Mega Show Hong Kong 2025 kembali menjadi magnet bagi ribuan pembeli internasional yang mencari produk terbaru di bidang hadiah, rumah tangga, dan kerajinan. Pameran dagang berskala internasional yang berlangsung pada 20–23 Oktober di Hong Kong Convention and Exhibition Centre ini menampilkan lebih dari 2.500 peserta dari berbagai negara. Tahun ini, Indonesia kembali menegaskan eksistensinya lewat kehadiran Paviliun Indonesia, hasil kolaborasi antara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Pemprov DKI Jakarta melalui program Jakpreneur, dengan dukungan penyelenggara pameran asal Indonesia, Deka Event Indonesia.

Paviliun Indonesia tahun ini menempati area strategis di Handicraft Zone, zona khusus yang baru dibentuk oleh pihak penyelenggara sebagai pengakuan atas keunikan produk kriya dari kawasan Asia Tenggara. Indonesia sendiri membawa 12 UMKM unggulan yang menampilkan beragam produk mulai dari batik, perhiasan perak, furnitur, hingga dekorasi rumah berbahan alami.
Peran Deka Event: Mengharmonikan Kolaborasi Multi-Pihak
Dalam wawancara dengan Luxina, Agi Widiawan Kadar, Project Director Deka Event Indonesia, menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam menghadirkan Paviliun Indonesia bukan hanya soal pendanaan, tetapi juga koordinasi lintas lembaga.

“Tantangan terbesarnya adalah soal efisiensi anggaran dan harmonisasi antara berbagai pihak pembina UKM. Setiap lembaga punya gaya dan standar sendiri, dan kami harus memastikan semuanya bisa berjalan selaras, mulai dari desain paviliun hingga cara penyajian produk,” ujar Agi.
Meski begitu, Agi mengapresiasi dukungan yang tetap diberikan oleh Kemenperin dan Pemprov DKI Jakarta. “Tahun ini dukungan masih ada, meskipun terbatas. Tapi kami bersyukur karena dua pihak ini berkolaborasi untuk menghadirkan Paviliun Indonesia yang kuat. Bahkan tahun ini, untuk pertama kalinya, kita mendapat zona khusus Handicraft Zone — pengakuan bahwa produk kriya Indonesia memang punya kelas tersendiri,” tambahnya.

Deka Event juga berkomitmen untuk memastikan kenyamanan para peserta selama pameran. “Kami fokus pada hal-hal teknis seperti lokasi strategis, tampilan display, dan fasilitas supaya para peserta bisa fokus berinteraksi dengan calon pembeli. Ke depan, kami ingin menghadirkan tim pendamping yang bisa membantu proses negosiasi B2B selama pameran,” kata Agi.
Kemenperin Hadirkan Delapan UMKM Mitra Binaan
Kementerian Perindustrian melalui Direktorat IKM Aneka dan Kerajinan membawa delapan UMKM unggulan yang menempati dua area utama Paviliun Indonesia.

Booth 3B-C10 diisi oleh Alleira Batik, merek batik premium yang berdiri sejak 2005 dengan visi membawa batik Indonesia ke panggung dunia lewat desain modern dan bahan berkualitas tinggi. Koleksinya memadukan teknik batik tulis dan cap dalam gaya kontemporer yang elegan. Lalu ada Stone and Deco, brand di bawah PT Cita Mulya Kreasi yang menghadirkan karya dekoratif dari onyx, marmer, terracotta, dan kayu dengan sentuhan ramah lingkungan. Perusahaan ini memberdayakan pengrajin di Tulungagung dan mengedepankan keberlanjutan dalam setiap karyanya. Lalu ada Naralia Group Indonesia, perusahaan asal Bali yang dikenal sebagai pengekspor produk lokal unggulan seperti vanila, pala, kayu manis, dan madu ke berbagai negara. Kali ini Naralia membawa produk kerajinan tangan berupa tas dan kain etnik yang diberi sentuhan modern. Sementara Oni & Craft 96 menampilkan berbagai karya seperti 3D papertole, filigree perak 925, dan kerajinan kayu, dengan sentuhan teknologi modern, desain kreatif, dan nilai budaya tinggi.




Masih di area Paviliun Indonesia, menempati Booth 3B-D7 terdapat Art Classic Indonesia, perusahaan furnitur asal Jepara yang memproduksi berbagai perabot, aksesori, dekorasi dan perangkat rumah tangga dari bahan kayu mahoni dan jati berkualitas tinggi, Art Classic telah menembus pasar global di lebih dari 30 negara. Kemudian ada Cita Mulya Kreasi yang juga menampilkan karya dekoratif batu alam khas Indonesia, serta Sentana Art Wood (SAW) yang terkenal karena komitmennya terhadap prinsip keberlanjutan menghadirkan produk kerajinan dari akar jati dan kayu limbah. Sentana Art Wood kini dikenal luas di pasar Amerika dan Eropa atas dedikasinya dalam memadukan desain artistik dengan tanggung jawab lingkungan. Terakhir, Lulu Living menampilkan dekorasi rumah bernuansa tropis modern yang elegan, dengan sentuhan material alami dan gaya kontemporer yang selaras dengan tren desain global.




Jakpreneur Dukung UMKM Jakarta untuk Go Global
Selain Kemenperin, Pemprov DKI Jakarta melalui program Jakarta Entrepreneur (Jakpreneur) juga turut serta membawa empat UMKM binaan yang siap menembus pasar ekspor. Partisipasi ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pelaku usaha kreatif Jakarta agar mampu bersaing di tingkat internasional.

Di Booth 3B-C2 dan 3B-D1, tampil Vite dengan koleksi perhiasan perak filigree 925 murni hasil pengerjaan tangan khas Indonesia. Desainnya yang detail dan elegan mencerminkan perpaduan antara seni klasik dan gaya modern. Kokaind menampilkan produk Ethical Ethnic Wear yang berbasis material alami dan daur ulang, yang memadukan gaya urban dengan nilai keberlanjutan. Rajawali Kraftindo Nusantara, yang telah beroperasi lebih dari 25 tahun, memperlihatkan koleksi alat dapur berbahan kayu, bambu, dan batu yang diproduksi bersama pengrajin lokal di berbagai daerah Indonesia. Mozass Healthy Labs melengkapi barisan UMKM binaan Jakpreneur lewat produk organik dan gaya hidup berkelanjutan yang mendukung Sustainable Development Goals. Perusahaan ini memberdayakan petani kopi organik, menggunakan bahan lokal, serta menerapkan sistem daur ulang dalam produksinya. Selain itu, Mozass juga membawa produk handicraft dan fashion seperti tas, dompet, dan baju, yang memadukan gaya etnik dan modern.




Menegaskan Citra Indonesia sebagai Negara Kreatif dan Berdaya Saing
Kehadiran Paviliun Indonesia di Mega Show Hong Kong 2025 bukan sekadar partisipasi, tetapi juga bentuk nyata bahwa produk kriya dan kreatif Tanah Air mampu bersaing di pasar global. Melalui sinergi antara Deka Event, Kemenperin, dan Jakpreneur, Indonesia menunjukkan kekuatan ekonomi kreatifnya di panggung internasional. Inovasi, keberlanjutan, dan budaya berpadu menciptakan daya tarik yang khas, menjadikan Paviliun Indonesia sebagai representasi semangat kolaborasi dan kebanggaan nasional. Tahun ini, Indonesia tidak hanya membawa produk, tetapi juga membawa cerita, nilai, dan karakter bangsa yang siap menginspirasi dunia.

Foto cover: Robbi Essa Pribadi


