New York dikenal sebagai kota yang tak pernah tidur, dan salah satu ikon budayanya adalah street cart. Sejak akhir abad ke-19, gerobak makanan telah menjadi bagian dari lanskap kota, melayani para pekerja, imigran, hingga wisatawan yang mencari santapan cepat namun memuaskan.
Di Manhattan, halal cart dengan ayam panggang, nasi berbumbu, dan saus putih khas menjadi fenomena global yang identik dengan cita rasa berani dan porsi melimpah.
Tradisi inilah yang diinterpretasikan ulang oleh The Coach Restaurant dalam format berbeda selama Ramadan. Lewat konsep NYC Cart-Style Iftar, restoran ini menghadirkan energi street food New York dalam suasana yang lebih terkurasi dan komunal.
Kebersamaan Ramadan di Meja Makan The Coach Restaurant

Budaya street cart di New York tumbuh dari kebutuhan akan makanan cepat, terjangkau, dan mengenyangkan. Seiring waktu, beberapa menu seperti chicken over rice dan saus putih creamy menjadi bagian dari identitas kuliner kota tersebut. The Coach Restaurant mengambil inspirasi dari semangat itu, lalu membawanya untuk sajian berbuka puasa.
Menu ini hadir dalam format platter mewah untuk dibagikan hingga empat orang. Pendekatan ini menyesuaikan karakter Ramadan yang menekankan kebersamaan, tanpa menghilangkan elemen khas street cart yang bold dan ekspresif.
Menu dengan Akar Global dan Sentuhan Lokal

NYC Cart-Style Iftar menyajikan rangkaian hidangan yang mencerminkan perpaduan budaya. Charcoal Chicken with Rice Pilaf menghadirkan ayam panggang arang yang juicy di atas nasi pilaf berbumbu.
Lalu, ada juga Chop-House Kale Tabbouleh sebagai elemen segar. Kale yang dicincang halus dipadukan dengan herba dan bumbu ringan, menciptakan kontras terhadap hidangan utama yang lebih kaya rasa.
Everything-Spiced Fries, kentang goreng renyah dengan baluran bumbu khas Coach, memberi tekstur tambahan yang akrab namun tetap berbeda.
Dua saus pendamping, The “Coach White” Sauce dan The “Coach Red” Sauce, terinspirasi dari kombinasi saus putih creamy dan saus pedas yang lazim ditemukan di street cart New York. Kehadiran saus menjadi bagian dari identitas rasa yang membuat pengalaman terasa autentik.

Salah satu hidangan yang menarik adalah Beef Rendang Street Pie. Rendang, yang dikenal sebagai hidangan khas Minangkabau dan telah diakui luas sebagai salah satu makanan terenak di dunia, dimasak perlahan hingga empuk lalu dibungkus dalam pastry renyah bergaya Amerika.
Format pie memberi nuansa street-style, sementara cita rasa rendang tetap dipertahankan. Perpaduan ini mencerminkan dialog antara inspirasi global dan kedekatan rasa lokal.

Sebagai penutup, Sticky Date Toffee Pudding hadir dengan tekstur lembut dan saus toffee yang kaya serta es krim.
Dalam suasana Ramadan, konsep NYC Cart-Style Iftar di The Coach Restaurant menawarkan alternatif bagi yang ingin berbuka dengan format berbeda. Tidak sepenuhnya tradisional, namun tetap menghormati nilai kebersamaan.

