Seorang model profesional, yang telah melaju di sejumlah runway terkemuka di Indonesia, tiba-tiba membawa 10 karya lukisnya ke Osaka Jepang untuk satu pameran seni internasioanl Unknown Asia 2025 yang berlangsung hanya tiga hari (5-7 Desember 2025). Namanya Han Chandra, pembawaannya tenang, wajahnya tak bisa menyiratkan usianya, selalu tersenyum, dan suara yang terdengar datar dan ramah. Karya lukis yang ia bawa bertajuk Tanadiri atau I Am Forest, menampilkan lukisan akrilik di atas kanvas yang dikurasi oleh Venerdi Handoyo.

Energi karya Han Chandra
Energi karya-karya Han Chandra bergerak di antara cerahnya warna dan keceriaan detail visual. Sekilas terasa ringan, cerah dengan figur berwajah polos damai, karakter imut, dan palet warna yang manis—namun jika dilihat dari komposisi lukisan, seperti ada intensitas yang nyaring: tentang kesendirian sembari mempertanyakan alam. Alam yang ditampilkan tak bisa dipungkiri bernuansa alam Ghibli yang ideal, yang identik dengan positive energy, dengan kualitas yang tenang, seolah menyembuhkan, dan kontemplatif.

Aku suka bertani dan berkebun
“Karya ini menceritakan tentang koneksi antara alam dan manusia,” ujar Han kepada Luxina. “Karena mungkin selama ini aku ngerasa kayaknya ada jarak antara alam dan manusia. Kebetulan aku juga suka bertani dan berkebun. Jadi aku banyak memperhatikan tanaman dan tumbuhan, saat mereka gagal panen, saat mereka tumbuh tunas, itu tuh banyak ngasih inspirasi di karya ini. Jadi koneksi antara manusia dan tumbuhan itu aku gambarin lewat subjek imajinasi sosok figuratif ini. Sosok ini adalah koneksi antara alam dan tumbuhan.

Alam Ghibli adalah ruang untuk bernapas
Alam dalam film-film Studio Ghibli bukan sekadar latar, melainkan ruang bernapas: ladang bersih, hutan yang sunyi tapi hidup, angin yang membawa waktu berjalan lebih lambat. Energinya lembut—memberi rasa aman, kehangatan, dan harapan. Di sana, manusia tidak mendominasi alam, melainkan hadir sebagai bagian kecil dari siklus yang lebih besar. Spirit ini juga muncul di dunia Han Chandra. Alam Han menawarkan positive energy yang hening, sederhana, dalam kepolosan emosi. Vibes-nya bukan euforia, melainkan grounding: mengajak kita kembali pulang—ke tubuh, ke alam, ke rasa menjadi manusia.

TANADIRI “I Am Forest”
Bertajuk Tanadiri atau I Am Forest, koleksi ini menampilkan lukisan akrilik di atas kanvas yang dikurasi, dengan ragam ukuran. Tanadiri adalah perenungan personal sekaligus universal: tentang kerinduan, kegelisahan, dan relasi manusia dengan alam yang memang perlu dipertanyakan. Han Chandra menempatkan dirinya sebagai subjek imajinatif—manusia yang menyatu, bahkan melebur, dengan tumbuhan—sebuah ajakan untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dan mengingat kembali tentang manusia hidup di mana.

Mengajak kembali peduli alam
“Saya ingin karya-karya ini mengajak kita merenungkan kembali hubungan dengan alam dan seluruh makhluk hidup,” ujarnya dari hari pertama pameran di Osaka. Selain model, Han juga seorang kreator, penulis. Sebelumnya Han telah menggelar pameran tunggal Teduh di Jakarta dan Bali pada 2018, sekaligus menerbitkan dua buku cerita anak.


