Beberapa tahun terakhir, drama China semakin mudah ditemui dalam percakapan penonton Indonesia. Judul baru bermunculan di platform streaming, nama para aktornya mulai akrab, dan komunitas penggemarnya tumbuh mengikuti cerita yang mereka sukai.
Perkembangannya terasa semakin menarik ketika hubungan antara penonton dan pemain tidak berhenti di layar. Kehadiran Cheng Lei di Jakarta menjadi salah satu gambaran tentang bagaimana popularitas drama China berkembang menjadi pengalaman yang lebih dekat dengan penggemarnya di Indonesia.
Pada 12 September 2026, aktor tersebut hadir dalam acara iQIYI Starship di Gandaria City. Ini merupakan kunjungan pertamanya ke Indonesia dan menjadi kesempatan bagi Cheng Lei untuk bertemu langsung dengan penggemar yang selama ini mengenalnya melalui berbagai drama.
Dari Drama ke Ruang Pertemuan

Menonton drama biasanya merupakan pengalaman yang sangat personal. Seseorang dapat menghabiskan waktu berjam-jam mengikuti perjalanan karakter, kemudian membicarakan adegan favoritnya bersama teman atau komunitas daring.
Ketika sang aktor datang langsung ke kota tempat para penontonnya berada, hubungan tersebut mengambil bentuk yang berbeda.
Di iQIYI Starship, Cheng Lei mengikuti sejumlah aktivitas bersama penggemar. Ia bermain tebak gambar, mencoba permainan tradisional bola bekel, mencicipi makanan Indonesia, hingga membaca surat yang ditulis oleh penggemar.
Momen-momen seperti ini memberi wajah yang lebih dekat pada budaya fandom drama China di Indonesia. Penonton yang sebelumnya mengenal seorang aktor melalui karakter di layar kini memiliki pengalaman lain untuk dibagikan bersama komunitasnya.
Cheng Lei dan Generasi Baru C-Drama

Nama Cheng Lei sendiri semakin dikenal secara internasional melalui sejumlah judul drama yang hadir dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satunya adalah How Dare You!?, yang tayang perdana pada Februari 2026. Dalam drama tersebut, Cheng Lei memerankan Xiahou Dan, karakter yang mengalami perpindahan dunia dan kemudian menjadi seorang tiran. Drama ini tercatat berada dalam iQIYI International Global Weekly C Drama Top 10 selama tujuh minggu berturut turut, dengan empat minggu di posisi pertama.
Sebelumnya, ia juga tampil dalam Shadow Love, yang bertahan selama 12 minggu berturut turut dalam Global Weekly C Drama Top 10. Sementara Legend of the Female General masuk dalam daftar iQIYI International Global C Drama All Time Top 10.
Pilihan peran tersebut memperlihatkan luasnya karakter yang dapat dibawakan Cheng Lei, dari kisah romansa hingga cerita dengan unsur fantasi dan drama sejarah.
Cerita yang Melintasi Bahasa

Perkembangan drama China di Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dari semakin mudahnya akses terhadap konten Asia.
iQIYI International menyediakan katalog yang mencakup lebih dari 1.700 judul drama, variety show, dan anime, serta sekitar 2.000 film. Layanannya tersedia di 191 wilayah dengan pilihan bahasa dan subtitle, termasuk Bahasa Indonesia.
Kemudahan tersebut membuat jarak antara penonton Indonesia dan industri hiburan China terasa semakin pendek. Sebuah drama yang berasal dari China dapat hadir di layar penonton Indonesia dengan subtitle Bahasa Indonesia, kemudian menemukan pembicaraan baru melalui komunitas penggemarnya.
Bagi Cheng Lei, pengalaman tersebut juga memperlihatkan bagaimana cerita dapat mempertemukan orang dari latar budaya yang berbeda. Sebagai iQIYI International Global Ambassador, ia berinteraksi dengan penggemar dari berbagai negara dan terlibat dalam upaya memperkenalkan karya serta cerita Asia kepada audiens internasional.
Jakarta dalam Peta C Drama

Kunjungan Cheng Lei memberikan gambaran kecil tentang perubahan hubungan antara drama China dan penonton Indonesia.
Dulu, ketertarikan pada sebuah drama mungkin berhenti setelah episode terakhir. Sekarang, ceritanya dapat berlanjut melalui komunitas, konten digital, merchandise, hingga pertemuan langsung dengan pemain.
Bagi penggemar Indonesia, kedatangan Cheng Lei juga menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat aktor yang selama ini hadir melalui layar. Ia sendiri mengaku terkesan dengan sambutan yang diterimanya di Jakarta dan senang mengetahui banyak penggemar Indonesia telah mengikuti karya-karyanya.
Ada perubahan yang terasa dari sini. Drama China tidak lagi sekadar datang sebagai tontonan impor yang dinikmati dari jauh. Para pemainnya mulai hadir di ruang yang sama dengan penonton, sementara komunitas penggemarnya ikut membentuk pengalaman di sekeliling cerita tersebut.
Cheng Lei datang ke Jakarta membawa beberapa karakter yang pernah ia mainkan. Namun yang ia temui di sini adalah sesuatu yang tidak bisa ditemukan dalam naskah. Menurutnya, penonton yang membuat cerita tersebut terus hidup setelah layar dimatikan.

