Sebuah kolaborasi Prancis yang merayakan seni menikmati waktu, dari chronogrpah hingga nyala api pertama.
Kolaborasi terkadang dibuat bukan hanya semata demi strategi marketing. Untuk beberapa jenama, terutama jenama heritage, kolaborasi terjadi karena kesamaan nilai yang dianut, filosofi dalam menciptakan sebuah benda dan kesamaan cara memandang kehidupan serta kesamaan penghormatan terhadap keahlian tangan manusia. Itulah yang terasa dari pertemuan dua maison Prancis, Bell & Ross dan S.T. Dupont, dalam penciptaan BR-05 Chrono S.T. Dupont, sebuah edisi terbatas sebanyak 150 buah yang membawa horologi memasuki dunia para penikmat cerutu.
Bell & Ross selama ini dikenal sebagai spesialis jam instrumen profesional yang terinspirasi dari dunia penerbangan. Ketepatan, keterbacaan, dan fungsi selalu menjadi prioritas utama. Namun kali ini, maison tersebut mengambil jeda sejenak dari kokpit dan memasuki ruang yang lebih intim: ruang tempat waktu tidak lagi dikejar, melainkan dinikmati. Di sinilah cerutu menjadi metafora yang sempurna.

Bagi para connoisseur, cerutu bukan sekadar produk tembakau. Ia adalah ritual. Sebuah pengalaman sensorik yang melibatkan aroma, rasa, tekstur, dan momen kontemplasi. Sebagaimana memilih jam tangan, memilih cerutu juga merupakan ekspresi identitas dan gaya hidup. Keduanya sama-sama mengajarkan nilai kesabaran, apresiasi terhadap craftsmanship, dan penghormatan terhadap waktu.
Melalui BR-05 Chrono S.T. Dupont, Bell & Ross menerjemahkan filosofi tersebut ke dalam bahasa desain yang kaya nuansa. Dial coklat tembakau sunray menjadi elemen pertama yang menangkap perhatian. Kilauannya berubah mengikuti sudut cahaya, menghadirkan kedalaman visual yang mengingatkan pada warna daun tembakau pilihan yang telah melalui proses pematangan panjang. Nuansa tersebut diperkaya oleh aksen emas mawar pada indeks, angka, dan jarum, menciptakan harmoni warna yang mengingatkan pada spektrum warna cerutu premium dan pita emas yang kerap menghiasi kemasannya.
Berdiameter 42 mm, chronograph otomatis ini hadir dalam kombinasi baja dan rose gold 18 karat. Sebuah komposisi material yang terasa hangat dan elegan, berbeda dari karakter instrument watch Bell & Ross yang biasanya lebih utilitarian. Pilihan strap kulit cokelat dengan efek alligator semakin mempertegas atmosfer klasik yang ingin dibangun.

Namun daya tarik utama koleksi ini tidak berhenti pada jam tangannya. Kolaborasi dengan S.T. Dupont menghadirkan sebuah ekosistem gaya hidup yang utuh. Setiap jam disajikan dalam kotak eksklusif berbahan kayu Macassar ebony yang luks. Interiornya menggunakan Spanish cedar, material yang lazim digunakan dalam humidor berkualitas tinggi karena kemampuannya menjaga kelembapan ideal bagi cerutu.
Lebih dari sekadar packaging, kotak tersebut dapat bertransformasi menjadi humidor yang mampu menyimpan hingga 50 cerutu. Di dalamnya, jam tangan ditemani dua objek yang tak kalah ikonis: pemantik api Ligne 2 khas S.T. Dupont dan cigar cutter yang dirancang khusus dengan estetika serupa. Ketiganya membentuk sebuah triptych yang merepresentasikan dunia para epicurean modern.
Kolaborasi ini juga memiliki akar sejarah yang lebih panjang. Bell & Ross bukan pemain baru dalam eksplorasi tema cerutu. Pada 2006, maison ini meluncurkan BR Vintage 126 XL Edición Limitada yang hadir dalam kotak humidor berkapasitas 50 cerutu. Tema tersebut berlanjut melalui WW1 Edición Limitada pada 2015, lalu BR-05 Chrono Edición Limitada pada 2022 yang terinspirasi dari warna Maduro cigar dengan nuansa cokelat gelap dan merah keemasan.

Kini, BR-05 Chrono S.T. Dupont menjadi babak terbaru sekaligus paling matang dalam perjalanan tersebut. Di balik proyek ini terdapat persahabatan dan kesamaan visi antara Carlos Rosillo, co-founder Bell & Ross, dan Alain Crevet, Presiden S.T. Dupont. Keduanya merupakan pecinta art de vivre Prancis yang meyakini bahwa kemewahan sejati lahir dari penghormatan terhadap craftsmanship.
Kesamaan itu terasa alami. Bell & Ross memiliki akar kuat dalam tradisi horologi Swiss-Prancis, sementara S.T. Dupont telah menghasilkan pemantik api, pena, aksesori, dan produk kulit sejak 1924 dari manufakturnya di Faverges, Haute-Savoie. Maison ini juga dikenal sebagai salah satu sedikit perusahaan di Eropa yang masih menguasai teknik lacquer tradisional tingkat tinggi. Hasilnya adalah sebuah kolaborasi yang tidak terasa dipaksakan.
BR-05 Chrono S.T. Dupont bukan sekadar jam tangan dengan logo ganda. Tapi adalah pertemuan dua warisan Prancis yang sama-sama menghargai detail, ritual, dan keindahan benda yang dibuat dengan baik. Yang pada akhirnya, koleksi ini berbicara tentang sesuatu yang semakin langka dalam kehidupan modern: kemampuan untuk melambat.
Karena bagi seorang penikmat sejati, baik ketika melihat jarum kronograf bergerak maupun saat menyalakan cerutu pertama, kemewahan sesungguhnya bukanlah memiliki waktu lebih banyak. Melainkan mengetahui cara menikmatinya.



