Jakarta kembali menegaskan posisinya sebagai episentrum gaya hidup mewah Asia Tenggara. Kali ini, giliran Hublot—brand jam tangan Swiss yang identik dengan keberanian dan inovasi—yang menorehkan tonggak penting dengan meresmikan butik monobrand pertamanya di Indonesia, berlokasi di Plaza Indonesia, destinasi retail paling prestisius di ibu kota .
Lebih dari sekadar ruang ritel, boutique seluas 69 meter persegi ini dirancang sebagai pernyataan gaya hidup bagi generasi baru kolektor jam tangan: mereka yang menghargai desain berani, teknologi tinggi, dan pengalaman personal. Dikelola oleh Time International, nama besar di industri luxury retail Tanah Air, kehadiran butik ini menjadi simbol kedewasaan pasar horologi Indonesia .
Estetika Ruang yang Berbicara
Sejak pandangan pertama, façade butik Hublot langsung mencuri perhatian. Susunan panel kayu megah membentuk ekspresi visual yang tegas namun hangat—sebuah refleksi sempurna dari filosofi Art of Fusion yang menjadi DNA Hublot. Memasuki interior, lantai kayu berwarna terang berpadu dengan furnitur bernuansa netral dan pencahayaan yang menyerupai sinar alami, menciptakan atmosfer elegan sekaligus mengundang .
Karya seni dengan palet warna ekspresif ditempatkan secara kuratorial, menghadirkan dinamika visual yang menyegarkan. Konsep desain ini pertama kali diperkenalkan di butik Hublot Omotesando, Tokyo—dan kini, Jakarta menjadi salah satu kota terpilih yang mengadopsi pendekatan ritel visioner tersebut di Asia Tenggara .
VIP Lounge: Intim, Personal, dan Berkarakter

Salah satu highlight utama butik ini adalah VIP Lounge, ruang privat yang merepresentasikan komitmen Hublot terhadap pengalaman personal. Di sinilah percakapan menjadi lebih intim—tentang mekanisme jam, filosofi desain, atau sekadar berbagi cerita di balik sebuah timepiece incaran. Dengan sentuhan kontemporer dan permainan cahaya yang artistik, lounge ini menjadi penutup sempurna dalam perjalanan eksplorasi dunia Hublot .
Hublot dan Jakarta: Sebuah Resonansi
Sejak pertama kali mengguncang dunia horologi pada 1980 dengan memadukan emas dan karet—sebuah langkah radikal kala itu—Hublot konsisten menantang konvensi. Koleksi ikonis seperti Big Bang dan Classic Fusion bukan hanya jam tangan, melainkan simbol gaya hidup modern yang berani mengekspresikan identitas .
Kehadiran butik ini seolah menjadi dialog alami antara karakter Hublot dan Jakarta: dinamis, kosmopolitan, dan terus berevolusi. Bagi para Hublotista Indonesia, ini bukan hanya tentang membeli jam tangan—melainkan memasuki sebuah komunitas, sebuah cara hidup, the Hublot way of life.
Dengan pembukaan boutique ini, Hublot tidak sekadar membuka pintu baru di Plaza Indonesia, tetapi juga membuka bab baru dalam lanskap luxury lifestyle Indonesia—di mana waktu, seni, dan gaya hidup berpadu dalam satu ruang eksklusif.


