Luxina.id, Louis Vuitton baru saja meluncurkan kampanye Men’s Spring-Summer 2026 Formalwear, dan kali ini mereka melempar kartu AS ke atas meja: Jude Bellingham. Ya, Jude—anak muda yang biasanya sibuk bikin lawan terpeleset di lapangan, kini dipakaikan jas formal dan formal attire lain dari Louis Vuitton. Dan hasilnya? Surprisingly, it works.
Dari Bernabéu ke Boulevard Saint-Germain
Pharrell Williams, dengan visi dandyisme yang kadang genius dan membuat alis terangkat, memutuskan bahwa Bellingham adalah the gentleman in progress. Koleksi ini menampilkan jas workwear-inspired dengan palet marine blue patina. Artinya? Anda bisa terlihat seperti diplomat muda PBB, tanpa kehilangan vibe atlet yang baru saja cetak gol di menit ke 90.
Dan mari jujur: melihat Jude dalam tailoring ini, kita sadar bahwa sebagian besar pria muda di luar sana masih sibuk menolak pakai jas dengan alasan “nggak nyaman” dan “mau kemana?”. Padahal masalahnya bukan jasnya—tapi tubuh yang belum gym-ready.

Aksesorisnya? Subtil dan Tidak Butuh Validasi
Masuklah lini LV Aerogram, dengan kulit waxy grained calf yang super lembut. Detail hardware matte tone-on-tone? Ini adalah bahasa tubuh luxury yang bilang: Saya kaya, tapi tidak butuh logo sebesar billboard untuk membuktikannya.
Ada Keepall baru, ada Messenger, ada Duo Pouch. Apakah Jude benar-benar butuh tas itu untuk bawa sepatu bola? Tentu tidak. Tapi apakah kita ingin melihatnya menenteng tas itu sambil melangkah ke private jet? Absolutely yes.
Jude: The Gentleman We Didn’t Know We Needed
Yang bikin kampanye ini bekerja adalah fakta bahwa Jude tidak terlihat seperti model, dan itu justru keuntungannya. Dia punya karisma polos tapi percaya diri—the boy next door yang tiba-tiba muncul di pesta gala dengan tuxedo. Anda heran, Anda kagum, dan Anda sedikit iri.
Louis Vuitton ingin menunjukkan bahwa pria modern tak perlu lagi memilih: bisa jadi atlet, bisa jadi style icon, bisa keduanya dalam satu napas. Dan Jude? Dia poster boy sempurna untuk mengirim pesan itu.

Tailoring, But Make It 2026
Koleksi ini adalah reminder halus bahwa formalwear tak lagi berarti boring. Ini bukan jas ayah Anda, bukan pula setelan nikahan sepupu yang warnanya meragukan. Ini adalah tailoring yang bisa dipakai dari ruang rapat, lounge bandara, sampai gala dinner—tanpa terlihat seperti sedang cosplay pengacara muda.
Louis Vuitton paham satu hal: pria abad ini ingin jas yang bisa dipakai sambil tetap terlihat muda, sukses, dan slightly untouchable. Dan dengan Jude, mereka berhasil menjual mimpi itu—dengan senyum selebar gawang Bernabéu.
Koleksi formal ini akan tersedia mulai 28 Agustus 2025 mendatang. Kalau masih ragu, bayangkan saja Jude Bellingham tersenyum dalam jas marine blue itu. Lalu tanyakan pada diri sendiri: kapan terakhir kali jas membuat Anda ingin jatuh cinta?



