Perkenalkan, figur baru yang akan melesat di dalam arena seni figuratif Indonesia, namanya: “Telur Gantung”. Sosok dengan bahasa visual yang ringan, hampir seperti coretan spontan. Namun, di balik garis-garis tebal dan figur yang tampak polos, tersimpan kerentanan emosional yang terasa polos tanpa manipulasi strategi visual. Seniman dibaliknya adalah Oggz Goy, yang dengan merdeka mereduksi bentuk hingga esensinya saja, namun tetap berkandungan kompleksitas psikologis.

Museum of Toys Hantarkan “Telur Gantung”
Telur Gantung, pertama kali diperkenalkan pada 2025 melalui kolaborasi dengan Museum of Toys, karya patung mungil yang menggantung di dinding, ia membawa dimensi baru dalam praktik visual Oggz Goy yang sebelumnya hanya bermain di medium dua dimensi. Elemen surealis dan absurd hadir secara halus, memperkuat karakter khasnya yang sering merefleksikan kehidupan kota yang padat, semrawut, penuh tekanan, bikin apatis, bikin malas, tetapi berwarna kuning terang yang full bergairah. Kontradiksi yang menggemaskan.


Street Art Oggz Goy
Berangkat dari akar street art yang ia lakukan di Yogyakarta, karya Oggz juga menyimpan lapisan ketahanan yang khas. Figur yang dihadirkan memancarkan rasa kesendirian, tetapi juga keberanian untuk tetap eksis. Ini bukan sekadar representasi visual, melainkan refleksi pengalaman urban yang membebaskan siapa saja bermain interpretasi. Oggz bilang kepada Luxina di studionya di Kasihan, Yogyakarta, ketika karya-karyanya sudah lepas dari dalam studio, maka karya-karya tersebut sudah bebas milik publik, dan bebas diberi asumsi dan interpretasi apa saja.

Anak ISI Yogyakarta
Lahir di Jombang, Jawa Timur pada 1992, Oggz Goy menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia Yogyakarta, tempat ia mengasah praktik seni lukisnya sejak 2014 hingga 2021. Perjalanan artistiknya semakin terbentuk ketika ia memilih jalanan sebagai ruang eksplorasi sejak 2016. Dari sana, ia menemukan dinamika visual yang tidak steril, ruang-ruang yang sempit, kotor, tapi penuh energi, yang kemudian menjadi fondasi karakternya dalam karya.

Emosi dan Positive Vibe
Dalam konteks pasar seni kontemporer, pendekatan seperti ini semakin mendapatkan tempat. Kolektor kini tertarik pada karya yang mampu menggabungkan kesederhanaan visual dengan kedalaman emosional, dan menebarkan positive vibe yang nyata. Karya Oggz Goy memiliki kualitas tersebut, terasa tenang namun tetap memiliki otoritas visual yang kuat. Ia dapat dengan mudah masuk ke dalam estetika interior modern, tanpa kehilangan identitasnya sebagai karya seni yang berkarakter.

TELUR
Konsep “telur” yang diangkat juga menyimpan makna simbolik yang menarik. Ia merujuk pada semacam sel telur yang terjebak, berada dalam ruang sempit, tidak sepenuhnya bebas. Ide ini kemudian diterjemahkan ke dalam karakter yang hidup di tengah kota yang padat dan penuh tekanan. Pendekatan pesan Oggz ini memang menghadirkan nuansa absurd tetapi ringan, seolah menjadi cara untuk memahami dan menerima keterbatasan manusia modern saat ini.

Bebas Kompleksitas Teknis
Pada akhirnya, Oggz Goy menawarkan sesuatu yang jarang ditemukan, sebuah ketenangan yang memiliki daya tekan kuat. Ia tidak bergantung pada kompleksitas teknis atau detail berlapis. Garis yang tegas dan komposisi yang bersih sudah cukup untuk menciptakan kehadiran yang berwibawa. Dalam dunia visual yang semakin bising, karya seperti “Telur Gantung” hadir sebagai jeda, sekotak ruang hening yang justru lantang dalam menyampaikan emosi.

Kalimat Menggetarkan dari Oggz:
No longer say I want to create freely, if I wanted freedom I would probably choose to remain silent. (Crazy)





