LUXINA kali ini khusus menurunkan fotografer cultural documentary, I Gede Ngurah Hartawan, untuk menyambut kemeriahan upacara pembukaan Mereren Festival 2026 di Pantai Pererenan, Bali. Ngurah dan kameranya seperti memiliki cara sendiri untuk membelah keramaian, ketika arena dipenuhi bunyi Bale Ganjur, gerak tubuh, ritual, dan gelombang manusia, ia justru mencari satu titik hening di dalam chaos. Pendekatannya mengandalkan intuisi yang berjalan beriringan dengan ketajaman teknis, membiarkan peristiwa berkembang di depan mata tanpa terlalu banyak mengatur. Dari sanalah lahir bidikan dengan karakter raw energy—spiritual, romantis, dan sinematik—sebuah paradoks visual yang membuat fotografi dokumenter terasa begitu hidup.
The Wind Awakens – Mereren Fest 2026
Mereren Festival 2026, adalah festival tiga hari yang merayakan Pererenan melalui tema WIND, “Where the journey begins”; WAVE, “Move with the rhythm”; dan NEIGHBORHOOD, “Celebrate together.” Ngurahh khusus membidik seremoni pembukaan bertajuk The Wind Awakens, yang penampilan Bumi Bajra, Bale Ganjur, serta simbolis First Flight oleh Kadek Armika. Lewat lensa I Gede Ngurah Hartawan, Mereren Festival 2026 menjadi momentum yang menyimpan denyut masyarakat, keindahan tradisi, dan energi Pererenan yang terus bergerak bersama zaman. Fotografinya mengingatkan kita bahwa tradisi bukan benda diam yang disimpan rapi dalam ingatan, melainkan sesuatu yang bernapas, bergetar, dan menemukan bentuk baru setiap kali dirayakan. Di antara riuh festival dan terangnya langit Pantai Pererenan, Ngurah terus mencari sebuah jeda singkat yang membuat kita melihat budaya Bali yang begitu dinamis dan penuh rasa.
1. Aku Akan Menyergap Angin

2. Dewi-Dewi Langit

3. Langit di Dasar Laut

4. Penunggu Langit

5. Berenang di Angkasa

6. Bawa Kami Melayang

7. Angin Dari Penjuru Dunia


