Di balik setiap objek dekorasi yang ditawarkan Nini Sumohandoyo®, terselip cerita personal dalam dirinya. Koleksi perdananya, ‘The Brides Series’ merupakan perwujudan dari mimpi masa kecil. Mimpi tersebut tumbuh bersama kenangan akan kertas kado, pita, dan tradisi ‘memberi’. Koleksi ini juga terinspirasi dari perhiasan pengantin tradisional di berbagai penjuru Nusantara. Oleh karena itu, dihadirkannya benda-benda seperti kotak kenangan dan papan catur dalam jumlah terbatas.



Mulai dari pemilihan kayu, proses silk screen, hingga lapisan akhir high-gloss lacquer, semua dilakukan dengan ritme yang memiliki proses panjang. Dari proses inilah terlihat adanya craftmanship yang kental. Selain itu, desainnya memiliki ilustrasi pengantin dari Aceh, Dayak, Jogja, hingga Lampung. Ilustrasi tersebut dituangkan dengan cara yang terasa kontemporer. Tim kolaboratornya pun memiliki nama-nama yang tidak asing. Di antaranya, hadirnya watercolor artist, priming artist, sampai product designer Alvin Tjitrowirjo. Mereka menyebut proyek ini sebagai langkah berani Nini untuk berdamai dengan rasa takut. Hal ini menjadi tentang craft yang diangkat setara dengan nilai desain modern. Namun, ini dilakukan tanpa kehilangan kehangatan manusianya.


Siapa sangka, dari kebiasaan membungkus hadiah sendiri saat kecil, Nini menyimpan benih cinta pada detail dan estetika. Benih tersebut kini tumbuh jadi jenama bernama dirinya sendiri. Simbol pita yang jadi logo Nini Sumohandoyo® merupakan lambang filosofis. Ini menjelaskan soal setiap benda adalah pemberian, untuk orang lain atau bahkan untuk diri sendiri. Koleksi ini tidak dijual massal dan hanya bisa didapat lewat pemesanan yang terbatas. Sebuah keputusan yang sengaja diambil agar prosesnya tetap intimate. Selain itu, keputusan ini menghormati waktu serta tenaga para pengrajin. Hal ini karena di dunia kontemporer yang serba cepat, kadang yang paling berkesan justru datang dari proses yang panjang, tapi personal.


