Di antara nama-nama besar dalam perpetaan jam tangan diving Swiss, Squale memiliki posisi yang unik. Jenama independen yang lahir di Neuchâtel pada 1959 ini bukan sekadar pembuat jam tangan selam, tetapi juga bagian dari sejarah perkembangan professional dive watch modern. Didirikan oleh Charles Von Büren dan kemudian diteruskan keluarga Maggi sejak era 1980-an, Squale membangun reputasinya lewat satu hal yang konsisten: membuat jam tangan yang benar-benar digunakan untuk menyelam, bukan hanya terlihat seperti alat selam.

Nama “Squale” sendiri berarti hiu dalam bahasa Prancis, simbol yang terasa tepat untuk jenama yang sejak dekade 1960-an dikenal sebagai pemasok case dan dive watch bagi berbagai merek Swiss lain, termasuk beberapa nama high-end. Bahkan pada masanya, logo Squale yang ditempatkan di posisi pukul enam pada dial menjadi penanda ketahanan air dan reliabilitas teknis. Tidak heran bila model-model vintage mereka kini menjadi incaran kolektor, terutama yang memiliki koneksi historis dengan unit militer Italia dan para legenda freediving seperti Enzo Maiorca hingga Jacques Mayol.
Tahun ini, Squale kembali membawa semangat warisan tersebut ke Time to Watches 2026 di Jenewa, sebuah pameran horologi independen yang berlangsung bersamaan dengan Watches and Wonders. Kehadiran mereka di Villa Sarasin, Jenewa, pada 14–19 April 2026 menjadi momen penting untuk memperlihatkan bagaimana jenama berusia lebih dari enam dekade ini terus mempertahankan identitasnya di tengah industri jam tangan yang semakin kompetitif.

Alih-alih mengejar sensasi desain yang berlebihan, Squale justru tampil dengan pendekatan yang lebih subtil dan otentik. Booth mereka di Time to Watches akan menjadi ruang untuk mengeksplorasi perjalanan panjang jenama ini dalam menciptakan tool watch yang fungsional, presisi, dan tahan lama — karakter yang sejak awal menjadi DNA mereka. Dalam lanskap luxury watch modern yang sering dipenuhi eksperimentasi estetika, pendekatan Squale terasa menyegarkan karena tetap berpijak pada esensi asli dive watch: utilitarian, tangguh, namun tetap memiliki gaya yang understated.
CEO Squale, Andrea Maggi, menyebut partisipasi ini sebagai kesempatan untuk terhubung langsung dengan komunitas horologi internasional dan memperlihatkan heritage yang membentuk identitas Squale hari ini. Pernyataan tersebut terasa relevan, sebab kekuatan utama Squale memang terletak pada cerita di balik produknya. Ini bukan jenama yang lahir dari strategi marketing besar-besaran, melainkan tumbuh dari dunia penyelaman profesional yang nyata.

Daya tarik Squale juga terletak pada kemampuannya menjaga keseimbangan antara nostalgia dan relevansi modern. Banyak desain mereka masih mempertahankan siluet klasik era 1960-an dan 1970-an ( yang disukai oleh generasi sekarang ) tetapi dikombinasikan dengan standar produksi Swiss kontemporer. Hasilnya adalah jam tangan yang terasa vintage tanpa terlihat seperti reproduksi masa lalu. Karakter semacam ini yang membuat Squale memiliki tempat tersendiri di kalangan enthusiast — terutama mereka yang mencari dive watch dengan cerita autentik, bukan sekadar nama besar.
Di tengah dominasi luxury sports watch yang semakin fashionable, Squale justru mengingatkan bahwa jam tangan selam sejati selalu memiliki daya tarik emosional tersendiri. Ada sejarah eksplorasi laut, hubungan dengan militer, hingga koneksi dengan para penyelam legendaris yang melekat pada setiap modelnya. Dan lewat kehadirannya di Time to Watches 2026, Squale seolah menegaskan satu hal: warisan horologi tidak selalu harus tampil flamboyan untuk tetap relevan. Kadang, karakter paling kuat justru datang dari jenama yang tetap setia pada identitas aslinya.


