Jenama fashion dari Paris yang baru hadir di peta fashion Indonesia ini, adalah jenama go-to oleh Parisian. Jadi, kalau kalian bermimpi ingin bergaya ala Parisian, coba kalian lihat koleksinya di Plaza Senayan, Jakarta. Tapi ini hanya untuk yang paham saja, seperti apa gaya Parisian.
Untuk koleksi prianya, yang dipresentasikan dalam bentuk instlasi beberapa waktu lalu di Paris, ada sesuatu yang begitu halus namun kuat di koleksi Sandro Spring/Summer 2026—sebuah bisikan elegansi yang tidak berteriak, tetapi justru memikat karena ketenangannya. Di musim panas mendatang, Sandro membawa kita ke ranah di mana refinement bertemu kebebasan, di mana setiap potongan pakaian berbicara tentang disiplin dalam struktur dan kelembutan dalam gerak.

Siluet sang pria Sandro tahun ini tetap setia pada DNA kreatif rumah mode asal Paris ini: bersih, minimalis, dan seimbang antara bentuk yang terstruktur serta fluiditas yang lembut. Ada nuansa nostalgia tahun 1970-an yang disaring dengan presisi kontemporer—tanpa romantisasi masa lalu, melainkan reinterpretasi yang matang dan cerdas.
Palet warna hadir seolah diambil dari lanskap latte afternoon: gradasi lembut dari krim, capucino, dan abu-abu dingin berpadu dengan sentuhan biru langit, kuning jerami, hingga cognac pekat. Semua nuansa ini bekerja seperti simfoni senyap—menyampaikan kehangatan tanpa perlu menjadi berlebihan.
Namun yang membuat koleksi ini menarik bukan sekadar warna, melainkan material story-nya. Sandro dengan berani menukar kain trench klasik dari katun menjadi sutra; menciptakan lapisan yang bergerak bersama tubuh, bukan mengekangnya. Celana panjang dengan potongan mengalir berpadu sempurna dengan car coat kulit berstruktur tajam. Permainan antara kelembutan dan ketegasan ini membentuk definisi baru dari kemewahan yang understated—where modernity lies in detail and construction.

Aksesori menjadi perpanjangan narasi. Kacamata bergaya pilot yang terinspirasi tahun 70-an hadir dalam bingkai kawat tunggal yang ramping dan halus. Tak lagi mengingatkan pada pantai yang cerah, melainkan pada kilauan mineral di permukaan marmer—dingin, murni, dan sangat refined.
Terinspirasi dari sosok Peter Beard, sang fotografer dan bohemian intellectual, pria Sandro adalah figur yang bebas namun berbudaya. Ia seorang pengelana modern, yang membawa semangat hippie dalam versi urban yang tenang. Dengan rasa ingin tahu dan keanggunan yang tak mencolok, ia melangkah melintasi waktunya sendiri—selalu ringan, selalu relevan.
Di tangan Sandro, musim panas 2026 bukan tentang tren, melainkan tentang attitude: sebuah cara memandang dunia dengan rasa tenang, percaya diri, dan sadar akan estetika yang tidak perlu menjelaskan dirinya.



