Di tengah ritme tanpa jeda ibu kota, OKU Jakarta berdiri sebagai oase ketenangan yang jarang ditemukan. Merayakan satu dekade perjalanannya, restoran yang berlokasi di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta ini tetap setia pada filosofi Jepang yang menjadi namanya, sebuah konsep yang merangkum sesuatu yang mendalam, nyaris tak terjangkau, dan sarat makna. Sejak pertama kali dibuka pada April 2016, OKU tidak sekadar menjadi tempat bersantap, melainkan ruang kontemplatif di mana setiap sajian mengajak tamu menyelami lapisan rasa dan pengalaman yang terus berkembang.

10 Tahun via OKUKASE
Perayaan 10 tahun ini diwujudkan melalui “OKUKASE”, sebuah pengalaman bersantap 10 hidangan yang dirancang dengan presisi dan kepekaan tinggi terhadap musim serta kualitas bahan. Perjalanan dimulai dengan Negitoro Pave yang lembut, berlanjut ke Shiromi Carpaccio dengan sentuhan Ponzu Foam, hingga Smoke Gyu Zabuton yang aromatik. Setiap sajian disusun seperti narasi yang mengalir, dari Chizu Tori Katsu hingga trio sashimi Chutoro, Amaebi, dan Kyushu Soy, sebelum mencapai kehangatan Tarabagani Teppou Jiru yang menenangkan.

Sushi Gallery di OKU
Eksplorasi rasa berlanjut dalam Sushi Gallery yang menampilkan kombinasi elegan seperti Hotate Yuzu, Kinmedai Shoga Joyu, hingga Otoro Caviar dengan Kizami Wasabi yang dekaden. Setelah palate cleanser berupa Lime Kiwi Sorbet, tamu dihadapkan pada pilihan antara Signature Chirashi Chazuke yang subtil atau Wagyu Truffle Foie Gras Don yang kaya dan indulgent. Pengalaman ini ditutup dengan dessert Green Tea Sakura yang halus, merangkum esensi momen OKU yang intim dan reflektif.

Mastermind Series
Tak hanya pada hidangan, pendekatan berlapis juga hadir dalam “Mastermind Series”, koleksi 10 cocktail yang mengangkat teknik bartending Jepang berbasis sake, shochu, dan umeshu. Setiap racikan dirancang dengan keseimbangan rasa yang presisi, menghadirkan dimensi baru dalam setiap tegukan. Di OKU, satu dekade bukan sekadar penanda waktu, melainkan perjalanan rasa yang terus berevolusi, menghadirkan keheningan yang justru berbicara paling dalam.



