Bagi penikmat sepatu buatan Italia, nama Santoni identik dengan craftsmanship yang dikerjakan tanpa kompromi. Maison yang berdiri pada 1975 di Corridonia, wilayah Marche, Italia ini dikenal melalui sepatu dan leather goods yang menggabungkan teknik pembuatan tradisional, material berkualitas tinggi, serta sentuhan pewarnaan kulit yang dikerjakan sepenuhnya dengan tangan. Selama lebih dari lima dekade, Santoni membuktikan bahwa kemewahan tidak hanya lahir dari desain, tetapi juga dari keahlian yang diwariskan lintas generasi.

Filosofi tersebut kembali diterjemahkan dalam koleksi Spring/Summer 2027 dengan tema besar The Art of Encounter. Tema ini berbicara tentang sebuah “pertemuan”—antara tradisi dan inovasi, antara pengrajin dan pemakai, hingga antara nilai klasik dengan kebutuhan gaya hidup modern. Bagi Santoni, setiap produk merupakan hasil dari hubungan yang terus berkembang, bukan sekadar objek yang selesai dibuat.
Model yang paling mencuri perhatian adalah Carlo loafer, salah satu ikon Santoni yang kembali hadir dengan sentuhan baru. Sepatu ini tetap menggunakan konstruksi Goodyear Reverse, teknik pembuatan yang memberikan karakter lebih ringan, lentur, sekaligus nyaman dikenakan sejak awal. Berbeda dari musim sebelumnya, Carlo kini dapat dipersonalisasi melalui tassel yang bisa dilepas dan diganti sesuai karakter pemiliknya lewat layanan One Live, bagian dari program kustomisasi One of One. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana personalisasi semakin menjadi bagian penting dari pengalaman menikmati produk mewah.

Eksplorasi material juga menjadi kekuatan koleksi ini. Ira double buckle memadukan Seta suede yang lembut dengan bagian ujung sepatu berbahan Origine full-grain calfskin, kemudian disempurnakan menggunakan teknik pewarnaan tangan khas Santoni, Velatura. Teknik ini menghasilkan gradasi warna yang kaya dan menjadi salah satu identitas visual maison asal Italia tersebut. Kombinasi material yang sama juga diterapkan pada Arlo bag, tas dengan siluet santai yang tetap mempertahankan kesan elegan.

Karakter urban hadir melalui Oscar double-buckle loafer dan Didi work bag. Oscar menggunakan kulit Origine dengan konstruksi Goodyear Reverse serta proporsi yang lebih kontemporer, sementara Didi menawarkan keseimbangan antara fungsi dan kemewahan untuk kebutuhan sehari-hari. Santoni menunjukkan bahwa sepatu formal dan aksesori kerja tidak harus terasa kaku, tetapi tetap dapat mengikuti ritme kehidupan modern.
Untuk gaya yang lebih kasual, Santoni menghadirkan Off-Duty dan Weekender. Off-Duty menggabungkan kenyamanan sneaker dengan teknik pembuatan sepatu tradisional, sedangkan Weekender menawarkan siluet yang lebih ringan untuk aktivitas harian. Melengkapinya, hadir Eco Bag, tas reversible berbahan Granato dome-grain calfskin dan Seta suede yang dapat dipersonalisasi menggunakan berbagai pilihan charms dan aksesori. Fleksibilitas menjadi kata kunci, tanpa mengurangi kualitas craftsmanship yang menjadi ciri khas Santoni.

Koleksi wanita Spring/Summer 2027 juga mulai diperkenalkan sebagai perluasan dari filosofi yang sama. Model Carla loafer mengambil inspirasi dari Carlo, sementara Off-Duty, Weekender, dan Ira versi wanita menerjemahkan kode desain maskulin Santoni ke dalam proporsi yang lebih halus. Hasilnya adalah koleksi yang saling terhubung, namun tetap memiliki identitas masing-masing.
Di balik setiap produknya, Santoni tetap mempertahankan berbagai teknik pengerjaan tangan yang menjadi identitas maison. Intrecci menghadirkan anyaman kulit yang dibuat secara manual, Serpentine membentuk tekstur tiga dimensi melalui susunan potongan kulit yang presisi, sementara jahitan Sigillo menjadi simbol hubungan antara artisan dan karya yang mereka hasilkan. Bersama teknik Velatura dan konstruksi Goodyear Reverse, seluruh elemen tersebut menunjukkan bahwa inovasi bagi Santoni tidak pernah menggantikan tradisi, melainkan memperkaya warisan yang sudah ada.

Melalui The Art of Encounter, Santoni kembali menegaskan bahwa luxury sejati tidak selalu diwujudkan lewat desain yang mencolok. Justru, nilai tersebut tumbuh dari dialog yang terus berlangsung antara material terbaik, keterampilan manusia, dan kebebasan pemakainya untuk memberikan sentuhan personal. Sebuah pendekatan yang membuat setiap pasang sepatu atau leather goods tidak hanya menjadi produk, tetapi juga bagian dari perjalanan hidup pemiliknya. Dan kabar terbarunya adalah, jenama sepatu Italy ini akan segera hadir di Jakarta!


