Di tangan ZHAOYI YU, cangkang kerang mikro yang disusun satu per satu menjadi metafora tentang kelembutan yang tangguh, bagai sesautu yang berpendar di atas kain, sekaligus pelindung yang halus. Desainer yang lulus dari London College of Fashion (2023) ini menghidupkan kembali seni tradisional mother-of-pearl inlay Tiongkok, mentransformasikannya dari dekorasi statis menjadi wearable art.

Yaakin dan Nyaman dari Zhaoyi Yu
Koleksi YU ini berjudul “GLIMPSE”, koleksi yang mengekspresika kerapuhan dan kekuatan yang berbisik dalam satu tarikan desain, membentuk siluet yang mengalir seperti riak air yang membeku. Bagi Yu, busana bukanlah sangkar norma, melainkan ruang tempat perempuan bebas menjadi dirinya sendiri—tanpa tekanan untuk menuruti ekspektasi sosial. “Mereka bisa memakai apa pun yang membuat mereka merasa yakin dan nyaman,” ujarnya. Pendekatan ini tercermin dalam karya-karyanya yang dipakai oleh figur seperti Georgina Rodriguez hingga Fan Bingbing.

Couture sebagai Warisan yang Hidup
Dengan dedikasi pada craftsmanship dan eksperimen tekstil, ZHAOYI YU memproyeksikan masa depan karirnya sampai ke titik couture adalah seni murni, bukan komoditas komersial. Koleksinya yang dipamerkan di London Fashion Week 2024 menjadi bukti bahwa warisan budaya bisa berdialog dengan inovasi, menciptakan bahasa visual yang resonan secara emosional. Di tangannya, setiap jahitan adalah ikrar: bahwa fashion yang autentik akan selalu lahir dari hasrat untuk menemukan keindahan dalam kerentanan, dan kekuatan dalam kelembutan.








