Seni sering kali dipandang sebagai elemen estetika yang mempercantik sebuah ruang. Namun di Marina Bay Sands Singapore, seni memiliki peran yang jauh lebih besar. Ia bukan hanya hadir untuk dinikmati secara visual, tetapi juga menjadi bagian dari sistem keberlanjutan yang mendukung efisiensi energi, pengelolaan air, hingga kenyamanan lingkungan bangunan.
Saat memenuhi undangan Marina Bay Sands dalam program bertema Where Sustainability Meets the Art, Luxina berkesempatan mengikuti Art and Sustainability Highlights Tour, sebuah perjalanan yang memperlihatkan bagaimana karya seni monumental dapat berfungsi sebagai solusi desain berkelanjutan.

Tur ini membawa Luxina menyusuri Marina Bay Sands Art Path, koleksi 11 instalasi seni berskala besar karya delapan seniman ternama dunia yang tersebar di berbagai sudut properti ikonis tersebut. Lebih dari sekadar galeri terbuka, Art Path menjadi representasi nyata bagaimana kreativitas, teknologi, arsitektur, dan sustainability dapat berpadu dalam harmoni yang menginspirasi.
Art Path, Warisan Seni yang Menjadi Identitas Marina Bay Sands
Art Path pertama kali diperkenalkan pada tahun 2010, bertepatan dengan pembukaan Marina Bay Sands. Arsitek legendaris Moshe Safdie yang merancang kompleks megah ini secara khusus memilih sejumlah seniman internasional untuk menghadirkan karya-karya yang mampu berinteraksi dengan arsitektur bangunan.
Hasilnya adalah sebuah jalur seni yang tidak hanya memperkaya pengalaman tamu, tetapi juga memperkuat identitas Marina Bay Sands sebagai destinasi yang menggabungkan seni, budaya, desain, dan inovasi.
Saat ini, Art Path menghadirkan sebelas instalasi berskala besar yang menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman mengunjungi Marina Bay Sands. Setiap karya memiliki karakter berbeda, mulai dari patung reflektif, instalasi kinetik yang bergerak mengikuti alam, hingga karya yang memanfaatkan cahaya dan air sebagai elemen utama.
Wind Arbor, Dinding Hidup yang Bergerak Mengikuti Angin
Salah satu pemberhentian paling menarik dalam tur ini adalah Wind Arbor, karya seniman lingkungan asal Amerika Serikat, Ned Kahn.
Sekilas, instalasi ini terlihat seperti fasad bangunan yang berkilauan. Namun ketika angin mulai bertiup, ratusan ribu panel aluminium yang menyusun permukaannya bergerak secara perlahan, menciptakan pola visual yang terus berubah mengikuti ritme alam.



Wind Arbor terdiri atas sekitar 260.000 elemen aluminium yang menutupi area seluas 6.800 meter persegi. Selain menciptakan pertunjukan visual yang memukau, instalasi ini juga memiliki fungsi praktis. Struktur tersebut membantu mengurangi paparan sinar matahari langsung ke bangunan sehingga berkontribusi dalam menjaga suhu interior tetap nyaman dan mengurangi kebutuhan pendinginan ruangan.
Di sinilah terlihat bagaimana seni tidak hanya mempercantik bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi efisiensi energi.
Tipping Wall, Pertunjukan Air Hujan yang Berkelanjutan
Masih karya Ned Kahn, Tipping Wall menjadi contoh lain bagaimana fenomena alam dapat diubah menjadi pengalaman artistik yang menarik.
Instalasi ini terdiri atas lebih dari 7.000 saluran logam yang bergerak ketika air hujan mengalir melaluinya. Air yang terkumpul kemudian ditampung dan digunakan kembali untuk mempertahankan gerakan kinetik yang menjadi daya tarik utama karya tersebut.

Melalui Tipping Wall, Anda dapat menyaksikan secara langsung bagaimana siklus air dimanfaatkan secara kreatif sekaligus efisien. Karya ini menjadi pengingat bahwa sumber daya alam dapat dikelola secara bertanggung jawab tanpa menghilangkan nilai estetika.
Rising Forest, Hutan yang Tumbuh di Dalam Hotel
Salah satu karya yang paling mencerminkan hubungan antara manusia dan alam adalah Rising Forest karya seniman asal Tiongkok, Chongbin Zheng.
Terletak di Atrium Hotel Marina Bay Sands, instalasi ini terdiri atas 83 bejana batu berukuran besar yang masing-masing ditanami pohon hidup. Setiap bejana memiliki tinggi sekitar tiga meter dan membutuhkan proses produksi yang sangat rumit.

