Pagi yang cerah di Pantai Pererenan, Bali, terasa seperti satu ruang kelas yang dibuka langsung oleh alam. Angin pantai bergerak pelan, deburan ombak membangun ritme, sementara sejumlah orang duduk khusyuk mengoleskan larutan Kalium Ferisianida dan Besianion Sitrat ke permukaan kertas dengan kuas. Dari tangan-tangan yang semula hanya memegang bahan kimia dan kertas, perlahan lahir sebuah kemungkinan visual. Kegiatan main-main cetak workshop cyanotype ini dipandu GAMA STUDIO, menghadirkan pengalaman fotografi dalam bentuk yang puitis, ketika cahaya matahari menjadi seniman, laut menjadi latar, dan warna biru Prusia tumbuh di luar prediksi.


Prussian Blue dari Sir John Herschel
Cyanotype sendiri merupakan salah satu teknik cetak fotografi monokrom paling awal dalam sejarah. Ditemukan oleh astronom dan ilmuwan Inggris Sir John Herschel pada tahun 1842, teknik ini pada mulanya digunakan untuk menyalin catatan dan cetak biru arsitektur. Prosesnya bertumpu pada reaksi fotokimia, ketika permukaan kertas atau kain yang telah dilapisi larutan peka cahaya dipertemukan dengan objek atau negatif film, lalu disinari ultraviolet. Bagian yang menerima cahaya akan membentuk pigmen Prussian Blue, sementara area yang terlindungi tetap mempertahankan jejak bentuknya setelah proses pembilasan. Di Pererenan, sains yang berusia hampir dua abad itu terasa sangat kontemporer, bahkan meditatif.

Bimbingan Warna dan Cahaya dari GAMA STUDIO
Tim GAMA STUDIO memberi arahan dengan lugas dan jelas, tetapi ruang terbesar tetap diberikan kepada rasa ingin tahu para peserta. Ada momen ketika kertas berubah warna, ada jeda ketika hasilnya masih tersembunyi di dalam rendaman, lalu kejutan kecil saat komposisi biru mulai muncul dan menemukan bentuknya sendiri. Proses ini mengingatkan bahwa fotografi tidak selalu membutuhkan layar, tombol, dan kecepatan. Cahaya bisa bekerja perlahan, air bisa menyelesaikan gambar, dan sebuah karya seni dapat lahir dari percakapan sederhana antara kimia, matahari, dan tangan manusia.

GAMA STUDIO dan Gung Ama
Berbasis di dalam Tegal Temu Space, Bali, GAMA STUDIO adalah laboratorium fotografi alternatif yang memperluas pengalaman melihat dan menciptakan gambar. Di sini, karya-karya Gung Ama dapat ditemui berdampingan dengan pengalaman fotografi melalui Afghan Box Camera, workshop cyanotype, pinhole camera, serta rencana ruang riset dan residensi. Workshop cyanotype di Pantai Pererenan menjadi gambaran tentang semangat tersebut: fotografi dikembalikan kepada sifatnya yang paling ajaib, ketika cahaya tidak sekadar menerangi dunia, tetapi juga meninggalkan jejak yang dapat disentuh, disimpan, dan terus dibayangkan.

Edukasi Alternatif Fotografi
Mengenai workshop ini, Nehemia, representative GAMA STUDIO mengatakan bahwa, “Misi Gama sebenarnya ingin mengedukasi publik dan menyebarkan ilmu tentang alternatif fotografi. Gama Studio sendiri adalah mini galeri Untuk karya-karya Gung Ama. Gung Ama menggunakan camera box untuk praktek artistiknya, turunannya ada cetak foto alternatif untuk cyanotype, ada juga program untuk belajar pinhole camera. Keterlibatan di Mereren Fest 2026, kita ada sesi workshop cyanotype, ada pinhole camera. Gung Ama sendiri akan berpameran fotogari yang dicetak di atas kanvas tanpa bingkai.”

Mereren Festival 2026 berlangsung pada tanggal 21 hingga 23 Agustus 2026, merayakan budaya, komunitas, musik, dan pengalaman pesisir di Noema Resort Pererenan, Pantai Pererenan, serta berbagai sudut kawasan sekitarnya. Sebagai festival budaya berbasis komunitas, Mereren Festival menghadirkan tradisi budaya, percakapan kreatif, musik, wellness, pengalaman kuliner, hingga kolaborasi dengan warga dan pelaku lokal untuk memperkuat hubungan antara manusia, tempat, dan laut. Selama tiga hari, festival ini bergerak melalui tiga elemen utama dalam tema tahun ini: WIND, “Where the Journey Begins”, WAVE, “Move with the Rhythm”, dan NEIGHBORHOOD, “Celebrate Together”. Setiap elemen menghadirkan ekspresi berbeda dari identitas unik Pererenan melalui upacara budaya, seni, musik, makanan, dan pengalaman komunal yang mengajak semua orang merayakan kehidupan bersama.






