Ada banyak cara menikmati Bali. Namun kali ini, Luxina datang bukan untuk sekadar menikmati matahari, pantai, atau slow living. Kami datang untuk menyaksikan bagaimana olahraga, komunitas, dan perhatian terhadap kesehatan kulit bertemu di satu tempat melalui La Roche-Posay Anthelios UV Open 2026.
Digelar di Bali pada 4–6 September 2026 lalu, rangkaian ini membawa tennis keluar dari konteks pertandingan semata. Ada coaching session, strength training, open court, UV station, hingga makan malam yang digelar langsung di atas clay court Kula Mani Tennis Village. Puncaknya tentu saja adalah UV Open Final.
Tennis, Bali, dan Matahari

Tennis adalah olahraga yang membuat kita cukup lama berada di bawah matahari. Di Bali, dengan paparan UV yang tinggi, hal ini menjadi semakin nyata.
Menariknya, ketika berbicara mengenai paparan matahari, perhatian kita sering kali hanya tertuju pada sunburn. Padahal, UV juga berkaitan dengan munculnya pigmentation atau dark spots, serta warna kulit yang menjadi tidak merata.
Pigmentation sendiri bukan sesuatu yang selalu muncul secara instan. Paparan UV dapat memicu produksi melanin sebagai bagian dari respons alami kulit terhadap sinar matahari. Jika paparan berlangsung berulang, proses ini dapat berkontribusi pada munculnya dark spots dan uneven skin tone.
Itulah mengapa sunscreen sebetulnya bukan hanya soal menghindari kulit terbakar. Penggunaan sunscreen secara rutin menjadi salah satu bagian penting dari upaya melindungi kulit dari paparan UV yang dapat berkontribusi terhadap munculnya pigmentation.
Dalam konteks aktivitas outdoor seperti tennis, kebiasaan ini menjadi semakin penting. Bukan hanya sebelum bermain, tetapi juga selama beraktivitas di bawah matahari.
More Than a Tournament

Rangkaian Anthelios UV Open menarik karena membawa pembicaraan mengenai sun protection keluar dari rutinitas skincare dan menjadikannya bagian dari aktivitas sehari-hari. Bukan hanya sesuatu yang digunakan sebelum keluar rumah, tetapi bagian dari persiapan ketika seseorang ingin bermain tennis, bepergian, berolahraga, atau menghabiskan waktu di ruang terbuka.
Di sinilah pesan “More Than a Tournament” terasa relevan. Event ini bukan hanya mengenai siapa yang memenangkan pertandingan, tetapi juga tentang bagaimana kita mempersiapkan diri untuk menikmati aktivitas tersebut dengan lebih baik.
Dari Court ke Dinner Table

Salah satu momen yang paling memorable dalam acara ini terjadi ketika pertandingan berhenti. Di Kula Mani Tennis Village, clay court yang biasanya menjadi arena permainan berubah menjadi dining table. Komunitas tennis dan media lifestyle duduk bersama, menikmati makan malam dalam suasana yang jauh lebih relaxed.
Ada sesuatu yang menarik dari pengalaman ini. Tennis tidak lagi hanya tentang rally, serve, dan score. Ada komunitas yang terbentuk di sekelilingnya—orang-orang yang datang karena kecintaan terhadap olahraga, tetapi kemudian bertemu, berbincang, dan berbagi pengalaman di luar court.
Bali memberikan suasana yang tepat untuk itu. Ketika matahari mulai turun dan suasana menjadi lebih tenang, clay court berubah fungsi menjadi ruang sosial yang intimate.
Protection That Goes Beyond SPF

Namun, tentu saja, sun protection tetap menjadi bagian penting dari perjalanan ini. Salah satu hal yang diperkenalkan sepanjang Anthelios UV Open adalah Anthelios UVMune 400, dengan kombinasi teknologi Mexoryl 400 dan Melasyl.
Mexoryl 400 memberikan perlindungan terhadap Ultra-Long UVA, sementara Melasyl membantu mencegah dark spots dan uneven skin tone akibat paparan UV. Produk ini juga memiliki SPF50+, perlindungan UVB dan UVA, serta tekstur ringan, cepat meresap, tanpa white cast atau residue, dan water serta sweat-resistant.
Kombinasi ini menjadi relevan ketika aktivitas berlangsung cukup lama di bawah matahari. Perlindungan terhadap UV tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan kulit saat itu, tetapi juga bagaimana kita menjaga kondisi kulit dalam jangka panjang.
Dalam rangkaian di Bali, Anthelios juga mengajak peserta untuk melakukan re-application setiap dua jam melalui Re-Application Station.
The Final Match

Dari watch party hingga semifinal dan akhirnya final di center court, suasana kembali berubah menjadi kompetitif. Para pemain bertanding di bawah matahari Bali, sementara penonton memenuhi sisi lapangan.
Setelah mengikuti coaching dan berbagai aktivitas selama dua hari sebelumnya, final terasa seperti penutup yang natural dari seluruh perjalanan. Dari belajar mengenai tennis dan skin protection, menikmati dinner di atas clay court, hingga akhirnya menyaksikan pertandingan sesungguhnya.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa luxury lifestyle tidak selalu berarti sesuatu yang formal atau eksklusif dalam pengertian konvensional. Kadang, luxury adalah kemampuan untuk menikmati apa yang kita sukai—berolahraga, bertemu komunitas, menikmati makanan, bepergian—dengan persiapan yang membuat kita bisa menjalaninya dengan lebih nyaman.
Dan ketika matahari menjadi bagian dari lifestyle tersebut, menjaga kulit juga seharusnya menjadi bagian dari rutinitas. Bagaimanpun, sun protection bukan hanya tentang hari ini, tetapi juga tentang bagaimana kita ingin melihat dan menjaga kulit kita di kemudian hari.


