Suasana The Crown di Fairmont Jakarta terasa berbeda pada pada 26–29 November 2025. The Crown by Kirk Westaway kembali menyambut kehadiran sang chef sekaligus sosok di balik nama restorannya. Kunjungan ini menjadi momentum penting yang menegaskan arah kuliner jangka panjang The Crown di Jakarta.
The Crown dibangun dengan prinsip menghadirkan pengalaman bersantap elegan tanpa kehilangan rasa nyaman. Meski menyajikan hidangan berkualitas, atmosfer ruangnya tetap santai, hangat, dan tidak membuat tamu merasa berjarak.
Kirk Westaway lahir dan dibesarkan di Devon, barat daya Inggris. Wilayah pedesaan yang identik dengan hamparan hijau dan peternakan domba. Di The Crown, ada sebuah figur domba bernama Winston sebagai penghormatan kecil kepada kampung halamannya. Instalasi tersebut menjadi simbol asal-usul sang chef sekaligus elemen playful di The Crown.

Dikenal melalui pendekatan modern British cuisine yang menonjolkan kualitas bahan dan presisi teknik, kehadiran Chef Kirk memperkuat komitmen restoran untuk menyajikan pengalaman bersantap berkualitas.
Sepanjang kunjungannya, Chef Kirk bekerja erat dengan tim dapur untuk menyempurnakan pengembangan menu serta memperhalus teknik pada hidangan-hidangan inti. Tetap setia pada etos The Crown tentang musim dan kemurnian rasa, arah baru ini dirancang untuk menampilkan ekspresi yang lebih halus dari bahan-bahan dari Inggris, ditata dengan ketelitian serta penghargaan yang tinggi terhadap karakter alami setiap bahan.
Bagi Kirk, kuliner Inggris bukanlah kumpulan resep lama yang membeku dalam sejarah. Ia memadukan warisan Inggris dengan interpretasi modern, menekankan bahan musiman dan rasa alami.
Ia menjaga integritas bahan dan mengeluarkan potensi terbaiknya. Baginya, makanan harus membangun koneksi emosional. Sehingga, ia ingin menghadirkan hidangan yang membangkitkan nostalgia. Rasa yang familiar namun disempurnakan.
Perjalanan itu berakar dari masa kecilnya, saat ia memetik sayur dan buah organik di kebun keluarga. Kini, ia terus mengembangkan menu yang berevolusi mengikuti musim dan ketersediaan bahan terbaik.
Seni Mengolah Rasa Kirk Westaway di The Crown Jakarta
Perjalanan rasa di The Crown dimulai dengan empat snack pembuka tampil seperti instalasi seni, di antaranya:
- Beetroot meringue dengan horseradish Mont Blanc menghadirkan kontras manis sekaligus tajam.
- Goose mousse perpaduan foie gras dan chicken liver parfait.
- Fish and chips dalam bentuk modern dimana kentang renyah tipis dipasangkan dengan mousse ikan yang lembut.
- Cheese pancake berisi Camembert dan serutan truffle.

Hidangan berikutnya, Leek and Potato Soup, adalah penghormatan Kirk pada kuliner Inggris. Macadamia panggang, jamur, dan kaldu yang dituangkan langsung di meja menghadirkan kedalaman rasa yang hangat dan ringkas.
Hidangan Rye Sour Dough & Butter Loaf terinspirasi dari memori masa muda “Pada usia 18 tahun, saya menghabiskan satu musim panas bekerja di restoran berbintang Michelin di Prancis. Setiap pagi dimulai dengan tugas memetik daun lemon thyme satu per satu. Aroma manis dan citrusnya menempel di jari saya sepanjang hari. Kini, satu aroma lemon thyme saja bisa langsung membawa saya kembali ke dapur Prancis itu.” ujarnya.

Dilanjutkan dengan Heirloom Tomato yang segar dan halibut dengan cider butter sauce, dengan twist baru lewat cider dari Bali. Ikan halibut lembut disajikan bersama bayam, artichoke, bawang konfit, dan kaviar.
Istimewanya, ia menambahkan truffle putih Alba yang cukup langka dari Italia. Aromanya intens dan earthy. Kelembutan halibut pun menjadi lebih bulat dan kaya berkat karakter truffle yang elegan.

Sementara itu, hidangan Wagyu Tenderloin dipadukan dengan confit beetroot, puree bit, serta cuciwis, sayuran lokal Indonesia yang memberi sentuhan ringan dan rangkaian tekstur. Saus red wine yang pekat melengkapi hidangan dengan kehangatan dan kedalaman.
Untuk penutup, Fruit Tea dan Pineapple Trifle menjadi cerminan filosofi Kirk dalam memadukan kenangan dengan inovasi.
Bagi Chef Kirk Westaway, memasak menjadi bentuk seni sekaligus cara bercerita. Ia menghidupkan kembali kuliner Inggris dalam nuansa yang modern dan lebih dekat pada alam. “Seiring perkembangan The Crown, kami ingin menyajikan hidangan yang dibuat dengan perhatian penuh, ekspresif, dan kuat secara teknis. Jakarta memiliki penikmat kuliner yang apresiatif, dan kami ingin setiap evolusi menu mampu menghadirkan keindahan musim Inggris dalam sentuhan yang tetap hangat, modern, dan mengundang.”” ujar Chef Kirk Westaway.
Sebagai bagian dari perjalanan kreatif yang terus bergerak maju, The Crown juga tengah mengembangkan program-program interaktif untuk mendekatkan tamu pada filosofi kuliner yang diusungnya. Salah satunya adalah sesi teknik dan plating masterclass, yang selama kunjungan Chef Kirk dilakukan secara internal. Kini akan dipertimbangkan untuk dibuka bagi publik dalam edisi mendatang.
Inisiatif-inisiatif ini menjadi perpanjangan visi The Crown untuk menawarkan bukan hanya hidangan yang luar biasa, tetapi juga pengalaman kuliner yang lebih dalam, edukatif, dan bermakna bagi para tamunya.


