Saya melihat pergeseran sebuah jam tangan berhenti menjadi objek gaya hidup, lalu bertransformasi menjadi instrumen yang benar-benar hidup dalam konteks ekstrem. Itulah kesan pertama saya saat memegang Pilot’s Venturer Vertical Drive dari IWC Schaffhausen di Watches And Wonders 2026, sebuah karya yang terasa lebih dekat ke kapsul luar angkasa ketimbang aksesori pergelangan. Atau mungkin gaya hidup masa depan di luar bumi yang serba ultra futuristik. Jam ini tidak sekadar menawarkan komplikasi baru atau material eksotis. Ia membawa sebuah pertanyaan fundamental: bagaimana waktu dibaca, diatur, dan “dirasakan” ketika manusia meninggalkan bumi?
Menghapus Kebiasaan Lama

Hal pertama yang terasa asing—dan sekaligus memikat—adalah absennya crown. Dalam dunia horologi, ini hampir seperti menghilangkan jantung dari tubuh. Namun IWC justru memindahkan seluruh interaksi ke bezel berputar dengan sistem “Vertical Drive”.
Dalam praktiknya, pengalaman ini terasa intuitif sekaligus mekanis. Putaran bezel tidak sekadar dekoratif; ia menjadi medium komunikasi antara manusia dan mesin. Ditambah rocker switch di sisi case, transisi antar fungsi—dari winding hingga pengaturan waktu—terasa seperti mengoperasikan instrumen kokpit. Bukan gimmick, melainkan solusi nyata untuk kondisi di mana sarung tangan astronaut membuat crown tradisional menjadi tidak relevan.
Dial yang Dirancang untuk Kekacauan Waktu
Di luar angkasa, waktu kehilangan ritme alaminya. Pilot’s Venturer Vertical Drive merespons ini dengan pendekatan yang rasional: format 24 jam berbasis UTC. Dial hitam matte-nya tampil nyaris brutal dalam kesederhanaan—tanpa refleksi, tanpa distraksi.
Dua lapisan waktu hadir secara simultan: waktu misi dan waktu “rumah”. Jarum utama menjaga referensi, sementara indikator 24 jam di lingkar luar menjadi jangkar orientasi. Dalam pengamatan, keterbacaan menjadi kekuatan utama. Ini bukan dial yang mencoba memikat; ia bekerja.

Material yang Tidak Sekadar Tahan, Tapi Adaptif
Ketika berbicara tentang jam tangan luar angkasa, ketahanan adalah syarat minimum. Namun IWC melangkah lebih jauh dengan kombinasi white zirconium oxide ceramic dan Ceratanium®. Hasilnya adalah struktur yang terasa ringan di pergelangan, namun secara teknis mampu menghadapi fluktuasi suhu ekstrem dan tekanan mekanis tinggi.
Ada sensasi kontras yang menarik: secara visual, jam ini terasa bersih dan hampir minimalis. Namun di balik itu, ia menyimpan kompleksitas material yang sangat tinggi—sebuah dualitas yang sering menjadi ciri khas desain modern.
Mesin yang Bekerja di Dua Dunia
Di dalamnya, calibre 32722 dengan cadangan daya 120 jam menghadirkan stabilitas yang mengesankan. Sistem winding hybrid—otomatis sekaligus manual melalui bezel—memberikan fleksibilitas yang relevan, terutama dalam kondisi mikrogravitasi.
Ini bukan sekadar inovasi teknis, tetapi refleksi dari kebutuhan nyata: di luar angkasa, setiap interaksi harus efisien, setiap energi harus dimaksimalkan.
Diuji untuk Realitas, Bukan Sekadar Narasi

Banyak jam mengklaim ketangguhan. Namun Pilot’s Venturer Vertical Drive membawa legitimasi yang jarang dimiliki: pengujian oleh Vast untuk misi Haven-1.
Simulasi getaran hingga 10g dan pengujian lingkungan ekstrem bukan sekadar angka di lembar spesifikasi. Mereka menjadi fondasi kredibilitas—bahwa jam ini memang dirancang untuk digunakan, bukan hanya diceritakan.
Antara Instrumen dan Pernyataan
Pada akhirnya, Pilot’s Venturer Vertical Drive berdiri di persimpangan unik. Ia adalah tool watch dalam arti paling literal—dirancang untuk fungsi, diuji untuk ekstrem, dan disiapkan untuk orbit. Namun di saat yang sama, ia tetap membawa narasi desain yang kuat: minimalis, futuristik, dan sangat terkurasi.
Ini bukan jam untuk semua orang. Bahkan mungkin bukan untuk kehidupan sehari-hari di bumi. Tapi justru di situlah daya tariknya. Karena di era ketika eksplorasi luar angkasa mulai terasa nyata dan komersial, jam ini bukan sekadar penunjuk waktu—ia adalah penanda zaman.



