Luxina, Dalam riuhnya Dubai Watch Week 2025, yang juga menjadi menjadi arena lahirnya inovasi paling progresif di dunia horologi selain Watches and Wonders Geneva dan Geneva Watch Week, TAG Heuer menyalakan dimensi baru dalam dunia chronograph. Bukan sekadar peluncuran, tetapi sebuah deklarasi era baru: TAG Heuer Monaco Split-Seconds Chronograph Air 1, sebuah karya avant-garde yang terasa seperti potongan teknologi dari masa depan—namun diwujudkan hari ini.
Dengan hanya 30 unit di seluruh dunia, Air 1 bukan jam tangan yang lahir dari kompromi. Ia adalah bentuk paling radikal dari DNA motorsport TAG Heuer; sebuah Monaco yang seolah keluar dari terowongan angin hypercar, bukan dari atelier tradisional Swiss.
Sebuah Monaco yang Seolah Dipahat dari Kecepatan

Melihat Air 1 untuk pertama kalinya, sulit untuk tidak terpikat oleh konstruksi case-nya yang tampak “berongga”, nyaris seperti rangka exoskeleton kendaraan balap futuristik. TAG Heuer menerapkan Selective Laser Melting (SLM)—teknik manufaktur aditif tingkat tinggi yang biasa digunakan di industri aerospace dan otomotif—untuk mencetak case Grade-5 titanium dengan geometri tiga dimensi yang mustahil diwujudkan dengan teknik konvensional. Bobotnya? Hanya 85 gram, bahkan dengan elemen-elemen emas solid 2N di dalamnya.
SLM memberi kebebasan penuh pada para desainer. Bukan lagi desain yang harus patuh pada batasan teknologi, tapi teknologi-lah yang kini tunduk pada imajinasi. Hasilnya adalah jam tangan yang tampak lahir dari simulasi kecepatan, aerodinamika, dan efisiensi ekstrem: estetika hypercar yang dikondensasi menjadi sebuah objek wearable.
Arsitektur Berlapis dan Detail Seperti Mesin Balap

Pada bagian samping case, panel lattice titanium membingkai mesin mekanis di dalamnya, sementara lattice bawah bezel—diukir dari emas 18K 2N—menyuntikkan sensasi kemewahan mekanis yang halus tapi tegas. Bagian dial menggunakan sapphire transparan, membuka pandangan lebar ke jantung besi dan titanium yang bekerja dengan presisi kecepatan tinggi.
Sentuhan emas pada jarum jam, indeks, hingga tombol split-seconds di posisi jam 9 menghadirkan kontras visual yang elegan dan matang—menegaskan bahwa ini bukan sekadar alat ukur waktu, tetapi objek seni teknologis.
Mesin Rattrapante Generasi Baru – Calibre TH81-00
Di balik keanggunan futuristik itu, Calibre TH81-00 berdetak pada frekuensi tinggi 36.000 vph dengan cadangan daya 65 jam. Dikembangkan bersama Vaucher Manufacture Fleurier, movement ini memakai banyak komponen Grade-5 titanium—menghasilkan bobot hanya 30 gram untuk sebuah mesin chronograph rattrapante.
Ini adalah chronograph split-seconds yang sesungguhnya: mampu mengukur dua waktu berbeda yang dimulai bersamaan—seperti dua mobil F1 yang saling mengejar dalam satu race—semuanya dioperasikan melalui tombol emas khas Monaco di sisi kiri case. Dekorasi movement pun tidak kalah memukau: finishing tangan berkelas haute horlogerie, dan pola bendera kotak-kotak khas TAG Heuer yang terlihat jelas melalui caseback sapphire yang terbuka penuh.
Warisan Monaco, Revolusi Terbaru

Peluncuran Air 1 bukan hanya inovasi teknis; ia adalah kelanjutan dari garis keturunan penting dalam dunia chronograph. Monaco sendiri telah menjadi ikon sejak 1969, saat menjadi chronograph otomatis square-case pertama yang tahan air—sebuah pemberontakan desain yang kini menjadi legenda.
Selama lebih dari satu abad, TAG Heuer merintis banyak terobosan pengukuran waktu, mulai dari Mikrograph 1916 hingga kolaborasinya sebagai Official Timekeeper Formula 1. Air 1 adalah bab terbaru dari narasi tersebut—lebih berani, lebih eksperimental, dan lebih dekat dengan dunia hyper-performance yang menjadi DNA TAG Heuer.
Dibuat untuk Panggung, Dirancang untuk Kehidupan Sehari-hari
Meski tampil seperti prototipe dari masa depan, Air 1 tetap mempertahankan ergonomi dan keterbacaan yang membuat Monaco selalu relevan sebagai jam tangan harian. Strap rubber dengan lapisan alcantara memberi nuansa sporty namun mewah, sementara clasp titanium DLC menjaga bobot tetap ringan namun solid.
Tidak seperti banyak jam teknikal ekstrem yang hanya layak disimpan dalam brankas kolektor, Air 1 dirancang untuk dipakai. Inilah bentuk keberanian TAG Heuer: menciptakan karya spektakuler namun tetap fungsional, mengikuti filosofi “Designed to Win”.
Sebuah Monaco yang bukan sekadar bergerak dalam waktu, tetapi memecah batas-batasnya.