Susunan pohon-pohon tersebut menciptakan efek kanopi alami yang menjulang di atas kepala Anda. Kehadiran Rising Forest menghadirkan suasana organik di tengah arsitektur modern Marina Bay Sands, sekaligus mengingatkan bahwa alam tetap memiliki tempat penting dalam ruang perkotaan masa kini.
Drift, Mahakarya yang Menggantung di Atrium Hotel
Memasuki area Hotel Tower 1, perhatian langsung tertuju pada Drift, karya monumental dari pematung Inggrism, Antony Gormley.
Instalasi raksasa ini menggantung di atrium hotel dengan panjang sekitar 40 meter dan tinggi mencapai 23 meter. Ribuan batang baja yang membentuk struktur kompleks tersebut tampak melayang di udara, menciptakan sensasi visual yang dramatis.

Drift menjadi bukti bahwa seni publik dapat memberikan pengalaman emosional yang kuat sekaligus memperkaya karakter sebuah ruang arsitektural.
Motion, Instalasi yang Menjadi Bagian dari Kehidupan Sehari-hari
Di bawah instalasi monumental Drift, terdapat karya berjudul Motion yang diciptakan oleh Israel Hadany.
Berlokasi di Atrium Hotel Tower 1, Motion terdiri atas dua struktur menyerupai pulau yang memadukan elemen kaca dan batu alam. Permukaan kaca memantulkan cahaya layaknya riak ombak di laut, sementara bagian batu berfungsi sebagai tempat duduk bagi para tamu.

Keunikan Motion terletak pada kemampuannya mengaburkan batas antara karya seni dan furnitur publik. Anda tidak hanya dapat mengaguminya sebagai objek visual, tetapi juga dapat berinteraksi secara langsung melalui fungsi praktis yang ditawarkannya.
Rain Oculus, Ikon Marina Bay Sands yang Memanfaatkan Cahaya dan Air
Perjalanan kemudian berlanjut menuju salah satu instalasi paling terkenal di Marina Bay Sands, yaitu Rain Oculus, karya Ned Kahn.
Terletak di area The Shoppes, Rain Oculus merupakan struktur berbentuk mangkuk raksasa berdiameter sekitar 22 meter yang berfungsi sebagai pengumpul air hujan sekaligus cahaya alami. Pada waktu-waktu tertentu, air mengalir deras membentuk pusaran spektakuler yang mampu memompa hingga ribuan galon air per menit.


Dari sisi artistik, Rain Oculus menghadirkan pengalaman visual yang luar biasa. Namun di balik keindahannya, instalasi ini juga menunjukkan bagaimana elemen alam dapat dimanfaatkan secara fungsional untuk mendukung sistem bangunan.
Tak heran jika Rain Oculus menjadi salah satu simbol paling dikenal dari Marina Bay Sands dan selalu menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung.
Wall Drawing #917, Ketika Gagasan Menjadi Karya Seni
Di area resepsionis Hotel Tower 1 terdapat karya konseptual Wall Drawing #917, Arcs and Circles dari seniman Amerika Serikat, Sol LeWitt.
Karya ini menjadi representasi filosofi seni LeWitt yang terkenal, yakni bahwa sebuah ide dapat menjadi karya seni itu sendiri. Karena itu, Wall Drawing #917 tidak selalu dibuat langsung oleh sang seniman, melainkan dapat direalisasikan oleh tim atau perwakilan berdasarkan instruksi dan sertifikat resmi yang telah ditandatangani.

Dengan pola lengkungan dan lingkaran yang sederhana namun presisi, karya ini mengajak Anda memahami bahwa seni tidak selalu harus hadir dalam bentuk objek tiga dimensi yang monumental. Terkadang, kekuatan sebuah karya justru terletak pada konsep yang melandasinya.
Artificial Rock #71 and #86, Interpretasi Modern dari Batu Gongshi Tiongkok
Berjalan menuju Lions Bridge yang menghubungkan area hotel, Anda akan menemukan dua patung mengilap berjudul Artificial Rock #71 and #86 karya seniman asal Tiongkok, Zhan Wang.
Karya ini terinspirasi oleh tradisi gongshi, yaitu batu alam yang sejak lama dihargai oleh para cendekiawan Tiongkok karena bentuk dan keindahannya yang unik. Wang menerjemahkan tradisi tersebut ke dalam bentuk modern menggunakan material baja tahan karat yang dipoles hingga menyerupai cermin.

