Koleksi Terakhir dari perjalanan Pieter Mulier di Alaia. Perjalanan yang dimulai di tahun 2021 yang meninggalkan bekas mendalam. Untuk summer fall 2026, Pieter Mulier membawakan koleksi penutup yang sederhana. Sebuah bentuk pamit yang elegan, fokus kepada cinta Azzedine Alaia pada figur wanita dan atelier yang bantu mewujudkannya. Summer fall? Ya, koleksi ini berbeda dari yang lain yang biasanya masuk dalam musim fall/ winter atau spring/ summer, kali ini Alaïa merilis untuk musim summer/ fall.
Memories of Alaia

Kali ini, Mulier menahan semua instinct eksplorasinya. Tidak fokus dengan menceritakan kisah Alaia dengan semangat mendefinisikan ulang masa kini, namun kembali ke tubuh dan intinya untuk bergerak maju. Beberapa look pertama koleksi ini merupakan tank top dresses di berbagai warna. Sebuah penghormatan pada siluet dan desain Alaia akhir tahun 80-an dan awal 90-an yang juga merupakan inti Alaia. Kesederhanaannya terasa esensial dan mendalam sebagai pengingat akan pentingnya precision.
Coat yang memeluk badan mengingatkan pada kontribusi Mulier di masa Raf Simons di Dior, yang juga dikagumi Azzedine Alaia dan menjadi sumber inspirasinya. Untuk chiffon dan transparent jersey dresses, kali ini dihiasi dengan motif buaya. Kombinasi mencolok yang membangkitkan berbagai kenangan akan rumah mode ini. Kenangan yang dimaksudkan untuk dirayakan dengan bergerak maju.
Penghormatan Terakhir

Atasan longsleeve velvet yang dipadukan dengan sarung tangan dan legging, terasa sangat modern. Mantel A-line suedemenonjol di antara siluet yang pas, dalam warna merah yang mencolok dan juga warna mustard. Pendekatan minimalis namun tetap berdampak besar untuk dipelajari dan dianalisis dalam upaya menciptakan kesempurnaan.
Koleksi ini ditutup dengan beberapa densely gathered ruffled dresses dan coat, menghadirkan gerakan indah saat berjalan dan juga sebuah kejelasan bagi koleksi tersebut. Rasanya seperti sapuan terakhir menuju hal baru, sebuah perpisahan terakhir.
Perpisahan itu mencakup serangkaian potret oleh fotografer Keizo Kitajima, yang menampilkan setiap individu yang bertanggung jawab di atelier Alaia. Karena di luar dresses dan coats yang mendefinisikan ciri khas Alaia, ada mereka di belakangnya. Mereka yang tetap ada dan melekat seiring berjalannya waktu, mereka yang benar-benar memungkinkan semua keindahan ini terwujud.

Sebuah koleksi yang mengenang kembali kenangan tentang rumah mode tersebut, tetapi juga sang desainer. Pieter Mulier memberikan upaya terakhirnya untuk menampilkan Alaia-nya. Sebuah surat cinta terakhir yang berupaya menciptakan gaun yang sempurna, mantel yang sempurna, jaket yang sempurna.
Namun sebenarnya, kesempurnaan tidak benar-benar ada. Akhir ini bukanlah sebuah akhir. Ini adalah kanvas baru untuk diteruskan. Kepada individu lain yang akan melanjutkan perjalanan dalam upayanya menciptakan semacam kesempurnaan, dengan cara mereka sendiri.




