Menjelang tujuh dekade perjalanannya, Rodo kembali menegaskan posisi sebagai maison yang piawai meramu tradisi dan eksperimen material. Koleksi Spring/Summer 2026 bertajuk “The Perfume of Summer” hadir bukan sekadar sebagai rangkaian aksesori musiman, melainkan narasi estetika tentang evolusi keahlian tangan yang terus diperbarui.
Sejak berdiri pada 1956, identitas Rodo selalu bertumpu pada ketelitian craftsmanship dan disiplin visual yang kuat. Pada musim terbaru ini, rumah mode asal Italia tersebut menengok kembali arsipnya—lalu menghidupkannya melalui pendekatan yang terasa lebih muda, ringan, dan relevan dengan selera kontemporer.
Anyaman sebagai Bahasa Utama

Di jantung koleksi, wicker dan rattan kembali mengambil peran sentral. Material ikonis ini tidak sekadar dihadirkan ulang, tetapi ditafsirkan melalui pendekatan yang lebih halus dan minimal. Anyaman tampil dengan presisi baru, menghadirkan tekstur yang terasa modern tanpa kehilangan ruh heritage.
Eksplorasi tidak berhenti pada bentuk. Rodo menyuntikkan energi segar lewat palet warna yang lebih cerah—Jelly Mint yang segar dan Amber Haze yang hangat—memberi dimensi visual yang playful namun tetap elegan. Sementara itu, elemen metal diperkaya dengan motif anyaman dekoratif yang terinspirasi dari arsip historis maison, menciptakan dialog halus antara masa lalu dan masa kini.
Eksperimen pada Alas Kaki

Menariknya, semangat inovasi juga merambah lini sepatu. Rodo memadukan tumit dan detail kulit dengan struktur wicker, menghasilkan permainan tekstur yang tak biasa. Hasilnya adalah siluet yang terasa arsitektural sekaligus ringan—sebuah keseimbangan estetika yang menunjukkan kematangan desain rumah mode ini.
Pendekatan ini menegaskan bahwa bagi Rodo, material bukan sekadar medium, melainkan bahasa ekspresi yang terus berevolusi.
Kilau Malam yang Ikonis

Saat malam tiba, koleksi ini bertransformasi. Multicoloured baguette strass hadir dalam komposisi orisinal pada tas maupun sepatu, memancarkan kilau yang menjadi ciri khas Rodo Allure. Sentuhan ini memberi kontras menarik terhadap dominasi anyaman natural—menciptakan dinamika antara kesederhanaan organik dan glamor urban.
Sebagai sentuhan puitis, maestro kerajinan Sileno Cheloni bahkan membayangkan tas-tas wicker Rodo dipenuhi aroma osmanthus manis—sebuah metafora sensorik yang memperkuat tema “perfume of summer”.
Koleksi Spring/Summer 2026 menunjukkan bahwa kekuatan Rodo terletak pada kemampuannya menjaga kontinuitas tanpa terjebak nostalgia. Dengan memadukan arsip, material ikonis, dan eksperimen kontemporer, maison ini menawarkan visi musim panas yang terasa ringan, taktis, dan berkelas. Di ambang usia 70 tahun, Rodo tidak sekadar merayakan warisan—ia menyulingnya menjadi sesuatu yang baru, segar, dan tetap memikat.



