Dalam perpetaan dan kitab horologi tinggi atau high making watches, ada momen-momen ketika seni, teknik, dan puisi bersatu dalam satu ciptaan – dan Jaeger-LeCoultre, sang Watchmaker of Watchmakers™, kembali menyentuh langit dengan interpretasi terbaru dari Rendez-Vous Shooting Star. Tahun 2025 ini, rumah besar dari Vallée de Joux tersebut menghadirkan komplikasi astronomi nan romantis dalam balutan miniatur seni bunga peony yang memesona.
Ketika Kejutan Kosmik Menjadi Komplikasi Mekanis

Jam tangan adalah tentang presisi, namun Shooting Star membalikkan ekspektasi. Komplikasi ini tidak mengikuti waktu, melainkan mengundang keacakan langit malam – bintang jatuh – untuk mampir di dial dalam momen yang tak terduga, seperti aslinya. Digerakkan oleh gerakan pergelangan tangan, kilatan bintang melintas pada dial transparan, menciptakan ilusi optik yang begitu hidup dan personal. Ia tidak memberitahu waktu, tapi memberi pengalaman.
Berdiameter 36 mm dengan ketebalan 11,11 mm, Rendez-Vous Shooting Star hadir dalam cangkang emas merah 18 karat (750/1000), tahan air hingga 50 meter. Dial-nya adalah panggung megah: tiga lapis struktur terdiri dari kristal safir bergambar peony, cakram mutiara bertabur langit biru, dan cakram logam perak yang menciptakan efek “flash” saat bintang muncul. Mesin otomatis Kaliber 734 buatan Jaeger-LeCoultre – terdiri dari 335 komponen – memberi kekuatan dan gerakan acak itu, lengkap dengan cadangan daya hingga 70 jam.
Ode kepada Femininity dan Kecanggihan Teknik

Tersedia dalam dua versi edisi sangat terbatas (masing-masing hanya 10 buah), Rendez-Vous Shooting Star ditawarkan dalam dua karakter: pink peony dengan gelang penuh berlian, dan blue peony dengan strap kulit aligator biru yang mengilap. Keduanya dibingkai dengan detail menawan seperti bezel dan crown berhias berlian, serta potongan berlian di atas dial yang membentuk jalur bintang – detail yang tidak hanya memancarkan kemewahan, tapi juga membimbing mata ke jantung naratif jam.
Pink peony hadir dengan total 625 butir berlian yang setara ±6,31 karat dan gelang red gold, sedangkan versi birunya lebih ringan, dengan 189 butir berlian ±1,47 karat yang menempel indah di case dan dial.
Kaliber 734: Detak Romansa yang Rumit
Di balik keindahan ini berdetak Kaliber 734 – mesin otomatis buatan sendiri dengan 335 komponen yang memungkinkan bintang jatuh tampil secara acak. Ini adalah ironi horologis: mekanisme yang sangat terukur, diciptakan untuk merayakan momen yang tak terduga.
Dengan daya cadangan 70 jam, jam ini bukan sekadar pengukur waktu, tapi sebuah pernyataan artistik. Di sini, keanggunan visual tak hanya berdampingan dengan ketelitian teknik, namun juga dibalut dengan filosofi tentang keindahan momen yang tak terduga.
Jam Tangan atau Objek Seni?
Lebih dari sekadar high jewellery watch, Rendez-Vous Shooting Star adalah puisi mekanis yang dikenakan. Ia menyentuh sesuatu yang lebih dalam dari sekadar gaya – ia membangkitkan perasaan. Setiap detail, dari kontur bunga peony yang melambangkan keberuntungan dan feminitas, hingga animasi langit malam yang subtil, menunjukkan obsesi Jaeger-LeCoultre terhadap makna dan pengalaman.



