Saat ini sebuah ruang bukan lagi hanya sekadar tempat, melainkan pengalaman. Itulah yang terasa ketika Iwan Tirta meresmikan kembali galeri barunya di Pondok Indah Mall 2, Jakarta, September ini. Lebih dari sebuah butik, galeri ini adalah sebuah pernyataan—bahwa batik, warisan luhur Indonesia, tetap hidup, relevan, dan bahkan semakin anggun dalam balutan modernitas. Era baru Iwan Tirta kini bukan hanya sebuah jenama batik, tapi merupakan gaya hidup yang menyeluruh.
Tradisi dalam Bingkai Kontemporer

CEO Iwan Tirta, Widiyana Sudirman, menegaskan bahwa batik bukan artefak, melainkan “seni yang hidup.” Filosofi ini kini menemukan ruang barunya melalui desain interior racikan Anya Putri dari Endramukti Design. Generasi penerus ini meramu jejak Hidajat Endramukti dengan perspektif segar yang menyatukan kontinuitas dan pembaruan.
Material kayu dan veneer menghadirkan nuansa hangat dan akrab, sementara aksen antique mirror dan antique brass—dikerjakan langsung oleh pengrajin Jawa Tengah—menjadi simbol keterhubungan dengan tradisi kriya Indonesia. Kehangatan berpadu dengan keanggunan muted tones, membentuk atmosfer galeri yang tidak hanya indah, tetapi juga penuh jiwa.
Estetika yang Hidup di Setiap Detail
Memasuki ruang ini berarti berjalan di antara narasi—framed batik wall-hanging bermotif Lung Bekisar, arsip motif kertas, hingga sketsa runway kontemporer. Sebuah dialog senyap antara masa lalu dan masa kini, antara tangan maestro Iwan Tirta dan generasi baru yang melanjutkan.
Lebih jauh, galeri ini juga menjadi rumah bagi koleksi terbaru Iwan Tirta Home, di mana furnitur bukan hanya objek, melainkan karya seni yang dapat disentuh dan dimiliki. Dari Medal Arm Chair dengan detail kuningan bermotif batik, Limas Side Table dengan kaki menyerupai piramida, hingga karpet Sawunggaling & Ceplok Teratai dengan sentuhan hand-tufted—semuanya mengundang penghuni rumah untuk hidup dalam elegansi yang berakar pada budaya.

Luxury as an Experience
Seperti halnya rumah mode internasional, Iwan Tirta menghadirkan butik yang berfungsi sebagai ruang pengalaman. Eksklusivitas hadir lewat koleksi kapsul khusus PIM 2 dan layanan Tailor-in-Store, di mana pelanggan dapat merasakan proses tailoring secara langsung—sebuah intimate luxury yang menghubungkan craftmanship dengan personalisasi.
Identitas yang Berevolusi
Momentum ini juga ditandai dengan lahirnya logo baru: tipografi yang lebih tebal, refined, sekaligus modern. Mahkota dan laurel wreath, simbol legacy yang abadi, kini tampil dalam visualisasi sederhana namun penuh makna. Seolah menegaskan, warisan bukanlah beban masa lalu, melainkan mahkota yang dibawa menuju masa depan.
Sebuah Perayaan Kehidupan Batik
Galeri baru ini adalah manifestasi keyakinan bahwa batik tidak hanya untuk dikenakan, tetapi untuk dirayakan. Sebagai karya seni, ia hadir di tubuh, di ruang, bahkan dalam detail interior rumah. Dan melalui visi ini, Iwan Tirta sekali lagi menunjukkan bahwa luxury sejati adalah ketika tradisi dan modernitas berdansa dalam harmoni.



