Luxina, Salah satu jam tangan langka dari Bvlgari Lvcea, lahir dalam inovasi baru yang berkolaborasi dengan seniman Jepang. Yang membuat jam tangan ini mengubah permainan untuk jam tangan berdekorasi dan gem setting ke tingkat yang lebih tinggi. Bvlgari memperkenalkan sebuah karya yang melampaui sekadar arloji: Lvcea Notte di Luce – Light Sublime. Sebuah pertemuan budaya dan keahlian antara Timur dan Barat, antara tangan seorang seniman Jepang dan visi desain Italia, disempurnakan oleh presisi Swiss yang legendaris.
Cahaya yang Dilahirkan oleh Seni

Diciptakan melalui kolaborasi dengan seniman Jepang Yasuhiro Asai, maestro teknik Urushi dan Raden, Lvcea Notte di Luce adalah meditasi artistik tentang cahaya. Setiap dial dibuat sepenuhnya dengan tangan di atelier Asai di Kyoto, menjadikannya bukan sekadar komponen arloji, tetapi karya seni yang hidup — memancarkan keanggunan, refleksi, dan kedalaman.
Fragmen demi fragmen mother-of-pearl disusun secara manual, diselubungi lapisan Urushi hitam pekat yang kemudian dipoles hingga berkilau, menghasilkan efek cahaya yang memantul lembut seperti aurora yang menari di permukaan malam. Dikelilingi bingkai berlian, dial ini tampak seperti kosmos mini yang menampung percikan bintang.
Warisan Urushi dan Raden

Teknik Urushi dan Raden adalah wujud dari sejarah panjang keindahan Jepang. Urushi, pernis alami yang diambil dari getah pohon, telah digunakan sejak zaman prasejarah untuk melindungi dan memperindah benda-benda berharga.
Sementara Raden — yang berarti “lukisan bertabur mutiara” — berkembang lebih dari 1.300 tahun lalu, dengan seni menanamkan potongan halus mother-of-pearl atau emas ke dalam permukaan pernis untuk membentuk motif yang berkilau di bawah cahaya.
Dari proses-proses tradisional inilah Asai menemukan ekspresi modern: menjadikan cahaya sebagai tema sentral, baik melalui warna, refleksi, maupun harmoni visual antara gelap dan terang.

Pertemuan Dua Jiwa Kreatif
Kisah Lvcea Notte di Luce bermula dari pertemuan antara Asai dan Fabrizio Buonamassa Stigliani, Executive Director of Product Creation Bulgari. Dari dialog antara dua dunia ini lahirlah ide untuk menciptakan dial yang menggabungkan keheningan estetika Jepang dengan sensualitas desain Italia. Dan ini bukan pertama kalinya Bvlgari berkolaborasi dengan estetika Jepang yang sangat beragam, mulai dari Tadao Ando hingga Asai. Yang keduanya memiliki estetika yang berbeda namun mengusung nilai ke-Jepang-an yang sangat kental.
“Kami menemukan cara baru untuk berbicara tentang cahaya,” ungkap Buonamassa Stigliani, lewat rilis resmi dari Bvlgari. “Melalui refleksi ribuan potongan kecil mother-of-pearl yang menciptakan perspektif baru terhadap warna dan kilau,” sambung Fabrizio.
Setiap dial membutuhkan 60 hari pengerjaan. Lapisan demi lapisan Urushi diaplikasikan dan dipoles dengan arang halus hingga kedalaman dan kilau material muncul sempurna. Hasilnya adalah satu dial yang tak mungkin diulang — unik, abadi, dan bernyawa.
Estetika dan Presisi dalam Satu Simfoni
Diperkenalkan pertama kali pada tahun 2014, koleksi Lvcea telah menjadi simbol feminin yang bersinar — bermain dengan pantulan baja, kehangatan rose gold, dan gemerlap berlian.
Versi Notte di Luce membawa konsep tersebut ke ranah seni murni, menjadikannya bukan hanya arloji, tetapi juga karya yang menyalakan imajinasi.
Di balik keindahannya, Lvcea Notte di Luce tetap menyimpan jantung mekanis khas Swiss:
automatic movement dengan cadangan daya 48 jam, case berdiameter 33 mm dari baja atau rose gold, serta bezel bertatahkan berlian (1,075 karat) yang mengelilingi dial lacquer hitam dengan inlay mother-of-pearl pilihan.
Sebagai sentuhan akhir, crown arloji dihiasi safir sintetis merah muda dengan berlian kecil di tengahnya — simbol elegansi yang tenang dan sempurna.
Jam tangan spesial ini hanya dibuat sebanyak 80 buah dari masing-masing versi (terdiri dari dua versi) yang tersedia di seluruh dunia. Sebuah perwujudan eksklusivitas sejati: di mana waktu, cahaya, dan seni berpadu menjadi satu narasi abadi.