Permukaannya yang reflektif menangkap perubahan cahaya, cuaca, dan aktivitas di sekitarnya. Dengan demikian, karya ini menjadi simbol lingkungan yang terus berubah dan berevolusi.
Sky Mirror, Membawa Langit Turun ke Permukaan Bumi
Instalasi seni lain yang juga berada di luar ruangan adalah Sky Mirror, karya seniman kontemporer ternama asal Inggris, Anish Kapoor.
Karya seni setinggi hampir tiga meter yang terbuat dari baja antikarat ini ditempatkan di area Lily Pond, ArtScience Museum. Permukaannya yang melengkung menciptakan refleksi langit, awan, dan lingkungan sekitarnya sehingga menghasilkan ilusi optik yang terus berubah sepanjang hari.

Kapoor pernah menggambarkan karya ini sebagai upaya untuk “membawa langit turun ke bumi”. Saat matahari mulai terbenam, Sky Mirror memantulkan warna-warna senja yang dramatis sekaligus menghadirkan siluet ikonis ArtScience Museum. Karya ini menjadi salah satu titik favorit bagi para fotografer maupun pecinta seni yang berkunjung ke Marina Bay Sands.
Wall Drawing #915, Penutup Perjalanan Art Path
Sebagai penutup perjalanan menyusuri Art Path, Luxina mengunjungi Wall Drawing #915, Arcs and Circles and Irregular Bands, karya lain dari Sol LeWitt yang berada di koridor bawah tanah yang menghubungkan Marina Bay Sands dengan Bayfront MRT Station.

Menggunakan medium cat akrilik dengan warna-warna berani, karya ini menghadirkan permainan garis, lengkungan, dan bidang geometris yang menciptakan dinamika visual kuat. Sama seperti Wall Drawing #917, karya ini juga menegaskan keyakinan LeWitt bahwa seni dapat lahir dari sebuah sistem gagasan yang kemudian diwujudkan oleh pihak lain sesuai instruksi sang seniman.
Posisinya yang berada di jalur pejalan kaki menjadikan karya ini sebagai perpisahan yang sempurna bagi para pengunjung sebelum meninggalkan kawasan Marina Bay Sands.
Seni Sebagai Bagian dari Masa Depan Berkelanjutan
Yang membuat Art and Sustainability Highlights Tour begitu menarik bukan hanya deretan karya seni yang ditampilkan, melainkan narasi besar di baliknya.
Marina Bay Sands menunjukkan bahwa sustainability tidak harus hadir dalam bentuk teknologi yang rumit atau pesan yang menggurui. Sebaliknya, prinsip keberlanjutan dapat diwujudkan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk melalui seni dan desain.
Mulai dari pemanfaatan angin pada Wind Arbor, penggunaan kembali air pada Tipping Wall, hingga pengelolaan cahaya dan air melalui Rain Oculus, seluruh instalasi membuktikan bahwa fungsi dan estetika dapat berjalan beriringan.
Pengalaman ini memberikan perspektif baru bahwa seni memiliki kekuatan untuk mengubah cara manusia memandang lingkungan. Ia mampu menginspirasi, mengedukasi, sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga sumber daya alam.
Inspirasi yang Melampaui Keindahan Visual
Bagi Luxina, tur ini bukan sekadar perjalanan melihat karya seni berskala besar. Lebih dari itu, pengalaman ini memperlihatkan bagaimana sebuah destinasi kelas dunia dapat memadukan seni, arsitektur, inovasi, dan sustainability menjadi satu kesatuan yang utuh.
Di tengah tantangan global terkait perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan, Marina Bay Sands menghadirkan contoh nyata bahwa desain yang cerdas dapat menciptakan dampak positif tanpa mengorbankan keindahan.
Melalui Art Path, Marina Bay Sands berhasil membuktikan bahwa seni bukan hanya sesuatu yang dipandang, melainkan sesuatu yang dapat bekerja, berfungsi, dan berkontribusi bagi masa depan yang lebih berkelanjutan.
Foto cover: doc. Marina Bay Sands


