Di sebuah sore yang romantis, Maison Met by Mety Choa memperkenalkan koleksi kapsul bridal terbarunya, “ELUNÉ,” dalam kolaborasi bersama Weddings by Marriott Bonvoy melalui Indonesia Showcase di The St. Regis Jakarta pada 25 April 2026. Koleksi ini tidak sekadar menjadi presentasi mode, tetapi juga refleksi emosional tentang bagaimana kelembutan dan struktur dapat berdialog dalam satu siluet. Bagaimana rancangan minimalis bisa bercinta dengan detail dramatis, satu tabrakan kreatif yang indah dan enerjik.

Keheningan “ELUNÉ”
“ELUNÉ” merangkum estetika yang terasa hening namun tegas. Taffeta yang kokoh bertemu dengan liquid silk yang mengalir, sementara organza membingkai tubuh dengan transparansi yang nyaris puitis. Palet putih gading menjadi kanvas bagi permainan tekstur, drapery, dan detail embellishment yang membahana drama. Di sinilah Mety Choa menyusun narasi tentang pengantin masa kini, sosok yang tidak lagi terikat pada satu definisi, melainkan merayakan identitas personal yang kalem tetapi meletupkan kesan kegembiraan yang tak terlupakan.


Estetika Mety Choa
Kehadiran figur seperti Anya Geraldine, Ketut Permata Juliastrid, dan Agnes Rahajeng memperkuat pesan yang ingin disampaikan koleksi ini tentang keberanian perempuan dalam mendefinisikan dirinya sendiri. Dalam lanskap yang lebih luas, ELUNÉ juga mencerminkan pergeseran signifikan dalam desain gaun pengantin, di mana minimalisme akhir 90-an kembali bersinggungan dengan kemewahan yang lebih ekspresif. Siluet strapless dan potongan A-line tetap bersih, namun diperhalus dengan struktur satin duchesse, taffeta, serta detail kristal yang terkurasi dengan disiplin estetika tinggi.

Karpet Merah Internasional
Perjalanan Mety Choa sendiri menjadi fondasi dari narasi ini. Setelah menembus panggung global melalui presentasi di New York Fashion Week dan menghiasi berbagai karpet merah internasional, visinya kini mengarah pada pembentukan sebuah warisan mode yang berakar di Indonesia namun berbicara dalam bahasa global. ELUNÉ menjadi penanda penting, bukan hanya tentang bagaimana sebuah gaun dirancang, tetapi bagaimana perasaan, raga, dan identitas dapat bertemu dalam satu konstruksi yang mantap.














