Ada sedikit ironi yang indah dalam hubungan antara dunia penerbangan dan sastra. Yang satu dibangun oleh mesin, navigasi, dan presisi. Yang lain hidup melalui imajinasi, emosi, dan kenangan. Namun selama dua dekade terakhir, keduanya bertemu secara harmonis di bawah naungan IWC Schaffhausen dan karya abadi Le Petit Prince. Kalau Anda tidak memahami Le Petit Prince, ini adalah novel klasik dan febel filosofis karya penulis sekaligus penerbang Prancis, Antoine de Siant-Exupéry. Diterbitkan pada tahun 1943, buku ini bercerita tentang seorang pilot yang terdampar di Gurun Sahara dan bertemu dengan seorang anak laki-laki misterius yang berasal dari planet lain. Dan novel ini sangat populer di Prancis.
Di Watches and Wonders Geneva 2026, rumah jam asal Schaffhausen itu merayakan 20 tahun kolaborasinya dengan ahli waris Antoine de Saint-Exupéry melalui peluncuran lima arloji edisi khusus Le Petit Prince. Sebuah perayaan yang bukan sekadar mengenang salah satu karya sastra paling dicintai di dunia, melainkan juga penghormatan terhadap semangat eksplorasi yang menjadi jiwa sang penulis sekaligus penerbang legendaris.

Sejak pertama kali diperkenalkan, koleksi Le Petit Prince telah menjadi salah satu identitas paling kuat dalam lini Pilot’s Watches milik IWC. Ciri khasnya mudah dikenali: dial biru pekat dengan efek sunray yang memantulkan cahaya seperti langit malam sebelum penerbangan panjang dimulai. Warna biru ini seolah menjadi simbol perjalanan sang Pangeran Kecil yang meninggalkan asteroid mungilnya untuk menjelajahi semesta, bertemu berbagai karakter, dan menemukan makna tentang persahabatan, cinta, kehilangan, serta kemanusiaan.
Kisah yang diterjemahkan ke lebih dari 650 bahasa dan dialek tersebut ternyata memiliki resonansi yang sama kuatnya dengan dunia horologi: tentang perjalanan waktu, tentang apa yang benar-benar berharga, dan tentang cara manusia memahami dunia di sekelilingnya.
Ketika Emas Bertemu Langit Biru

Sorotan utama koleksi anniversary ini hadir melalui Pilot’s Watch Mark XX Le Petit Prince Ref. IW328301. Untuk pertama kalinya dalam edisi peringatan ini, IWC memadukan kehangatan emas 18 karat 5N dengan dial biru khas Le Petit Prince.
Kontras antara warna emas dan biru menciptakan karakter yang lebih elegan dibandingkan DNA instrumen penerbangan yang biasanya identik dengan kesan utilitarian. Aplikasi angka dibuat dari emas solid, sementara jarum berlapis emas dilengkapi Super-LumiNova untuk memastikan keterbacaan optimal dalam berbagai kondisi.
Di balik tampilannya yang elegan, jam ini tetap mempertahankan karakter teknis khas IWC melalui kaliber manufaktur 32112 dengan cadangan daya hingga lima hari atau 120 jam. Sebuah angka yang mengingatkan bahwa ketangguhan mekanis tetap menjadi fondasi utama koleksi Pilot’s Watch.
Versi stainless steel Ref. IW328221 menawarkan pendekatan yang lebih sporty namun tetap mempertahankan identitas visual yang sama. Dial biru sunray, jarum berlapis emas, dan strap karet biru menjadikannya interpretasi yang lebih kasual tanpa kehilangan pesona puitis Le Petit Prince.
Chronograph untuk Para Penjelajah Modern

Selain Mark XX, IWC juga menghadirkan dua chronograph baru dalam ukuran 41 mm dan 43 mm. Keduanya menggunakan kaliber manufaktur 69385 dengan desain column-wheel chronograph, sebuah konstruksi yang dihargai para kolektor karena presisi dan kehalusan operasionalnya.
Melalui caseback safir berwarna, pemilik dapat menemukan ilustrasi Le Petit Prince yang dikelilingi bulan dan dua bintang—detail kecil yang menghadirkan sentuhan emosional pada sebuah instrumen mekanis yang pada dasarnya sangat teknis.
Di sinilah kekuatan koleksi ini terasa begitu nyata. IWC tidak sekadar menempelkan karakter sastra pada sebuah produk, melainkan membangun narasi yang konsisten antara dunia penerbangan Saint-Exupéry dan filosofi Pilot’s Watch yang selama puluhan tahun menjadi ikon merek tersebut.
Ukuran yang Lebih Personal
Bagi mereka yang menginginkan proporsi lebih ringkas, Pilot’s Watch Automatic 36 Le Petit Prince hadir sebagai pilihan yang menarik. Dengan diameter 36 mm, model ini menawarkan fleksibilitas yang lebih luas untuk berbagai ukuran pergelangan tangan tanpa kehilangan identitas desain yang menjadi ciri khas koleksi.
Ditenagai kaliber 32102 dengan cadangan daya 120 jam, model ini memperlihatkan bagaimana IWC semakin memahami kebutuhan pasar modern yang mulai kembali mengapresiasi ukuran jam yang lebih proporsional dan elegan.

Dalam industri jam tangan luxury, kolaborasi sering kali lahir dan berakhir mengikuti trend. Namun hubungan antara IWC dan Le Petit Prince telah bertahan selama 20 tahun karena fondasinya dibangun di atas nilai yang lebih mendalam. Antoine de Saint-Exupéry bukan hanya seorang penulis. Ia adalah penerbang yang memahami arti keberanian, eksplorasi, dan keterhubungan antarmanusia. Nilai-nilai yang secara alami selaras dengan dunia Pilot’s Watches milik IWC.
Melalui lima edisi peringatan ini, IWC mengingatkan bahwa jam tangan tidak selalu harus berbicara tentang komplikasi, material, atau spesifikasi teknis semata. Kadang-kadang, sebuah arloji terbaik adalah yang mampu membawa kita kembali pada sebuah cerita. Cerita tentang seorang anak kecil yang mengajarkan bahwa hal-hal paling penting dalam hidup tidak selalu dapat dilihat dengan mata.
Dan dua puluh tahun kemudian, pesan itu masih berdetak dengan sempurna di pergelangan tangan.


