Penilaian Luxina Best Fashion Show tahun ini bukan hanya sekedar pagelaran presentasi pakaian saja. Selain dari “siapa” pekerja kreatif yang terlibat dan koleksi yang dipresentasikan, elemen lain yang kami tambahkan tahun ini membuat sebuah event ini menjadi yang terbaik. Secara presentasi yang lebih luas, apakah dari sisi marketing, promosi, positioning hingga awareness. Tamu yang hadir, media dan fashion editor, lokasi venue, juga ikut menentukan sebuah fashion show menjadi yang terbaik. Luxina membuat daftar ini untuk membangun semangat fashion desainer dan semua yang pekerja fashion, untuk konsisten dalam melakukan pekerjaan yang mereka lakukan agar tetap menjadi yang terbaik. Selain itu, tentu saja untuk menumbuhkan bibit baru di industri fashion Indonesia.
7. Art Kea

Ini adalah pertama kalinya Art Kea masuk dalam list Luxina Best Fashion Show. Dan untuk pertama kalinya pula Art Kea menggelar fashion show tunggal yang berlokasi di ball room hotel Mulia Senayan, Jakarta. Selain itu, show ini dadakan untuk perayaan 30 tahun jenama ini berdiri, yang sangat diharapkan untuk bisa konsisten mengadakan fashin show walau tanpa merayakan hari jadi. Apalagi jenama ini memiliki empat lini jenama yang berbeda, yang seharusnya bisa di pecah dalam satu show sendiri untuk konsentrasi dan memperkuat karakter jenamanya. Dari fashion show ini lahir kolaborasi antara Art Kea dan jenama sepatu legendaris Indonesia, Mario Rinardi, yang bisa dikatakan sebuah kolaborasi yang cukup unik dan berpengaruh.
Conceptor: Shadtoto Studio
Show director & choreograper: Panca Makmun
Lokasi: Hotel Mulia Senayan
PR agency: ASA Medier
6. Stellarissa

Ini juga adalah pertama kalinya Stellarissa masuk ke dalam list Luxina Best Fashion. Mungkin setelah sekian lama, Stellarissa akhirnya memutuskan kembali menggelar presentasinya tahun 2025 ini di sebuah lokasi yang unik dan tak biasa, gedung A. A. Maramis, di Jakarta Pusat. Sebuah gedung bernilai sejarah yang tinggi yang ada di Jakarta. Konsepnya seperti presentasi fashion di Milan dan Paris, hanya dengan mengandalkan interior gedung tapi dengan pencahayaan runway yang professional. Untuk sebuah presentasi fashion di Jakarta, fashion show ini bisa dikatakan cukup unik.
Creative director: Stellarissa
Choreographer: Tory Mado
Music director: Greybox, Faktta.
Visual director: Ruben Tourino
Set design: Yved Devy & Parc de Ayodya
Lokasi: Gedung A. A. Maramis, Jakarta Pusat
5. Eddy Betty

Setelah sekian lama, maestro korset dan bustier Indonesia, Eddy Betty, akhirnya kembali menggelar presentasi fashion show yang berjudul Luminescence. Seperti judul show ini, runway dibuat bercahaya dengan untaian kristal di bagian tengah runway. Show dimulai dengan sedikit voice over, yang menjelaskan tentang koleksi yang akan diperagakan.
Show director: Djafar
Choreographer: Panca Makmun
Creative direction & set design: Lxemoments
Fashion stylist: Ajeng Svastiari
PR agency: ASA Medier
4. Sebastian Gunawan Signature 2025

