Jakarta selalu punya cara baru untuk mengejutkan para penikmat kehidupan malamnya. Di antara gemerlap Senopati yang tak pernah tidur, kini hadir tara, sebuah bar koktail yang mengajak kita melihat sisi lain dari budaya after-hours ibu kota. tara hadir lebih personal, lebih hangat, dan lebih berkarakter.
Menggabungkan rempah dan cita rasa Asia dalam racikan yang modern, tara tidak sekadar menawarkan minuman, tapi menghadirkan pengalaman rasa yang dirancang seperti perjalanan lintas budaya. Berakar pada konsep third culture exploration, tempat ini merayakan bagaimana tradisi kuliner berpadu dan berevolusi bersama kisah manusia yang menempuhnya.
Sebuah Ruang dengan Cerita

Berbeda dari kebanyakan bar yang menonjolkan kemewahan atau eksklusivitas, tara justru terinspirasi dari ruang keluarga, tempat berbagi cerita dan tawa tanpa batas waktu. Interiornya menampilkan perpaduan nuansa hangat, kayu lembut, cahaya temaram, dan detail estetis yang menenangkan. Semua didesain untuk membuat pengunjung merasa “pulang”.
Di balik konsep ini ada keyakinan sederhana yaitu Jakarta layak memiliki lebih banyak ruang yang menyatukan kualitas, kehangatan, dan keramahan. Di sini, koktail tidak hanya untuk diminum, tapi untuk diceritakan; setiap bahan, setiap racikan, punya maknanya sendiri.
Kisah Rasa dari Asia ke Dunia
Filosofi kuliner di tara berangkat dari gagasan tentang migrasi dan perpindahan, bagaimana manusia dan rasa berpindah, lalu menemukan bentuk baru. Menu yang disajikan memadukan pengaruh dari India, Thailand, Singapura, dan Indonesia, menciptakan cita rasa yang akrab namun tetap mengejutkan.
Di antara pilihan menu di tara Jakarta, beberapa hidangan menonjol adalah Dry Laksa, Lamb Momo, dan Chai Tiramisu. Sajian dengan kepribadian kuat dan bumbu yang khas, namun diolah dengan teknik modern dan penyajian elegan.
Koktail yang Punya Cerita Sendiri

Karya utama tara Jakarta tentu terletak pada koleksi koktailnya. Ada sepuluh kreasi khas, tapi tiga di antaranya menjadi representasi paling kuat dari karakter bar ini. Ketiganya berani, lembut, dan penuh kepribadian.
Asam Jawa terinspirasi dari keseimbangan manis dan asam khas Indonesia. Menggunakan sweet vermouth yang diinfus dengan tamarin (asam jawa) dan homemade chocolate liqueur berbasis cacao nibs. Spirit utamanya adalah vodka, menghasilkan rasa bold dengan tubuh penuh dan sentuhan cokelat yang lembut. Hasil akhirnya, kompleks namun harmonis. Rasanya seperti percakapan panjang di malam hujan.
Irish Chai menyatukan tradisi teh India dan kehangatan whiskey Irlandia. Minuman ini diracik dari Jameson whiskey, cinnamon tea, cardamom, fennel, vanilla cream, dan sentuhan nutmeg panggang di atasnya. Aromanya manis dan rempah, dengan lapisan rasa yang berkembang setiap tegukan seperti cerita nostalgia dalam bentuk cair.
tara adalah ruang untuk berbincang, berefleksi, atau mungkin jatuh cinta pada percakapan yang tak direncanakan. Di sini, mixology bertemu dengan filosofi hidup. Tentang bagaimana sesuatu yang sederhana diracik dengan hati yang tulus.

