Di tengah hamparan pegunungan Alpen Italia, di sebuah kawasan alami seluas 100 kilometer persegi bernama Oasi Zegna, lahir sebuah narasi panjang tentang harmoni antara manusia, alam, dan desain. Dari lanskap inilah, di Trivero, ZEGNA memperkenalkan kampanye Spring 2026 bertajuk The Winter Garden, sebuah refleksi gaya hidup yang tidak sekadar berpijak pada fashion, tetapi juga pada filosofi hidup yang berakar pada sejarah keluarga dan lingkungan.
Oasi Zegna bukan sekadar latar visual yang memesona. Kawasan ini merupakan warisan visioner Ermenegildo Zegna, pendiri rumah mode tersebut, yang sejak awal memandang alam sebagai sumber inspirasi utama. Di sinilah keluarga Zegna membangun rumah, mengembangkan hubungan dengan seni, serta merancang infrastruktur yang menghubungkan komunitas sekitar melalui 232 Road—jalan ikonik yang menjadi simbol keterhubungan antara manusia dan lanskap.

Dalam perjalanan membangun visi tersebut, keluarga Zegna menggandeng Pietro Porcinai, arsitek lanskap legendaris abad ke-20. Kolaborasi ini melahirkan Winter Garden, sebuah konsep taman yang memadukan kaca, cahaya, air, dan vegetasi dalam keselarasan yang subtil. Porcinai tidak hanya merancang ruang, tetapi membentuk sebuah filosofi: taman sebagai jembatan antara kehidupan domestik dan alam sekitar.
Berbeda dari rumah kaca konvensional, Winter Garden di Trivero dirancang layaknya ruang tamu yang menyatu dengan alam. Di sinilah keluarga Zegna menjamu tamu, mengadakan pertemuan bisnis, hingga menikmati momen privat. Arsitektur, tanaman, dan manusia hidup berdampingan dalam keseimbangan senyap—sebuah kemewahan yang lahir dari kesederhanaan dan kesadaran ekologis.

Pada masanya, ketika industri, seni, dan lanskap jarang bertemu dalam satu dialog, kolaborasi Zegna dan Porcinai justru menghadirkan bahasa baru dalam desain taman modern. Pergola, treillage, hingga “green walls” menjadi elemen yang mengundang alam masuk ke dalam ruang kerja dan hunian, alih-alih menghapusnya. Filosofi ini kemudian berkembang menjadi identitas ZEGNA: refined, harmonis, dan inovatif, namun tetap berakar pada alam.
Memasuki Spring 2026, ZEGNA kembali ke Winter Garden dengan menghadirkan aktor Mads Mikkelsen sebagai Global Ambassador. Kehadirannya merepresentasikan gaya yang terasa natural, tidak dibuat-buat, dan tumbuh seiring karakter pemakainya. Kampanye ini tidak berupaya menciptakan kesan dramatis, melainkan menampilkan kemewahan yang mengalir dengan sendirinya.
Pendekatan tersebut tercermin dalam pilihan material. Vellus Aureum, serat wol langka hasil riset tekstil ZEGNA, dipadukan dengan SECONDSKIN leather yang lembut dan presisi. Perpaduan ini menghasilkan busana yang tidak hanya mewah secara visual, tetapi juga fungsional dan nyaman. Ikonik Triple Stitch™ shoe turut hadir sebagai penanda warisan craftsmanship yang terus relevan dalam konteks modern.
Siluet koleksi Spring 2026 tampil rileks dan fluid, mengikuti kontur tubuh tanpa memaksakan struktur. Setiap potongan dirancang untuk berevolusi bersama pemakainya, layaknya perubahan musim di Oasi Zegna. Jaket Il Conte berbahan SECONDSKIN, misalnya, menjadi representasi bagaimana konstruksi yang matang dapat berpadu dengan rasa ringan dan elegan.
Dalam lanskap fashion global yang semakin kompetitif dan cepat berubah, ZEGNA justru memilih untuk melambat. Dengan kembali ke Winter Garden, merek ini menegaskan bahwa kemewahan sejati tidak terletak pada tren sesaat, melainkan pada kesinambungan nilai, kualitas, dan hubungan yang autentik dengan alam.