Salah satu fashion desainer senior Indonesia, yang tetap konsisten mengadakan presentasi fashion, adalah Sebastian Gunawan. Ia bisa menggelar show tiga hingga empat kalli dalam setahun untuk berbagai lini yang berada di bawah payung namanya. Setiap tahun, fashion show Sebastian Gunawan tentu saja juga berkembang. Mulai dari set dekor, musik hingga koleksinya. Ia tidak pernah menggunakan konsep koreografi dan blocking modell yang “mengada-ngada”, hanya mengalir seperti biasa. Yang mana sangat mudah dinikmati oleh para tamu dan editor mode.
Event director: Djafar
Show director: Panca Makmun
Multimedia: Chroma project
Fashion stylist: Willy Disney
Runway set: Xset Studio
PR agency: ASA Medier
Lokasi: ballroom hotel Mulia Senayan Jakarta
3. Biyan spring/ summer 2026

Sebagai fashion desainer senior, dengan jam terbang yang cukup panjang, konsistensi Biyan dalam mempresentasikan koleksinya setiap tahun merupakan prestasi tersendiri yang belum ada duanya. DItambah dengan konsep show yang selalu berbeda, dan tahun ini, perbedaan juga tampak dari koleksi yang dipresentasikan. Untuk fashion show-nya sendiri, runway dibuat luas tanpa jalur jalan, tamu undangan duduk melingkar mengitari ruangan, sehingga menyisakan ruang luas di tengah dengan center piece berupa bola raksasa yang diselimuti dedaunan, yang menggantung melayang seolah tanpa grafitasi dari bumi. Instalasi ini merupakan simbol yang mungkin sulit dilupakan untuk yang melihatnya. Fashion show ini bisa dikatakan memberikan impact the game changer dalam pagelaran fashion show tanah air.
Show director: Inet Leimena
Choregrapher: Edwan Handoko
Runway set: Xset Studio
PR agency ASA Medier
Lokasi: ballroom hotel Intercontinental Jakarta Pondok Indah
2. Adrian Gan 40th anniversary

Ini adalah pertama kalinya Adrian Gan masuk ke dalam list Best Fashion Show Luxina dan langsung berada di urutan kedua. Bagaimana tidak, show ini merupakan perayaan 40 tahun ia berkarya. Dengan set runway yang didekor dengan instalasi surealis, yang juga membuatnya menjadi the game changer. Show dimulai on time, dengan sedikit voice over, yang menerangkan mengenai pagelaran serta perayaan 40 tahun berkarya, dan tidak ada penyerahaan buket bunga yang membuang waktu sebelum show dimulai. Yang membuat fashion show ini terbaik adalah, set dekor panggung yang full effort. Terlihat perencanaan panjang yang matang dan penuh revisi disana sini.
Show director Djafar
Choreographer: Panca Makmun
Music director: Irwankey
Stage conceptor: Alexander Goutama
Runway set: Xset studio
Lokasi: Ballroom hotel Mulia Senayan Jakarta
PR agency: ASA Medier
1. Sapto Djojokartiko





Sapto Djojolartiko masih berada di posisi pertama untuk list Best Fashion Show tahun ini. Sebaliknya, runway fashion show Sapto Djojokartiko sunyi dari dekorasi, hanya tata cahaya untuk jalur model yang ditempelkan di dinding di belakang duduk tamu undangan. Yang menjadi keunikan justru ada di tempat duduk tamu undangan ini. Tempat duduk adalah saluran pendingin udara gedung yang terbuat dari metal yang memberikan kesan industrial yang kental. Kemudian bagian atas ditempel dengan karpet tebal segi empat yang merupakan hasil desain Sapto Djojokartiko, yang maksudnya adalah sebagai tempat duduk setiap tamu undangan. Selain itu, model berjalan diiringi dengan suara narasi dari monologue Rukman Rosadi dengan musik sebagai latar, yang suaranya hampir mirip dengan Rocky Gerung.
Creative director: Shadtoto Studio
Choographer: Panca Makmun
Music/ sound: Mantar vutura, Tristan Julianos Zakari composed by Adhe Arrio
Monologue: Rukman Rosadi
Set dekor: fffaaarrr
Lokasi: Penthouse Sentra Senayan 2

