Menjelang musim liburan, suasana hangat dan penuh warna terasa di lantai 23A 57 Promenade Jakarta. Luxina mendapat kehormatan untuk menghadiri acara bertajuk “The Ski Jumpers Wrapped in Penhaligon’s”, sebuah perayaan khas Natal yang dirancang oleh Penhaligon’s, rumah parfum bergengsi asal Inggris.


Dibalut nuansa Cozy Christmas dengan sentuhan merah, hijau, dan jumper hangat, acara ini membawa para tamu ke dalam dunia imajinatif yang memadukan keanggunan, humor khas Inggris, dan keharuman memikat dari koleksi parfum Penhaligon’s.
Penhaligon’s: Warisan Parfum Inggris Sejak 1870
Penhaligon’s dikenal sebagai salah satu rumah parfum tertua di Inggris, didirikan oleh William Penhaligon pada tahun 1870. Filosofinya sederhana: menciptakan aroma yang memancarkan karakter, kelas, dan keunikan khas Inggris.

Dari botol berbentuk klasik dengan pita satin hingga cerita di balik setiap aroma, setiap karya Penhaligon’s menghadirkan narasi olfaktori yang kaya dan penuh kepribadian. Koleksi seperti The Portraits, Trade Routes, dan British Tales telah menjadi simbol gaya hidup elegan bagi para pencinta wewangian di seluruh dunia.
Koleksi Unggulan yang Dipamerkan
Dalam acara bertema Natal ini, Penhaligon’s menampilkan koleksi liburan 2025 yang dibalut dengan sentuhan imajinatif khas rumah parfum tersebut. Beberapa wewangian dari The Portraits Collection menjadi pusat perhatian, masing-masing menghadirkan karakter aristokrat Inggris melalui aroma yang kuat bercerita.


The Tragedy of Lord George muncul dengan komposisi brandy, tonka bean, dan kayu amber yang memancarkan keanggunan maskulin. Di sisi lain, The Coveted Duchess Rose menawarkan perpaduan mawar, mandarin, dan musky wood yang lembut, menciptakan kesan feminin yang elegan sekaligus berani. Tidak ketinggalan, The Inimitable William Penhaligon menghadirkan aroma vetiver, bergamot, dan cedarwood yang mempersonifikasikan semangat sang pendiri dalam wangi yang terasa abadi. Selain koleksi tersebut, parfum ikonis seperti Luna, Blenheim Bouquet, dan Halfeti juga turut mencuri perhatian, menegaskan kekayaan sejarah Penhaligon’s yang tetap relevan dan digemari oleh para pencinta parfum modern.
Suasana Akrab dan Penuh Cerita
Acara ini tidak hanya menampilkan wewangian, tetapi juga pengalaman yang menghangatkan hati. Para tamu diajak untuk mengikuti workshop knitting dan gift-wrapping, menikmati hidangan manis bertema Natal, dan berbagi cerita seputar parfum favorit mereka.


Hadir pula Sarah Damanik, General Manager Fragrances and Niche PT Luxasia Indonesia, yang dengan penuh antusias menyambut para tamu dan menjelaskan filosofi di balik koleksi musim liburan Penhaligon’s. Sarah menekankan bahwa setiap parfum Penhaligon’s bukan sekadar aroma, melainkan “sebuah karya seni yang menceritakan kisah tentang kepribadian dan ingatan seseorang.”
Semerbak Natal dalam Gaya Penhaligon’s
Selama acara, para undangan juga berkesempatan untuk mencoba berbagai sampel eksklusif dari holiday set yang disiapkan khusus oleh Penhaligon’s. Setiap vial kecil tersebut menghadirkan pengalaman olfaktori yang berbeda, memungkinkan para tamu merasakan lebih dekat kehangatan musim liburan versi rumah parfum Inggris ini.


Mencoba satu per satu aroma sambil berbincang santai membuat suasana semakin hidup; tawa ringan, komentar antusias tentang wangi favorit, hingga momen saling bertukar cerita tentang parfum yang paling berkesan, semuanya menyatu menciptakan suasana yang akrab dan menyenangkan. Kehadiran aroma-aroma khas Penhaligon’s yang memenuhi ruangan membuat sore itu terasa begitu intim—sebuah perayaan Natal yang bukan hanya indah secara visual, tetapi juga menggugah indra penciuman dan menghadirkan semangat liburan yang benar-benar hangat.
Aroma yang Menghidupkan Kenangan
Melalui acara “The Ski Jumpers Wrapped in Penhaligon’s”, merek legendaris ini kembali menegaskan posisinya sebagai simbol keanggunan dan tradisi Inggris yang abadi. Bersama Luxina, sore itu menjadi pengalaman yang tak terlupakan—sebuah perayaan indra penciuman, kehangatan hati, dan seni hidup elegan yang hanya bisa diciptakan oleh Penhaligon’s.

Foto: doc. Luxasia.

