
Persimpangan di tengah ASTHA District 8
Ada sesuatu yang menarik ketika berbagai torehan kuas seni bertemu dalam satu ruang. Perjumpaan yang melahirkan gagasan baru, memperluas perspektif, bahkan mengubah cara seseorang memandang realitas. Semangat itulah yang menjadi fondasi INTERSECTION, sebuah program seni yang berlangsung di ASHTA District 8, Jakarta, pada 3 hingga 28 Juni 2026. Melalui kolaborasi bersama V&V Gallery dan Rika Contemporary, pameran ini menghadirkan percakapan visual yang mempertemukan keluh kesah gairah seniman dalam satu lanskap seni kontemporer yang dinamis.

Dari Andy Warhol hingga Joko Nastain
INTERSECTION tidak sekadar menampilkan karya seni, melainkan membangun ruang dialog yang menghubungkan Jakarta dengan pusat pusat budaya visual dunia. Melalui karya yang berangkat dari memori, budaya populer, kehidupan urban, hingga pengalaman personal, pengunjung diajak menyaksikan bagaimana berbagai perspektif dapat saling bersinggungan dan menciptakan makna baru. Kekuatan pameran ini terletak pada keberagaman nama yang hadir. Dari figur ikonik seperti Andy Warhol, Takashi Murakami, Yayoi Kusama, Yoshitomo Nara, hingga Daniel Arsham dan Mr. Doodle, pameran ini juga memberi ruang bagi sejumlah seniman Indonesia yang tengah membentuk wajah seni kontemporer saat ini, termasuk Fauzan, Joko Nastain, Prabu Perdana, Rizal Kuzma, Svkmatra, Wednesday Lim, dan Zoe.

Blooming in Hard Times
Salah satu karya yang menyita perhatian adalah “Blooming in Hard Times” karya Rizal Kuzma. Lukisan ini menghadirkan narasi visual mengenai ketahanan dan harapan melalui kontras yang kuat. Di bagian bawah, hamparan lanskap gelap dan gersang dipenuhi siluet satwa liar yang berlari, menggambarkan kerasnya realitas kehidupan. Sementara itu, pada bagian atas, seorang figur tampak melayang mengendarai sepeda dengan roda berupa pusaran bunga matahari raksasa, menciptakan simbol optimisme yang mekar di tengah tantangan. Wajah figur yang menyerupai topeng putih polos memberikan kesan universal, seolah siapa pun dapat menempatkan dirinya dalam figur tersebut. Pakaiannya streetwear core seperti oversized t shirt, cargo shorts, tas taktis, dan clogs berwarna biru terang, karya ini terasa relevan dengan generasi urban tanpa kehilangan kedalaman reflektifnya.

Sweet Dreams
Nuansa yang jauh mendebarkan hadir melalui “Sweet Dreams” karya Fauzan. Lukisan ini menarik kita masuk ke wilayah mimpi yang ambigu dan penuh misteri berwarna candy candy. Latar gelap menyerupai hutan malam menciptakan suasana teatrikal yang sunyi, sementara cahaya dari lampu petromaks tua menghadirkan kesan hangat sekaligus melankolis. Di tengah komposisi, seorang perempuan berbaring di atas kain merah muda yang dipenuhi kelopak bunga matahari layu. Fauzan semakin piawai dan berkuasa dalam membangun dunia surealis yang memikat melalui detail detail simbolik. Kepala sang figur berupa bola kaca transparan yang menyimpan lanskap malam, seekor siput raksasa merayap di pundaknya, sementara salah satu lengannya memancarkan cahaya oranye kemerahan. Seluruh elemen tersebut menghadirkan metafora tentang perjalanan bawah sadar, ketika batas antara kenyataan dan imajinasi mulai menghilang. Oh, Fauzan! Siapa saja bisa terhempas di dalam semesta Fauzan.

Today’s Story Box
Sementara itu, Joko Nastain menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian melalui karya berjudul “Today’s Story Box”. Sebuah tanaman kaktus Opuntia ditempatkan sebagai pusat komposisi, namun bukan sebagai tanaman biasa. Kaktus tersebut bertransformasi menjadi lahan penyimpan cerita yang merekam berbagai fragmen kehidupan dan impian di masa lalu. Pada setiap bidang kaktus, Joko menorehkan ilustrasi bergaya doodle yang memuat simbol-simbol kehidupan modern, mulai dari kata “LOVE”, robot, mobil, helikopter, ikan, hingga wajah wajah abstrak. Kaktus yang dikenal mampu bertahan di lingkungan keras menjadi metafora yang kuat mengenai kemampuan manusia menyimpan pengalaman, kenangan, dan cerita di tengah berbagai dera tantangan hidup.

Parallel Conversations
Sebagai bagian dari program INTERSECTION, pameran PARALLEL CONVERSATIONS turut memperkaya pengalaman pengunjung. Pameran ini mempertemukan seniman Indonesia dan internasional dalam sebuah percakapan visual yang berjalan sejajar. Referensi budaya populer, media massa, dan bahasa visual global berdampingan dengan karya yang berakar pada memori personal, pengalaman lokal, serta observasi terhadap lingkungan sekitar.

Dunia dan sudut pandang yang berbeda
Melalui INTERSECTION, ASHTA District 8 kembali menunjukkan komitmennya sebagai destinasi gaya hidup yang menghubungkan seni, budaya, dan komunitas. Di tengah ritme Jakarta yang terus bergerak, program ini menghadirkan kesempatan untuk berhenti sejenak, melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda, dan menyadari bahwa setiap pertemuan, sekecil apa pun, selalu memiliki potensi untuk melahirkan percakapan yang lebih besar.








