Pameran yang mendebarkan “Ancient Egypt Unveiled: Treasures from Egyptian Museums” di Hong Kong Palace Museum (HKPM). Ini bukan pameran museum biasa; ini adalah blockbuster kultural yang menampilkan 250 benda (para dewa, firaun, dan harta karun yang telah berusia ribuan tahun). Dr. Zahi Hawass (kurator) memboyong koleksi dari tujuh museum terpenting di Mesir untuk berlayar ke Hong Kong. Ini adalah kolaborasi dahsyat, antara kekayaan sejarah Mesir dan finesse museum di Hong Kong.

Empat perjalana waktu Ancient Egypt
Pameran ini dibagi ke dalam empat bagian; The Land of Pharaohs, The World of Tutankhamun, The Secrets of Saqqara, dan Ancient Egypt and the World. Alurnya diatur sedemikian rupa, pengunjung dibuat berhadapan langsung denga patung kolosal Tutankhamun setinggi 2.8 meter, yang hadir sebagai karakter utama yang berdiri gagah perkasa, namun mimik wajahnya tersenyum halus. Lalu, ada Akhenaten, sang “pharaoh pemberontak,” yang estetikanya berbeda dari yang lain. Ini adalah tokoh politik, seni, dan spiritualitas.

Mumi Kucing di situ Saqqara
Tahukah kalian jika kucing mati juga dijadikan mumi? Dalam dunia yang dipenuhi emas dan kekuasaan, inilah detail yang paling personal dan menggugah. Bagi orang Mesir kuno, kucing adalah aksesori terpenting, perwujudan suci dewi Bastet. Mereka tidak sekadar hewan peliharaan; mereka adalah simbol perlindungan, elegan, dan kekuatan spiritual. Keberadaan mumi kucing di sini adalah pengingat bahwa di balik semua kemegahan piramida dan obelisk, ada sebuah peradaban yang memahami seni hingga ke hewan peliharaan. Pameran ini (26 November 2025 hingga 31 Agustus 2026) bagaikan pintu untuk menyaksikan bagaimana sebuah peradaban mendefinisikan kemewahan, kekuasaan, dan keabadian.











