Di tengah dinamika industri kreatif Asia Tenggara, Tobatenun tidak hanya berkutat pada aktivasi dalam negeri. Benang-benang tenun tersebut seperti terus mencari peluang logis untuk mengibarkan hasil kerja tangan wanita-wanita Toba ke kancah yang lebih luas. Kali ini Tobatenun melangkah ke kota metropolitan level dunia, Singapura, dan berpartisipasi di ajang MASA Singapore 2026. Acara berlangsung di Takashimaya Shopping Centre, Orchard Road, dalam tema Indonesia Global Creative Movement. Di ajang ini terdapat lebih dari 80 kreator dan jenama Indonesia. Kehadiran Tobatenun menjadi bagian penting dari upaya memperlihatkan bahwa Tenun Batak bukan sekadar wastra tradisional, melainkan karya budaya yang memiliki relevansi kuat dalam lanskap mode antar negara.

Weaving Heritage for the World
Mengusung semangat “Weaving Heritage for the World,” Tobatenun menampilkan koleksi Tenun Batak dalam berbagai bentuk, mulai dari kain tradisional hingga busana siap-pakai yang memadukan teknik tenun turun-temurun dengan pendekatan desain kontemporer. Pameran yang berlangsung pada 2-5 Juli 2026 ini juga menghadirkan kolaborasi bersama label Indonesia Danjyo Hiyoji, AMOTSYAMSURIMUDA, dan KANTITA. Perjumpaan antara kekayaan tradisi dan bahasa desain modern tersebut menunjukkan bagaimana warisan tekstil Nusantara mampu beradaptasi tanpa kehilangan identitasnya.



Diplomasi Budaya via Tenun
Malam pembukaan pada 2 Juli 2026 menjadi momentum penting ketika Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Hotmangaradja Pandjaitan, mengunjungi booth Tobatenun. Kehadiran keduanya menjadi bentuk apresiasi terhadap konsistensi Tobatenun dalam membawa Tenun Batak ke panggung internasional. Dukungan tersebut sekaligus mempertegas bahwa diplomasi budaya melalui industri kreatif memiliki peran strategis dalam memperluas pengaruh Indonesia di tingkat global.

Perkembangan Produk Kreatif Indonesia
Chief Marketing Officer Tobatenun, Moza Pramita Siregar, menilai antusiasme pengunjung internasional di MASA Singapore 2026 menjadi sinyal positif bagi perkembangan produk kreatif Indonesia. Menurutnya, kehadiran Tobatenun bersama berbagai jenama lokal membuktikan bahwa karya para artisan dari kawasan Danau Toba memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar dunia. Didukung oleh Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, ASTRA, dan Bank Central Asia melalui gerakan WE ARE MASA, partisipasi ini menjadi langkah berkelanjutan dalam mengangkat Tenun Batak sebagai representasi kreativitas Indonesia yang autentik, inovatif, dan semakin diperhitungkan di panggung internasional.






