Luxina, Kita selalu mudah lupa — Louis Erard bukanlah jenama baru kemarin sore. Jenama jam tangan ini lahir pada tahun 1929. di Swiss Jura. Sebuah jenama jam tangan independen yang selalu berada di pinggir sistem besar horologi, tapi justru karena di pinggir, mereka memiliki kebebasan ide. Louis Erard memiliki ruang untuk membuat jam tangan yang pada akhirnya mengubah norma estetika.
Luis Erard bukan pula jenama jam tangan yang mengejar volume, tapi mereka mengejar makna. Maka dari itu kenapa kolaborasi mereka selalu memiliki cultural gravity sendiri. Dan di tahun 2025 ini, mereka memilih satu ikon global paling universal sebagai starting point “era eksplorasi budaya baru” mereka: Astro Boy.
Astro Boy bukanlah sekedar nostalgia kartun anak-anak, tapi Astro Boy adalah simbol sosial global. Sebuah simbol coexistence dan simbol empati juga simbol anti diskriminasi. Simbol masa depan yang sebenarnya kita inginkan. Dan Louis Erard memilih anak robot ini sebagai pintu. Berita baiknya adalah karena ini merupakan narasi di mana watchmaking bertemu dengan literatur budaya.

Louis Erard x Astro Boy — Ref. 35123TA23.BMT12
Jam tangan ini dibuat dalam jumlah terbatas, hanya sebanyak 178 buah saja di seluruh dunia. Dengan menggunakan movemeny automatic Sellita SW300-1 dan daya simpan tenaga kurang lebih hingga 56 jam. Untuk ukuran case sebesar 40 mm yang menggunakan material titanium dengan finishing satin dan stainless steel polished. Desain case terlihat terintegrasi dengan rantai (bracelet) yang membuat jam tangan ini terlihat modern dan futuristik tapi berunsus playful untuk dipakai.
Yang membuat jam tangan ini adalah sebuah karya serius bahwa jam tangan ini bukan gimmick kartun yangg ditempel tapi merupakan jam tangan dengan sculptural dial, yang dibuat lapis demi lapis.
Objek Astro Boy literally keluar dari dial yang memberi efek tiga dimensi sehingga dial terlihat tidak rata dan memberikan nuansa dramaturgi. Dengan warna yang kontras pada objek Astro Boy dan dial yang serba monokrom.
Dari jam tangan ini, yang memperlihatkan bagaimana horologi bisa jadi medium kritik sosial masa depan — bukan masa lalu, dan bagaimana sebuah jam tangan menjadi kendaraannya, dalam hal yang serius tapi playful. Yang pastinya akan sangat mencuri perhatian saat dipakai. Dan Louis Erard baru saja membuka pintu paling besar dari dekade ini: bahwa jam tangan tidak lagi hanya instrumen waktu. jam tangan adalah ruang untuk menulis ulang memori kolektif.



