Jil Sander memasuki era baru di bawah desainer Simone Belotti. Sebelumnya, ia bekerja di Gucci di bawah Frida Giannini dan Alessandro Michele selama 16 tahun. Pada tahun 2023, Belotti menjadi Creative Director di Bally dan berhasil membawa Bally ke era yang sangat menyegarkan. Ekspektasi yang tinggi ternyata tidak memengaruhinya, karena koleksi Spring/Summer 2026 dari Jil Sander membuktikan kemampuannya dalam menangani brand ini. Koleksi yang terasa sangat menyentuh dan nostalgik, mengingatkan semangat Jil Sander sendiri untuk era yang baru.
Nostalgia Era 90-an

Jil Sander memiliki sejarah yang kental dengan desain yang praktikal dan minimalis, dengan fokus pada detail terkecil, potongan, dan bahan dari setiap pakaian yang tetap memiliki sisi eksploratif dan tidak membosankan. Dari look pertama, nuansa nostalgia sudah terasa dengan kehadiran model Guinevere Van Seenus, yang menjadi wajah kampanye Jil Sander di tahun 90-an. Ada juga two-piece klasik khas Jil Sander yang fitted namun memiliki elemen loose dan baggy dari kantongnya, menciptakan ketegangan antara tailoring klasik dan kehidupan modern yang santai.
Minimalis namun Mengejutkan

Desain dan styling yang mendukung kehidupan sehari-hari diperkuat dengan penggunaan color blocking dan latar show berwarna putih yang kontras, membuat setiap look tampak menonjol. Layering dengan sweater yang terlihat cropped atau shrunken, bahkan seolah-olah terbalik, menambahkan elemen awkwardness yang terasa intensional dan menarik perhatian.

Permainan dengan cutout juga hadir dalam berbagai rok, menjadi elemen subtle namun mampu mengubah keseluruhan look. Misalnya, cutout pada rok yang memperlihatkan kaki saat bergerak, atau potongan di bagian pinggang dekat waistband yang terasa segar. Sementara pendekatan yang lebih literal terlihat pada atasan dengan cutout yang memperlihatkan undergarment pemakainya.
Untuk brand yang dikenal minimalis, Belotti juga bereksperimen dengan warna, bahan, dan sedikit motif. Banyak penggunaan warna ungu dan merah, serta rok dan dress dengan layered tulle yang menciptakan tekstur menarik. Ada juga dress see-through dari tulle yang dihiasi motif bunga-bunga kecil.

Pendekatan Belotti bisa dibilang lebih sederhana dibandingkan karya pasangan Luke dan Lucie Meier, desainer Jil Sander sebelumnya. Namun, kesederhanaan Belotti justru berhasil menarik perhatian para kritikus dan penggemar Jil Sander dengan nuansa yang nostalgik namun refreshing, seolah Jil Sander sendiri yang mendesain koleksi ini, namun dengan sentuhan modern dari Belotti. Koleksi ini terasa sangat dekat dengan visi awal Jil Sander yang membuat brand ini terkenal dan radikal pada masanya, sekaligus membangun antisipasi tinggi untuk koleksi Simone Belotti berikutnya di Jil Sander.




