergantikan. Jam tangan ini memiliki ketahanan air hingga 100 meter, konstruksi monobloc, serta sistem Twinlock pada crown, desain ini dirancang untuk melindungi mekanisme internal secara optimal. Kristal sapphire anti-gores dengan lapisan anti-reflektif menambah lapisan proteksi sekaligus meningkatkan keterbacaan dial.
Bracelet Oyster melanjutkan narasi desain yang konsisten dengan tiga baris link yang solid menghadirkan keseimbangan antara kekuatan dan kenyamanan. Sistem Oysterclasp dan Easylink extension memberikan fleksibilitas pemakaian, memungkinkan penyesuaian cepat tanpa mengorbankan estetika.
Masuk ke performa teknis, berpusat pada kaliber 3230, movement self-winding yang dikembangkan sepenuhnya in-house oleh Rolex. Mesin ini menawarkan cadangan daya sekitar 70 jam, dilengkapi escapement Chronergy yang meningkatkan efisiensi energi sekaligus menjaga keandalan. Hairspring Parachrom berwarna biru memberikan stabilitas terhadap perubahan suhu dan medan magnet, sementara sistem peredam kejut Paraflex memastikan ketahanan dalam penggunaan sehari-hari.
Keseluruhan komposisi pada jam tangan ini menghadirkan keseimbangan yang jarang ditemukan: ekspresi visual yang berani serta didukung oleh fondasi teknis yang solid. Oyster Perpetual 36 generasi baru ini bukan hanya reinterpretasi motif ikonik, melainkan refleksi dari bagaimana Rolex terus mengembangkan bahasanya sendiri—tenang, presisi, dan selalu relevan dengan zamannya.



