Di panggung Jakarta Fashion Week 2026, nama Danny Satriadi kembali bergema, bukan hanya sebagai desainer yang cermat secara teknis, detail, dan ornamentasi, tetapi juga sebagai narator visual yang menyeimbangkan tradisi dan kosmos. Tahun ini, ia mempersembahkan Heavenly Creatures, koleksi yang membentangkan kisah pada batas antara mitologi Timur dan wastra Nusantara. Bukan sekadar gaya, ia membangun atmosfer: sebuah tampilan di mana benang, tubuh, dan imajinasi bertemu dalam orbit yang mencitrakan bangsawan berlevel emas.

Mitologi dan Wastra
Heavenly Creatures mengambil inspirasi dari dua belas shio (tikus, kerbau, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi) yang oleh Danny tidak diterjemahkan sebagai sekadar simbol tahun lahir, melainkan sebagai arketipe kosmik. Setiap tampilan membawakan sifat, ritme, dan energi dari tiap makhluk, dipersonifikasikan melalui Tenun Songket Sambas yang diinterpretasikan ulang. Dalam tangannya, songket tidak sekadar menjadi kain, melainkan medium dialog antara peradaban: Indonesia dan Tiongkok, bumi dan langit, warisan dan imajinasi.

Cita Tenun Indonesia
Kolaborasi ini berlabuh bersama Cita Tenun Indonesia (CTI), yang melalui presentasi LIMINAL menegaskan bahwa tenun adalah arsip hidup—membawa ingatan kolektif, medan spiritual, dan relasi manusia dengan alam. Ruang liminal di sini adalah ambang: keadaan antara tradisi dan kontemporer, antara ritus dan runway. Danny memasuki ruang tersebut dengan elegansi, tanpa merenggut akar, tetapi menyinari ulang tekstur makna yang selama ini hanya berbisik di balik kain.

Skill Danny Satriadi
Dua belas rancangan menampilkan skill Danny Satriadi yang istimewa, halusnya lipatan origami, sulaman demi sulaman 3D, struktur siluet yang lembut namun tegak, serta kilau manik yang tersematkan ornamentatif. Danny tak akan permisif untuk menahan-nahan kreatifitasnya. Itu sebabnya koleksi ini tidak saja gemerlap, tetapi maksimal dalam skill dan akurasi. Kain tenun Sambas, seperti beranjak dan terbawa jauh ke gemerlap bintang kosmik

Heavenly creatures di Jakarta Fashion Week 2026
Lebih dari sekadar pertunjukan, Heavenly Creatures adalah pernyataan. Bahwa mode adalah bahasa. Bahwa wastra adalah roh. Bahwa cerita dapat dikenakan, dihidupi, dan dipresentasikan tanpa kehilangan martabat tradisi. Koleksi ini bukan hanya memperlihatkan kepiawaian teknik, tetapi juga menunjukkan cara seorang desainer mendekati budaya dengan hormat, keberanian, dan kepekaan. “Heavenly Creatures bukan sekadar koleksi fashion; ini adalah ungkapan kosmik,” ujar Danny Satriadi. Dan benar, di bawah cahaya panggung JFW2026, wastra tidak hanya bergerak, tetapi juga mengingatkan kita bahwa betapa warisan kita berkemampuan untuk di bawa ke arah kosmik mana pun.










